Antara Cinta Dan Mafia

Antara Cinta Dan Mafia
63. Menuju Senja


__ADS_3

Kesenangan oma sungguh tak pernah ternilai jika melihat Bela Oma bercerita banyak hal bahwa dirinya sangat rindu dengan Bela dan berkata jika para suster tidak bersifat sama seperti Bela sehingga oma sering mogok makan.


Untuk membuat oma tidak makan lagi, Bela berusaha memberikan sedikit penjelasan untuk oma. Bela menceritakan bahwa setiap orang itu berbeda-beda ada kelebihan serta kekurangan hanya saja kita harus menerima setiap kelebihan dan kekurangan tersebut untuk menjaga perasaan orang lain serta menjaga hubungan menjadi lebih baik.


"Oma sangat bangga denganmu, walaupun minggu kemarin kalian tidak datang setidaknya hari ini kau ada di depan oma dan Bara juga ikut datang untuk mengunjungi rumah ini " tatapan oma tidak pernah bohong, raut wajahnya terlihat kesedihan dan kesepian karena teman yang bisa merubah oma hanyalah Bela.


"Aku berjanji akan sering menemui oma jika pekerjaanku sudah beres " jelas Bara meyakinkan oma dengan tatapan manisnya serta memeluk oma dengan erat.


Bela hanya bisa tersenyum melihat kehangatan yang Bara berikan pada oma walaupun dia sendiri tidak pernah merasakan kehangatan itu meski hanya dalam ucapan sedikit saja dari Bara.


Setelah itu Bela membujuk oma untuk beristirahat agar tubuhnya merasa nyaman dan berkata ingin membawa oma jalan-jalan nanti sore. Dan hal itu dia rahasiakan agar Oma penasaran.


"Kemana kau ingin mengajak oma jalan-jalan nak? " Tanya oma dengan penuh penasaran. Bela hanya menjawabnya dengan senyuman lalu menemani oma masuk ke dalam kamar dan diikuti oleh Bara.


Kemudian Bela keluar dari kamar dan menuju ke kamar Bara. Sesampainya di depan pintu matanya memandangi kamar Mario. Karena yang dia tahu Mario akan selalu tenang di dalam kamarnya dan jarang sekali untuk beradaptasi di luar.


"Bi Apakah susu yang aku minta sudah jadi" suara Mario terdengar jelas namun berada di dapur bawah.


Bela menghentikan langkahnya dan menatap Mario dari atas, bibirnya tersenyum karena dia merasakan bahwa ada sedikit perubahan dalam diri Mario.


Mario sekarang bisa berbicara dengan para pelayan padahal sebelumnya dia selalu bergelut dengan pikirannya sendiri serta kesunyian. Rasanya sangat senang bila melihat seseorang yang kita sayang berubah dari kebiasaan buruknya menjadi lebih baik itu.


"Aku harap kau akan menjadi orang periang di suatu saat nanti Mario " batin Bela berseru dan pandangannya menatap senang melihat tingkah Mario yang seakan-akan sibuk di dalam dapur hanya tentang segelas susu.


" Apa yang kau pandangi" suara Bara terdengar jelas di telinga Bela sehingga membuat dirinya terpaku lalu menoleh secara perlahan pada Bara yang berdiri di sampingnya.


Bibir Bela kembali tersenyum wajahnya tersipu karena dia takut bila Bara menyangka jika Bela sedang asyik memandangi Mario dengan rasa cintanya.


" Ah tidak tuan, aku rindu suasana rumah ini makanya aku melihat seisi rumah dari atas" jelas Bela dengan kebohongannya lalu dia bergegas masuk ke dalam kamar Bara.


Bara hanya terdiam dan pandangannya tertuju pada satu pandangan yang Bela melihat yaitu Mario di dalam dapur. Di hatinya ada sedikit rasa cemburu karena Bara tidak ingin jika Bela dimiliki orang lain selain dirinya walau hanya sebagai. pelampiasan saja.


Sungguh manusia yang egois dia tidak membiarkan Bela mencintai orang lain atau pun dicintai orang lain.


Sedangkan dirinya hanya bisa memaksa Bela untuk mengikuti semua kemauannya atas dasar dendam yang ingin dia balaskan. Rasanya tidak adil karena apa yang diinginkan oleh Bara harus tercapai tanpa terkecuali.


"Kamar ini tidak berubah, aku merasakan tentang keramaian dan kedamaian di sini " seru Bela sambil memandangi setiap sudut tentang kenangan saat dirinya tinggal di kamar ini.


Dia membuka jendela agar udara segar dari luar masuk ke dalam kamarnya lalu mempersiapkan kasur untuk tidur nanti malam karena mereka berdua akan menginap. Tidak lupa Bela mengirim pesan pada Mario bahwa dirinya berada di rumah Oma.


Akan tetapi Mario harus bersikap seperti biasa dan menghilangkan sedikit cinta yang ada dalam hatinya tentang Bela karena Bela sendiri tidak ingin jika Mario dan Bara bertengkar hanya tentang kesalahpahaman.


"Kemana kau akan membawamu nanti?" Tanya Bara pada Bela.


" Aku ingin membawa Oma ke pantai karena Oma sangat menyukai senja " jelas Bela.


Bela mengajak Bara agar ikut bersamanya akan tetapi dia mendapatkan sebuah penolakan dari Bara. Bara mengatakan bahwa dia memiliki sebuah kepentingan yang harus dilakukan jadi Bara menitipkan oma dengan baik-baik pada Bela.


" Aku harap kau bisa menjaga oma nanti sore, karena aku ada kepentingan di luar" seru Bara menitipkan sebuah perintah pada Bela.


"Tanpa kau suruh aku akan selalu menjaga oma karena aku sangat menyayanginya tuan " sahut Bela dengan penuh semangat.


Bara hanya mengangguk kecil lalu dirinya mencoba beristirahat di atas ranjang sedangkan Bela memilih untuk beristirahat di atas sofa. Namun hal itu mendapatkan teguran dari Bara karena dia tidak ingin jika Bela tidur di sofa lagi dan rasanya sangat tidak nyaman.


Bara mengatakan alasannya karena dia takut jika oma mengecek kamar Bara dan melihat mereka berdua tidak tidur dalam satu ranjang. Padahal hatinya berkata lain walau dia tidak pernah mengakuinya tentang perasaan yang tumbuh dari lubuk hatinya paling dalam.


"Apakah menurutmu aku harus tidur di sampingmu tuan?" Tatapan Bela penuh dengan heran.


"Jelas kau harus tidur di sini karena jika tidak oma pasti akan memarahiku bila mengetahui kau tidur di sofa " kali ini Bara menjelaskan cukup panjang lebar dengan dibumbuhi sedikit kebohongan.


Bela hanya menuruti hal itu dan dia tidur di samping Bara lalu pikirannya berputar sekilas tentang hal mesum, dia takut bila Bara melakukan hal buruk padanya jadi dengan sigap Bela mengambil sebuah guling yang digunakan sebagai pembatas di antara mereka.


Bara tidak mempedulikan hal itu karena dirinya cukup lelah jadi dia memilih untuk memanfaatkan waktu tidur siang. Ia segera memejamkan mata untuk melepaskan kelelahannya.


"Beres, dia tidka akan mendekatiku" gumam Bela dalam hati.


Begitu juga dengan Bela setelah dia selesai dengan kesibukannya sendiri yaitu membuat pembatas lalu dirinya juga memilih tidur dan membunyikan alarm untuk bangun di sore hari.




Sore hari



\* dret drett\* dering ponsel berbunyi yang berasal dari ponsel Bela yaitu alarm yang dia bunyikan tadi.


__ADS_1


Bela secara perlahan membuka matanya karena dia tidur sangat berbeda kali ini, rasanya seperti nyaman sekali dengan kehangatan.


Setelah matanya terbuka lebar dia kembali terkejut karena kepalanya tertidur di lengan Bara. Bela menggigit lidahnya sendiri karena merasa hal yang canggung terjadi lagi.



"Sial Apakah guling bisa berjalan" seru Bellla dalam batinnya dia tidak tahu apa yang harus dilakukan karena kali ini pembatas itu menghilang dan dirinya tidur sangat dekat dengan Bara padahal dia sudah mempersiapkannya sangat matang untuk mencegah hal itu, namun nyatanya kedekatan itu terjadi juga.



Guling itu menghilang secara tiba-tiba dan juga hal itu terjadi cukup aneh karena mereka hanya tidur beberapa jam saja tapi sudah terlihat semesra itu. Bela segera menggeser tubuhnya secara perlahan agar Bara tidak terbangun.



" Kau mau ke mana" Ujar Bara dengan mata yang terbuka hanya setengah.



\* gubrak\*



"Aduh kau mengagetkanku tuan" gerutu Bela.



Dia sengaja menggulingkan tubuhnya sehingga terjatuh dari ranjang agar Bara tidak melihat jika kepala Bela tadi tidur di atas lengan Bara serta tangannya memeluk Bara.



" Jika masih mengantuk tidurlah" Tutur Bara karena dia merasa jika Bela masih mengantuk sehingga terjatuh dari ranjang.



Bela langsung berdiri dan membuka matanya secara lebar serta menjelaskan bahwa dirinya baik-baik saja dan akan bersiap untuk membawa oma jalan-jalan.



" Tenang saja tuan, aku baik-baik saja dan sebentar lagi aku akan memenuhi janjiku pada Oma " ujar Bela sambil berlari ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.




Beberapa menit kemudian Bela keluar dari kamar mandi dan dirinya sudah terlihat sangat segar dan rapi karena dia sengaja setiap mandi di atas bila ada Bara akan membawa pakaian gantinya ke dalam kamar mandi karena dia tidak ingin jika berganti baju di luar kamar mandi.



" Siapa yang akan mengantar kalian " tanya Bara dengan tegas.



" Aku tidak tahu mungkin Ayah" sahut Bela sambil mengeringkan air yang ada di lemgannya.



" Apa kau lupa jika ayahmu sedang ikut dengan mamaku keluar kota " Bara kembali mengingatkan jika Pak taryo ikut dengan mamanya sebagai sopir untuk pergi ke luar kota. Bela baru menyadari dengan hal tersebut karena dia lupa dengan perkataan oma tadi.



Akhirnya Bela tidak tahu siapa yang akan membawanya pergi. Lalu dia segera turun dari kamarnya kemudian Bara mengikutinya untuk memastikan bahwa ada supir yang cekatan untuk menjaga Oma serta Bela.



"Hai Mario" sapa Bela saat melihat Mario juga turun dari tangga.



Kedatangan Mario membuat wajah Bara muram dan hatinya semakin kesal dengan sorot matanya yang mengatakan bahwa dia tidak suka jika ada Bela lalu ada Mario di dekatnya.



"Tuan aku akan pergi dengan Mario saja, lagi pula dia juga libur les bukan" ujar Bela meminta izin pada Bara.



Bara bingung Mengapa Bela mengetahui tentang jadwal les Mario, namun pikirannya mengarah pada hal positif mungkin karena Bela adalah teman Mario di sekolahnya. Namun hatinya tidak menyetujui apabila Mario yang mengantarkan Bela dan oma pergi.


__ADS_1


"Kenapa tidak dengan Kak Bara saja" ujar Mario pada Bela.



"Tidak bisa karena suamiku memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan "jelas Bela.



Hal itu membuat hati Mario merasakan kesenangan karena dia akan pergi bersama Bela dan oma tanpa adanya Bara. Sedikit senyuman itu keluar dari mulut Mario, karena dirinya segera berdua dengan Bela tanpa gangguan Bara.



"Tidak. Siapa bilang aku ada kepentingan, sore ini aku yang akan mengantar kalian " Bara mengubah pikirannya serta jadwalnya sendiri hanya untuk bertujuan agar Mario dan Bela tidak jalan berdua untuk menemani oma.



Sungguh hatinya tidak rela bila Bela berjalan dengan Mario. Walaupun Mario berstatus sebagai adik kandungnya.



" Tapi tuan bukankah......." Bela belum menyelesaikan pembicaraannya lalu Bara memotongnya.



" Aku yang akan mengantar kalian" jelas Bara.



Oma tersenyum melihat hal itu dari depan kamarnya sungguh kecemburuan yang aneh ditampakkan oleh wajah Bara kepada Mario. Dan oma merasakan hal itu lalu bibirnya kembali tersenyum.



Tanpa banyak bicara lagi Bara langsung pergi ke kamarnya dan mengganti baju serta tidak lupa mengirimkan pesan pada Alex untuk membatalkan pertemuannya.



Begitu juga dengan Mario segera pergi ke kamarnya untuk mengganti baju karena dia juga ingin ikut mereka. Setiap langkah Mario memberikan senyuman bahagia karena berjalan dengan Bela, namun di lain sisi hatinya sedih kesal karena Bara juga ikut bersama mereka.



"Oma Ayo kita pergi" Bela segera menemani oma untuk jalan dan menunggu di depan teras rumah tidak lama kemudian Bara datang dengan setelan yang diatur oleh Bela saat mereka ingin keluar.



"Ayo oma kita masuk" Tutur Bara dengan lembut dan membukakan pintu untuk oma dan Bella. Baru saja mereka masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Mario menyusulnya dan langsung duduk di samping Bara.



"Apa yang kau lakukan mengapa kau masuk ke mobil kami? " tegur Bara pada Mario.



" Aku ingin ikut kalian karena di rumah sepi" ucapnya singkat. Namun Bara tidak menyetujui hal itu karena dia tidak ingin Bela dan Mario semakin dekat.



Akan tetapi semakin Bara menolaknya maka Oma terlihat semakin marah. Akhirnya oma mengatakan bahwa Mario juga harus ikut bersama mereka karena oma tidak ingin bila salah satu cucunya bahagia dan tertawa riang sedangkan salah satu cucunya lagi berdiam diri di dalam kamarnya dengan kesepian.



Hingga akhirnya mereka berempat berjalan menuju sebuah pantai untuk menyaksikan senja tenggelam kesenangan yang tidak bisa dibeli oleh oma karena sebentar lagi dirinya akan melihat sebuah senja yang muncul bersama datangnya Denada walaupun akan berakhir dengan senja yang perlahan pergi meninggalkan mereka.



Namun ingatlah bahwa senja berjanji dalam kepergiannya dan mereka akan kembali. Akan tetapi tidak dengan Denada dia pergi namun tak akan pernah kembali.



Di dalam perjalanan Bela dengan senyum riangnya kembali mengabsen setiap pepohonan yang berjajar di kanan ataupun di kiri.



"Tuhan, betapa bahagianya aku kali ini, apalagi aku akan mengajak oma untuk ikut memenuhi keinginannya bertemu dengan senja" gumam oma dalam hatinya, matanya menatap oma yang sedang tersenyum dengan taburan kebahagiaan yang tiada tara.



Lalu Bela menjelaskan pada oma bahwa dalam setiap pohon ada sebuah kehidupan meski beberapa orang mengetahui jika pohon tidak akan pernah abadi namun di dalamnya banyak kehidupan yang tersimpan entah itu dari batang, dari akar, dari ranting dari daun, dari bunga dan bahkan buahnya sekilas mereka hanya melihat bahwa pohon itu hanya memiliki buah sedangkan akar yang di bawah tidak mereka tetap bahwa akar itulah yang menopang kehidupan batang dengan kuat sehingga menghasilkan buah yang akan mereka nikmati.


__ADS_1


~~~~ BERSAMBUNG ~~~~


__ADS_2