Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Pilihan Rianty


__ADS_3

"Kamu tidak bisa menjawab aku?", tanya Gerald sambil mengangkat dagu Rianty yang dari tadi menunduk, seakan menghindari tatapannya.


Gerald yang sedang marah, seperti disiram air dingin, ketika melihat wajah Rianty sudah berurai air mata, Gerald tidak tahu kalau Rianty sudah menangis, karena Rianty menahan tangisannya dan tidak bersuara.


Seketika kemarahan Gerald langsung redup, berganti perasaan tidak tega dan kasihan pada Rianty.


"Ah kenapa aku marah hanya karena merasa Rianty hanya menganggap ku seorang Tuan dan bukan suami yang dicintai, tempat berbagi suka dan duka. Bukankah cinta tidak penting buatku? Yang penting yang kumau sudah jadi milikku.


Dia juga sedang menghadapi masalah, ayahnya juga baru meninggal, aku bukannya menghiburnya, malah membuat dia tidak tenang!", sesal Gerald dalam hati.


"Sudah jangan menangis lagi!", ujar Gerald sambil menghapus air mata Rianty dengan jarinya.


Rianty yang dari tadi menahan kesedihan dan penyesalannya akhirnya memeluk Gerald dan menangis di pelukan Gerald.


"Maafkan aku mas, aku sendiri juga sudah menyesal. Andai aku tidak keras kepala, dan aku mau memenuhi permintaan bapak ku dan tidak egois mementingkan harga diriku, mungkin bapak ku masih hidup", ujar Rianty masih menangis.


"Sudahlah, yang sudah terlanjur terjadi jangan disesalkan lagi", ujar Gerald akhirnya tidak jadi marah, malah menghibur Rianty yang sedang sedih.


Akhirnya Gerald mengerti kalau Rianty ternyata sudah menyesali kejadian itu karena ayahnya meninggal, hanya saja Rianty tidak menunjukkan perasaannya saja dan menyembunyikan perasaannya.


...********...


"Ibu tidak mau tahu Gerald, kalau kamu mau jadi anak yang berbakti dengar kan ibu, ceraikan Rianty! Ibu tidak ingin punya menantu seperti itu, sungguh memalukan!", ujar Rini tetap pada pendiriannya.


Gerald dan Rianty setelah selesai mandi langsung turun, menghadap Rini melanjutkan pembicaraan tadi yang sempat terputus.


"Baiklah kalau ibu tidak mau satu tempat tinggal dengan Rianty, aku akan membawa Rianty pergi dari sini! Tapi Gerald tidak akan menceraikannya, bagaimanapun dia ibu dari Aldi", ujar Gerald.


"Terserah padamu, yang penting ibu tidak mau dia diakui sebagai keluarga Anggara. Kamu sudah dewasa, kamu memang yang memegang kuasa mengambil keputusan di keluarga Anggara. Ibu tidak punya kuasa apa-apa lagi, tapi ibu tidak mau kamu dan Rianty


muncul di umum bersama-sama. Jangan memalukan keluarga kita, ada acara apapun yang harus kau bawa tetap Monica! Bawa dia pergi dari sini, tinggalkan Aldi bersamaku. Aku akan meminta Monica mendidik dan menjaga Aldi!", ujar Rini.

__ADS_1


Mendengar itu, tentu Rianty menjadi kaget dan kalang kabut.


Untuk peraturan yang lain bagi Rianty tidak masalah, tapi Aldi mau dibawa Rini dan diserahkan pada Monica, tentu Rianty keberatan.


Karena dulu dia setuju menikah dengan Gerald juga karena takut berpisah dari Aldi.


Hal tersebut akhirnya membuat Rianty tidak bisa menahan kesabarannya lagi dan nekad melawan perkataan Rini.


Entah mengapa akhir-akhir ini Rianty sering terbawa emosi.


"Baik, saya akan pergi dari keluarga Anggara, tapi saya tidak akan memberikan Aldi untuk siapapun.


Aldi adalah anakku, saya yang mengandung dia, saya yang berhak mendidik dan membesarkan dia, bukan orang lain. Aku sudah tidak perduli dengan segala aturan keluarga ini, tapi jangan harap bisa mengambil anak ku!", ujar Rianty, sebelum Gerald berkata apa pun.


"Huh mulai kelihatan taringnya!", gumam Lena yang dari tadi hanya berdiri seperti patung, tapi tidak berani mengemukakannya, karena ada Gerald.


Rini yang selama ini jarang mendengar suara Rianty selama tinggal di Mansion, tentu menjadi kaget dan marah, karena dia merasa Rianty sudah berani melawannya.


"Baik kalau itu mau kamu. Kamu tinggal pilih, kamu cerai dari Gerald, atau kamu boleh bersama Gerald asal Aldi tinggal di mansion ini, tapi aku tidak ingin melihat kamu di sini, terserah Gerald mau membawamu ke mana!", ujar Rini memberikan pilihan pada Rianty, karena Rini yakin Rianty tidak mungkin akan bercerai dari Gerald yang kaya dan berkuasa.


"Kamu juga tidak usah mengharapkan kompensasi apapun dari Gerald kalau kamu bercerai. Tentukan sekarang, aku tidak suka menunggu", sambung Rini mengancam.


...********...


"Mami, aku tidak mau pisah dari mami", ujar Aldi yang tiba-tiba sudah muncul di ruangan itu dan sempat mendengar percakapan itu.


Sekretaris Kim yang mengantar Aldi juga menjadi serba salah. Sebenarnya tadi sebelum masuk mansion, dia sudah ingin telpon memberitahu Gerald, tapi Aldi melarangnya.


"Jangan om Kim, biasanya jam segini pada lagi berkumpul dan siap-siap makan malam om. Ayo masuk langsung saja, Aldi mau bikin kejutan. Kalau perlu om Kim juga ikut makan malam di sini", ujar Aldi yang memang moodnya sedang bahagia, karena punya studio baru.


Sekretaris Kim akhirnya menyetujui permintaan Aldi.

__ADS_1


Rianty segera berjongkok dan memeluk Aldi, menenangkan.


"Sampai kapan pun ibu tidak akan meninggalkan Al", ujar Rianty.


"Al naik ke atas dan mandi dulu, mami masih ada yang harus dibicarakan dengan nenek. Nanti kalau sudah selesai mami akan ke atas menyusul Al", sambung Rianty lagi.


Sedangkan sekretaris Kim yang melihat keadaan itu langsung berpamitan dengan Gerald, yang hanya dibalas anggukan oleh Gerald.


Gerald hanya memperhatikan gerak-gerik Rianty dari tadi, dan tidak berkata apapun.


Gerald yang ingin mengetahui perasaan Rianty padanya, akhirnya penasaran juga menunggu jawaban Rianty.


"Baik Nyonya Rini, saya bersedia diceraikan Gerald tanpa kompensasi apapun, saya hanya akan membawa Aldi bersama saya. Saya harap Nyonya Rini tidak menarik kembali ucapan yang sudah nyonya ucapkan!", jawab Rianty tegas, yang tentu saja mengagetkan ketiga orang itu. Rianty juga sudah merubah panggilan Rini dari "ibu", kembali menjadi "Nyonya".


Lena tentu kaget mendengar jawaban Rianty. Sebenarnya Lena jugalah yang mengusulkan kedua pilihan itu kepada Rini, dan Lena berpikir tentu Rianty tidak akan bercerai dari Gerald. Rianty tentu akan menyerahkan Aldi pada Rini.


Karena di otak Lena selalu berpikir kalau Rianty masuk ke keluarga Anggara pasti karena melihat harta dan kekuasaan yang dimiliki Gerald, dan sudah menjebak Gerald hingga Rianty mempunyai anak dari Gerald.


"Ah, ternyata tebakanku salah, bagaimana aku bisa mempertanggung jawabkan pada nyonya. Nyonya pasti marah karena dia sangat menyukai Aldi!", pikir Lena dalam hati mulai cemas.


Sedangkan Rini yang kaget juga tidak bisa berkata apa-apa, dan otaknya juga tidak bisa diajak untuk berpikir lagi (pada dasarnya memang Rini jarang menggunakan otaknya untuk berpikir, memang Lena yang selalu membantunya berpikir). Sedangkan sebagai orang terpandang, dia tidak mungkin menjilat ludahnya kembali.


"Ternyata benar dugaan ku selama ini. Rianty bukan mencintaiku sebagai suaminya, dia hanya melayaniku seperti majikannya saja, mungkin hanya membalas budiku saja. Mengapa aku harus sakit hati menerima kenyataan ini?", pikir Gerald yang merasa sakit hati, karena Rianty dengan mudah mengucapkan kata cerai dengannya.


Bersambung...........


...🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉...


...Tidak lupa Author ucapkan Selamat hari Natal buat yang merayakannya....


..."Wish You A Merry Christmas"...

__ADS_1


__ADS_2