Antara Cinta Dan Mafia

Antara Cinta Dan Mafia
81. Alex Selingkuh


__ADS_3

Bela berjalan ke kantin dengan tenang, seperti tidak sedang terjadi apapun. Dia juga pandai menyimpan bahwa dirinya telah menghubungi Beni jika tidak maka Mario akan terlihat ganas untuk memerangi saingannya itu.


"Kau dari mana saja kenapa lama sekali, lihatlah makanan itu sudah aku siapkan untukmu" tegur Sela saat melihat Bela terlalu lama tidak sampai ke kantin.


"Aku ke kamar mandi, lagi pula tidak lama kok " sahut Bela sambil bersiap untuk menikmati hidangan yang sudah dipesankan oleh sahabatnya itu.


Sementara itu Mario menatap Bela dengan sinis seakan ingin menyelidiki apa yang sedang terjadi pada Bela sebenarnya. Mario mengetahui jika Bela sangat mengkhawatirkan Beni yang tidak masuk sekolah hari itu.


Namun dia tidak memiliki alasan untuk bertanya demikian pada Bela, walaupun hatinya sakit saat sahabat sekaligus orang yang dia sayang memberikan perhatiannya pada Beni tapi Mario tetap memilih diam agar tidak menyebabkan keributan.


Pulang sekolah seperti biasa Bela masuk ke dalam mobil Alex kali ini wajah Bela sedikit tersenyum walau sebenarnya hatinya Sangat malas untuk melebarkan senyum itu.


"Akhirnya adikku yang paling cantik pulang sekolah juga" seru Alex saat melihat Bela masuk ke dalam mobil dengan senyuman kecilnya.


"Ah Kak Alex bisa saja, ayo cepatlah kita pulang aku sedang capek dan lelah " seru Bela pada Alex kemudian dia menyandarkan kepalanya sejenak dan mencoba memejamkan mata.


Namun tiba-tiba tangannya memegang sesuatu di samping kursinya. Dia melihat ada sebuah lipstik perempuan di dalam mobil dengan merk yang cukup mahal. Mata Bela segera tertuju pada Alex, karena tidak mungkin jika lipstik ini miliki perempuan darin tuannya karena mobil yang mereka tumpangi sbelah dibawa oleh Alex.


Sekarang Bela mengerti saat dirinya sekolah Alex akan meninggalkannya untuk pergi ke pekerjaan yang dia geluti atau pergi menjemput wanita lain. Karena sebuah lipstik itu sudah jelas menggambarkan bahwa itu milik seorang perempuan.


"Apa ini Kak, apakah ada perempuan lain kecuali Kak Cintia? "Ketus Bela dengan sorotan mata yang sedang menyelidiki.


Alex terkejut dengan hal itu lalu dia segera mengambil listrik tersebut dari tangan Bela dan menyimpannya.


"Ini milik rekan kerjaku Bela, tidak mungkin aku menghianati Cintia" sahut Alex dengan mimik wajah yang cukup meyakinkan.


Namun Bela masih terdiam lalu menyelidiki sekitar tubuh Alex mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut karena dia tidak setuju dengan jawaban Alex yang belum menemukan bukti secara menyeluruh.


"Kau berbohong, jika hanya bertemu rekan kerja tidak mungkin lehermu memiliki tanda merah. Dan tidak mungkin juga bajumu berantakan seperti itu" Bela menemukan keanehan dalam diri Alex karena di lehernya terlihat warna merah yang sama dengan lipstik yang dia pegang tadi.


Warna merah itu sangat jelas berbentuk bibir kemudian baju Alex terlihat sangat berantakan padahal dia berkata jika dirinya pulang dari pekerjaan yang sedang diageluti tapi mana mungkin pekerjaan seperti itu.


Walaupun Bela tidak tau tentang kegiatan orang dewasa, tapi dia mengerti apa yang dilakukan oleh kakaknya itu.


"Ini pasti digigit nyamuk" Alex memberikan alasan pada Bela bahwa yang ada di lehernya karena digigit nyamuk namun Bela tetap saja tidak akan pernah percaya dengan perkataan Alex sebab Dia melihat sendiri buktinya.


Sejenak Bela terdiam dan menatap kembali ke jalanan dengan penuh ketenangan sambil memejamkan mata sejenak. Belum sempat menghilang masalah tentang Beni tapi kini kembali hadir masalah baru yang melibatkan orang di sampingnya dan sudah Bela anggap sebagai kakaknya sendiri.


"Aku tahu bahwa kalian sedang ada masalah kak, tapi aku tidak ingin jika dirimu meninggalkan kak Cintia hanya dengan bermain bersama wanita-wanita liar di luaran sana" Bela membuka pembicaraannya walaupun matanya masih terpejam.


Namun ucapannya terasa seperti tembakan yang tepat mengenai jantung hati Alex. Bela tahu apa yang sedang terjadi antara Alex dan Cintia tapi dia tidak ingin jika cinta mereka putus hanya karena orang ketiga atau bahkan karena Alex suka bermain wanita liar. Kemudian Bela membuka matanya dan tangannya menggenggam erat salah satu tangan Alex.

__ADS_1


" Aku tidak tahu cinta kak, Tapi yang aku tahu kesetiaan itu harus ada dalam sebuah hubungan walaupun kalian jauh tapi tetap saja kepercayaan akan selalu beriringan dengan kesetiaan demi hubungan yang sehat" Bela berbicara seakan-akan dirinya adalah orang hebat yang sedang merasakan bagaimana hubungan yang dipenuhi dengan cinta.


Walaupun demikian dia tetap saja berbicara dari hati ke hati dan mengetahui tentang sebuah hubungan dari sebuah buku yang pernah dibacanya saat dia berada di dalam perpustakaan bersama Mario waktu itu.


" Bela dari mana kau tahu tentang sebuah hubungan, sedangkan kau sendiri masih kecil Bella" ujar Alex.


"Aku memang masih kecil Kak tapi aku tahu bagaimana perasaan kak Cintia bila melihat kau terus bermain dengan wanita lain. Aku juga tidak mengerti bahwa dirimu bukan hanya bermain dengan wanita ini saja melainkan masih banyak wanita " Bela kembali mengatakan sesuatu yang mengejutkan bagi Alex karena selama ini Alex bermain dengan banyak wanita setelah Cintia kembali ke Amerika.


Bela juga mengatakan bahwa dirinya mengetahui setiap Bela dijemput oleh Alex maka dia selalu memperhatikan jika rambut Alex akan selalu berantakan kemudian bajunya tidak teratur bahkan kancingnya juga tidak tertutup sesuai dengan tempatnya.


Bela memperhatikan sedetail itu namun dirinya masih terdiam karena belum memiliki bukti yang cukup. Sebenarnya Bela tidak memiliki hak untuk ikut masuk dalam sebuah hubungan antara Alex dan juga Cintia namun dia juga wanita yang merasakan rasa sakit bila melihat Alex menghianati cinta yang telah mereka bina selama ini.


Bela juga menyayangi Cintia sebagai sahabat atau bahkan seorang kakak, jika mengingat tentang Cintia maka hati Bela hancur. Gdis itu berjuang sendiri dnegan tidak menggugurkan bayi dalam kandungannya karena dia masih memiliki baluri hati seorang ibu. Walau bayi itu adalah anak h*r*m.


" Aku adalah wanita dan kak Cintia juga wanita, maka tolong jangan sakiti seorang wanita kak. Aku tahu kalau kau adalah orang baik dan aku juga tidak mengerti apa yang kau lakukan di luar sana tapi aku yakin bahwa hatimu masih tetap untuk Kak Cintia " lagi-lagi Bela mengatakan hal kebenaran meskipun dia tidak mengetahui tentang kenyataan yang sedang Alex jalani.


Tapi dia yakin bahwa Alex adalah orang baik yang masih memiliki hati dan nama Cintia di dalam jiwanya.


Alex menghentikan mobilnya lalu dia menepi di sebuah minimarket dan memarkirkan mobilnya. Dia masuk ke dalam minimarket dan menyuruh Bela untuk menunggu di dalam mobil dan Alex beralasan untuk mencari minum. Padahal dia membutuhkan ketenangan atas pikiran yang sedang kacau balau setelah mendengar ucapan Bela.


"Kau tunggu di sini saja jangan kemana-mana, aku ingin mencari minum dan makan karena perutku sangat lapar" perintah Alex pada Bela.


"Kenapa kau lakukan itu Kak, padahal aku hanya ingin kau berubah ke Alex " gunam Bela berbicara sendiri di dalam mobil sambil menyandarkan sejenak kepalanya.


Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan saat itu, Bela juga paham jika dirinya hanya anak bau kencur yang memaksa masuk ke area dewasa. Karena masalah Alex yang cukup rumit membuat kepala Bela semakin pusing memikirkan hubungan mereka berdua.


Memang Bela tidak memiliki hak untuk ikut campur namun dia memiliki hak untuk membela wanita yang sedang disakiti hatinya karena dia tahu bagaimana berada di posisi tersebut di saat kekasihnya tidak peduli walau sedikitpun atau bahkan menghianati dirinya.


Beberapa detik kemudian Bela mengarahkan pandangannya pada sebuah jalanan yang cukup ramai. Lalu dia tidak sengaja melihat Beni yang sedang memperbaiki motor di sebuah bengkel. Namun Beni bukan sebagai pemilik melainkan dia sebagai pekerja karena terlihat dari pakaian yang seragam dengan para pekerja lain dan Beni juga sedang memperbaiki motor dari pelanggannya.


" Apa yang dia lakukan, apakah ini alasannya dia tidak masuk sekolah? berarti saat aku telepon tadi dia membohongiku " Bela berdiskusi sendiri dengan pikirannya, sedangkan dirinya masih berada di dalam mobil.


Lalu Bela keluar dari mobil dan berniat untuk menghampiri Beni serta menanyakan mengapa dia bolos sekolah namun dirinya berada di bengkel dan menjadi pekerja. Bela segera menyeberang jalan tersebut lalu berdiri di depan Beni.


"Kau membohongiku, Apakah ini alasan kau tidak masuk sekolah? " seru Bella tepat di depan Beni. Sejenak Beni meletakkan alatnya lalu menoleh pada gadis yang sedang berdiri di depannya dan ternyata dia adalah Bela dan membuat dirinya terkejut.


Beni tidak bisa berkata apapun Lalu dia beranjak pergi dari hadapan Bela dan tanpa menghiraukan ucapan yang mereka katakan.


"Ada apa denganmu, apakah kau ada masalah? " Bela terus mengejar Beni dan memberikan beberapa pertanyaan namun tetap saja Beni tidak menghiraukan itu dan memilih meninggalkan Bela.


"Beni tunggu" teriak Bela sambil mencengkram lengan Beni dan menahannya agar dia tidak pergi lagi. Karena Bela butuh berbicara dengan Beni tentang apa yang sedang dia lakukan pada hari ini. Pikiran Bela beranggapan bahwa sekolah itu sangat penting jadi Beni tidak boleh menyia-nyiakan hal itu .

__ADS_1


"Saat ini aku tidak ingin berbicara Bela, Lebih baik kau pulang saja "tutur lembut Beni menyuruh Bela untuk pulang dan tidak mencampuri atas masalahnya.


Kemudian Beni melepaskan secara paksa genggaman Bela lalu dia kembali pergi meninggalkan Bela dan masuk ke dalam bengkel.


Bela hanya bisa berdiri dan terdiam di tempat itu tanpa bisa mengejar Beni ke dalam bengkel karena dia tahu dari tatapan Beni terlihat dirinya sedang dirundung masalah. Namun sepertinya Beni belum bisa untuk menceritakan semuanya.


Akhirnya Bela memutuskan untuk pergi dari bengkel tersebut dan meninggalkan Beni sejenak untuk menenangkan dirinya sendiri.


" Apakah masalahnya sangat besar sehingga dia harus bolos sekolah dan kerja di bengkel" Bela masih bertanya-tanya melihat keadaan itu. Namun yang pasti dia sudah mengerti jika Beni sedang tidak baik-baik saja.


" Bela sedang apa kau di sini" Alex menghampiri Bela saat dia melihat mobil kosong dan mencari Bela serta menemukannya di bengkel yang terletak di seberang jalan.


Sejenak Bela terdiam melihat Alex karena dia tidak mungkin berbicara bahwa dirinya sedang menemui seseorang temannya yaitu Beni. Karena Bela takut jika Alex tahu kemudian berbicara pada Bara maka habislah dirinya sebab Bara tidak suka jika Bela bersama lelaki lain kecuali dirinya.


" Tidak aku hanya jalan-jalan dan tidak sengaja mampir ke bengkel ini juga melihat motor itu sangat bagus" ujar Bela berbohong.


" Ayo kita pulang sebelum petang karena Bara sudah menelponku " jelas Alex.


Bela menuruti Alex dan kemudian mereka berdua pulang bersama. Di dalam mobil Bela masih meletakkan pikirannya tentang apa yang sedang terjadi pada Beni.


Dia memang tidak mengerti masalah apa yang sedang bergelut dalam kehidupan Beni akan tetapi Bela hanya ingin membantu Beni apapun itu. Karena selama ini Beni sangat baik pada Bela dan dia ingin membantu sesama sekaligus membalas budi.


Karena sebenarnya masalah itu akan terasa ringan apabila seseorang memiliki sandaran untuk bercerita dan menetapkan hatinya walau hanya sekedar meringankan sedikit masalah tersebut.


Sesampainya di rumah Bela dan Alex tidak banyak bicara dan mereka masuk ke dalam rumah tanpa banyak kata.


"Kenapa kalian pulang terlambat, Apakah kau mencoba kabur lagi dariku?" Seru bara yang turun dari tangga setelah melihat Bela dan Alex datang dari sekolah.


" Tidak, tadi aku mampir ke minimarket sebentar karena Perutku lapar " sahut Alex untuk menghilangkan tuduhan yang berbuat pada Bela. Setelah menjawab itu Alex kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk menenangkan pikirannya sejenak.


Sementara itu Bela juga ingin masuk ke dalam kamarnya akan tetapi Bara lebih cepat mencengkram tangan Bela untuk menghentikan langkah gadis itu pergi dari hadapannya.


"Aku belum selesai berbicara denganmu " tangan kekar Bara kembali mencengkeram erat lengan Bela dan tidak ingin membiarkan gadis itu pergi begitu saja.


" Tenang saja tuan aku akan memasak untuk makan malam, tolong izinkan aku beristirahat sebentar" sungguh hari itu Bela sangat malas untuk berbicara karena pikirannya masih dipenuhi tentang masalah Beni yang belum terpecahkan dalam otaknya serta masalah Alex yang masih bergelut dalam pikiran Bela.


" Kau sudah berani melawanku" bentak Bara sambil mencengkram dagu Bela dan menempelkan wajahnya ke dinding serta menata Bela dengan sorotan tajam yang penuh amarah.


Padahal Bela hanya berbicara itu saja namun membuat Bara mengeluarkan amarahnya dan hendak siap menghantam Bela. Bara memang tidak suka apabila ada seseorang yang membantah perintahnya apalagi dia tidak ingin mematuhi perintah tersebut maka jangan harap besok hari akan melihat matahari dengan damai.


__ADS_1


__ADS_2