Antara Cinta Dan Mafia

Antara Cinta Dan Mafia
87. Happy Birthday Bara


__ADS_3

Tidak berselang lama, Mario kembali dan membawa makanan untuk ketiga sahabatnya yang todka sempat beristirahat dan membeli makanan.


"Makanlah" Mario membawa banyak makanan dari kantin untuk ketiga sahabatnya. Tanpa pikir panjang Brandon dan Sela langsung melahapnya, sedangkan Bela masih dalam mode malas karena dia selesai terlelap sebentar.


Untung saja Mario peka terhadap rasa lapar Bela sehingga dia lari ke kantin untuk belanja makanan. Tidak lupa juga untuk Sela dan Brandon.


Sementara itu Beni sedang tidak baik-baik saja. Dia yang biasanya selalu aktif serta ceria kini selalu keluar dari kelas dalam keadaan murung tanpa banyak bicara. Mereka tidak ada yang tau masalahnya kecuali Bela. Akan tetapi Bela selalu pandai untuk menyimpan rahasia tersebut.


"Heyyy, pengumuman" Bel masuk belum berbunyi, tiba-tiba Dira membawa genggaman cerita dan masuk ke dalam kelas membuat heboh seisi kelas dengan wajah cerinya seperti menang lotre saja.


Dira berdiri di depan kelas untuk mengumumkan sesuatu. Matanya sedikit melirik Bela seperti ada hal yang sedang dia sembunyikan dan diungkapkan. Karena terlihat jelas senyuman licik dari bibir Dira sepertinya sifat aslinya akan keluar sebentar lagi.


Sementara itu mereka semua terdiam untuk mendengarkan pengumuman yang sedang dibawa oleh Dira. Karena kelas itu memiliki rasa ingin tau yang sangat tinggi.


"Cepat katakan pengumuman apa yang kau bawa, sebentar lagi bel akan berbunyi" Teriak salah satu siswa yang sudah tidak sabar dengan pengumuman itu. Karena daritadi Dira hanya memberikan senyuman licik saja tanpa membicarakan langsung pengumuman yang dia bawa.


"Baiklah teman-teman tersayang, aku akan memberikan pengumuman itu" Ujar Dira sambil penuh penekanan.


Sorotan matanya langsung tertuju pada Bela yabg sedang duduk di samping Mario sembari menatap ke arah Dira. Mario mengerti bahwa Dira akan melakukan keributan kembali dalam kelasnya. Terlihat dari sorotan mata itu siap menerkam sesuatu dari Bela. Mario juga mewaspadai hal itu karena dia tidak ingin Dira melakukan hal konyol yang akan mempermalukan Bela lagi.


"Mario, duduklah" Bela menahan tangan Mario saat melihat dia ingin berdiri dan menghampiri Dira yang ada di depan kelas.


Bela menjelaskan bahwa dia harus mendengarkan pengumuman apa yang ingin dikatakan oleh Dira untuk mengetahui lebih dalam lagi cerita omong kosong yang sedang dibawanya. Mario menuruti ucapan Bela jadi dia mencoba tenang dengan hal tersebut.


"Baiklah, kalian dengar baik-baik bahwa teman kita yaitu Bela. Dia sudah menikah! " Mata Bela melotot saat mendengar pernyataan dari Dira.


Bela tidak menyangka jika Dira mengatakan hal tersebut pada seluruh kelas. Bela mencoba bersikap tenang agar tidak ada yang mengetahui bahwa ucapan dari Dira itu adalah sebuah kebenaran.


Mario yang mendengarkan hal itu juga terkejut. Walaupun dia membenci kakaknya, tapi Mario tetap menyayangi Bela dan merahasiakan kehidupan pribadinya.


"Dia sudah memiliki suami tapi masih tidak memiliki malu karena dia berangkat sekolah seolah-olah dia adalah remaja bukan. Padahal diia sudah menjadi istri orang" kesombongan Dira untuk memanaskan emosi para siswa yang berada di dalam kelas.


Semua siswa yang Mendengar hal itu merasa tidak percaya apa yang dikatakan oleh Dira, karena yang dia tahu Bela adalah gadis periang dan suka banyak bercanda tapi nyatanya Dia adalah seorang istri dari lelaki yang telah menikahinya.


" Bagaimana kau bisa tahu Dira, apakah dia sudah melakukan......" suara siswa lain enggan melanjutkan pernyataan itu.


Pikiran mereka sudah mengarah pada hal-hal yang vital seperti melakukan hubungan suami istri dan ada yang berpikiran bahwa Bela bukan seorang gadis lagi karena dirinya sudah tidak perawan.


"Jelas aja aku tahu karena dia sudah benar-benar sangat menjijikan " tutur Dira memberikan tatapan sinis pada Bela karena dia yakin pernyataannya akan membuat Bela hancur berkeping-keping dan juga akan membuat Bela jatuh dengan sendirinya.


Bahkan bisa dibilang dia menginginkan Bela keluar dari sekolah karena sudah merasa malu setelah mendengar pernyataan dari rahasia yang dia simpan sendiri.

__ADS_1


"Bagus sekali ceritamu Dira, kau pikir teman-teman akan percaya dengan karanganmu yang konyol itu? Sementara itu kau sendiri tidak memiliki bukti kuat jika aku memiliki suami bukan" Bela membusungkan dadanya dengan berani karena dia yakin dia tidak akan memiliki bukti walaupun hatinya masih ketar-ketir mendengar pernyataan itu. Karena ucapan Dira adalah sebuah kebenaran yang tersembunyi.


Namun Bela yakin bahwa dia bisa melawan Dira tanpa harus membocorkan rahasia Dira atau bahkan mencelakainya, karena bals dendam yang dilakukan dengan perbuatan serupa maka tidak akan ada bedanya dirinya dengan orang jahat tersebut.


Bela juga menambahkan wajah tenangnya sambil berjalan mendekati demikian pada Dira.


Sementara dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Bela karena Dira sendiri tidak memiliki bukti apapun. Dira hanya melihat saat Bela diantarkan oleh Bara ke sekolah dan juga bertemu saat itu di sebuah resto makan, jadi dia berasumsi bahwa Bara adalah suami Bela. Akan tetapi Dira tidak memegang kepastian dari hal yang sudah dia sebarkan itu dan sekarang dia memiliki keberanian untuk menyatakan omong kosong tanpa adanya bukti yang kuat.


"Betul kata Bela. Mengapa kau hanya diam saja Dira, seharusnya kau menjawab pernyataan dari Bela bukan. Apalagi kau hanya berbicara omong kosong tanpa menyatakan bukti dan membuat keadaan kelas menjadi gaduh seperti ini" teriak Sela berpihak pada Bela.


Dia sengaja memprovokasi teman sekelasnya untuk membuat Dira malu dengan perbuatannya sendiri. Meskipun dia sendiri juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi Sela tetap saja mendukung Bela dan tidak akan berhenti dengan pendiriannya.


"Benar kata Sela, dan lebih baik kau diam saja daripada harus mempermalukan dirimu sendiri" sambung Brandon dengan wajah amarahnya. Karena dia tidak ingin salah satu sahabatnya dipermalukan seperti itu oleh Dira yang memiliki mulut pedas dan banyak bicara namun tanpa bukti yang kuat dan tegas.


Brandon segera berdiri lalu menyuruh Dira agar duduk di tempatnya dan dia juga kembali berkata bahwa Dira harus diam agar tidak mempermalukan dirinya sendiri sehingga membuat kekacauan di dalam kelas.


Karena Dira yang diam adalah emas jika Dira banyak bicara adalah emas yang terbuang begitulah ucapan Brandon dengan penuh penekanan pada Dira.


Kegaduhan kelas itu berakhir dengan ketenangan yang berkaitan bersama datangnya bel masuk yang berdering kencang. Sedangkan Dira masih memiliki dendam pribadi pada Bela dan dia berjanji pada dirinya sendiri akan mencari bukti bahwa Bela telah menikah dan akan menyebarkan bukti tersebut.


Ulang tahun Bara


Karena mereka berdua ingin mendatangkan keluarga besar Baratha serta memberikan kejutan pada Bara dengan penuh rasa yang sangat spesial.


Pagi harinya Bela bersantai di dalam kamarnya tanpa berbicara apapun tentang Bara, begitu juga dengan Alex tidak ingin membicarakan hal apapun dengan Bara karena mereka berdua sudah sepakat untuk mendiamkan Bara sebelum pesta pernikahan nanti malam akan tiba.


"Kak apakah kau sudah memiliki rencana? " seru Bela pada Alex yang sedang bersantai di halaman rumah. Dia keluar dengan sembunyi-sembunyi agar tidak berpapasan dengan tuannya yang sedang memiliki hari spesial saat itu,


"Jelas saja aku sudah memiliki rencana, kau tenanglah dan ikuti alur ceritanya. Kalau bisa duduk saja dnegan santai karena aku sudah mengatur semuanya" Alex tersenyum sambil menampakan kejahilannya. Karena dia sudah mempersiapkan hal spesial tersebut untuk sahabatnya yang sedang ulang tahun.


" Alex, Alex kemarilah. Dimana kau" belum selesai Alex dan Bela berbincang-bincang, dan suara Bara sudah terdengar dengan teriakan yang cukup keras dari kamar atas dengan wajah yang mengkhawatirkan sesuatu.


Mendengar hal itu Alex tersenyum pada Bela seperti memberikan energi padanya bahwa rencana telah berlangsung sebentar lagi dan berkata pada Bela untuk menyuruhnya mengatakan pada abara jika Alex sedang pergi. Padahal dia akan masuk ke dalam melewati ruangan belakang rumah untuk bersembunyi karena dia tidak ingin berbicara pada Bara.


" Bukankah aku juga tidak ingin berbicara dengan tuan Bara, tapi mengapa engkau menyuruhku untuk menemuinya juga Kak Alex" Bela tidak setuju dengan rencana tersebut karena dia juga tidak ingin berbicara pada Bara sebelum perayaan pesta itu dimulai. Wajahnya sedikit kesal saat mendengar perintah dari Alex yang sungguh tidak ingin dia lakukan.


" Kau harus mengikuti caraku jika tidak maka semuanya tidak akan berjalan dengan lancar " Alex mencoba meyakinkan Bela untuk melakukan perintah yang diucapkan agar rencana mereka berdua berjalan lancar.


Hingga akhirnya Bela menyetujuinya akan tetapi setelah dia melihat batang hidung Bara, akhirnya Bela memberanikan diri untuk menemui Bara. Langkahnya perlahan maju dengan tenang dan dirinya berkata pada Bara bahwa Alex tidak ada dirumah karena dia pergi keluar.


Wajah Nela sungguh sangat meyakinkan sehingga dia berhasil mengeceph tuannya itu hingga akhirnya Bara juga keluar rumah sambil membawa mobil dengan wajah yang begitu meluapkan amarah.

__ADS_1


"Syukurlah aku berhasil, sepertinya dia ingin ke suatu tempat tapi apa rencana kak Alex kali ini" Bela bertanya-tanya dalam dirinya sendiri karena dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Bara dan juga dia tidak tau apa rencana yang sedang disembunyikan oleh Alex.


Pertanyaan yang terus bergelut dalam kepalanya, lalu Bela pergi menuju ke persembunyian Alex dan menanyakan hal tersebut agar Alex menceritakan semua rencananya.


"Tenang saja dia pasti akan kembali karena aku sudah membuat keributan di markasnya " jelas Alex pada Bela.


"Markas, memangnya Apa pekerjaan kalian?Bukankah dia CEO? " selama ini Bela tidak mengetahui jika Bara adalah seorang mafia yang kejam.


Karena yang pada tahu bahwa tuannya itu adalah seorang CEO yang memiliki perusahaan karena oma pernah menceritakan demikian pada Bela.


Alex terkejut karena mulutnya keceplosan mengatakan markas.


Markas juga berkaitan pada seorang mafia atau seseorang yang menyimpan senjata. Sejenak Alex terdiam untuk mencari jawaban yang masuk akal agar Bela tidak mencurigainya.


"Maksud ucapan ku markas atau gudang penyimpanan di perusahaannya" Alex terlihat sangat gugup karena takut identitasnya diketahui gadis di polos di depannya itu. Namun pada akhirnya dia berhasil mengatakan hal itu dengan sedikit ketenangan walau dirundung banyak pertanyaan dari celoteh Bela.


Sejenak Bela terdiam lalu dia mengerti ternyata markas yang dikatakan Alex adalah gudang dari perusahaan Bara bukan markas yang menyimpan sebuah barang yang ilegal.


Di malam hari semua lampu ruang tengah dimatikan terlihat wajah Bara menatap dengan penuh kebingungan saat pulang dari markas senjatanya. Wajahnya juga begitu kesal karena penghianatan yang diceritakan oleh si Alex adalah bohong, karena Bara sudah mengeceknya sendiri kenyataan sahabatnya itu sedang mengerjainya.


"Awas saja jika aku menemukan dia, akan kupiting kepalanya" gerutu Bara dengan tatapan kesal, wajahnya juga semakin kesal saat melihat lampu ruangan tengah mati dan seakan-akan tidak ada kehidupan di dalam rumah itu.


"Bela ke mana kau, Mengapa tidak menghidupkan lampu "Teriak Bara dengan keras hingga suaranya menggema di dalam ruangan tersebut.


Bara mencari di seluruh ruangan dengan menggunakan senter hp karena ruangan tersebut benar-benar sangat gelap.


" Happy birthday to you, Happy birthday to you" lagu ulang tahun dinyanyikan oleh keluarga Baratha dan secara bersamaan lampu juga menyala terang terlihat oma, Klara, Mario, Alex dan juga Bela menyanyikan lagu tersebut untuk merayakan ulang tahun Bara yang telah tiba. Bara tersenyum dengan mengesampingkan emosinya saat dirinya melihat Oma dan segera memeluknya.


"Kapan oma datang, aku sangat merindukan oma" tutur lembut Bara sambil memeluk oma dengan penuh kedamaian.


Bela tersenyum melihat tawa Bara yang terlukis karena bagi Bela kesenangan dirinya adalah melihat gantungan senyum dari bibir tuannya yang arogan. Bela sangat membenci sifat dingin dari Bara dan bahkan sangat membenci apabila Bara sedang mendiamkan dirinya.


Perayaan ulang tahun yang sangat sederhana tapi membuat hati Bara merasa sangat bahagia karena selama ini perayaan itulah yang dia rindukan. Karena semenjak kematian Denada keluarga Baratha seakan diam dalam pikirannya masing-masing tanpa harus melakukan kebahagiaan namun kali ini kebahagiaan itu datang kembali dalam keluarga mereka dan salah satunya merayakan ulang tahun Bara.


Walaupun sebenarnya Bara sendiri tidak ingin merayakan ulang tahun itu karena perayaan itu mengingatkannya pada Denada. Setiap Bara merayakan ulang tahun, Denada pasti akan menjadi orang pertama yang mengucapkan itu dan dia akan sangat antusias untuk merayakannya.


Bahkan tidak lupa hadiah yang diberikan Denada adalah sebuah hadiah sederhana namun selalu Bara ingat yaitu gantungan kunci kecil yang selalu menjadi koleksi Bara. Karena Denada sangat suka memberikan gantungan kunci itu padanya sehingga ia menyimpannya di dalam kamar dan sampai kapanpun tidak akan pernah bisa seseorang menggantikan Denada.


"Tuhan terima kasih Engkau telah memberikan kebahagiaan lagi padaku walau Sebenarnya aku sangat merindukan Denada " Bara mengadahkan wajahnya keatas seperti sedang berdialog pada Tuhan-nya untuk meminta senyuman dari mendiang adiknya yang tenang di atas surga.


__ADS_1


__ADS_2