
Alex menanggapinya dengan tenang karena dia tahu bahwa Bela sudah dua kali kabur dari sekolah namun satu-satunya orang yang paling disusahkan adalah Alex, sebab dia terus mencari di manakah Bella berada untuk mendapatkan gadis kecil itu baik-baik karena kalau tidak dirinya yang akan habis saat menghadapi Bara. Bos mafia itu tidak akan membiarkan Alex teledor mengawasi istri kecilnya.
"Tenang saja kak aku akan patuh, tapi kali ini aku sangat berterima kasih dengan Mario dan juga dirimu yang selalu setia menungguku "seru Bela sambil memeluk Alex dengan erat.
Lagi-lagi Beni melihat pemandangan yang tidak mengenakan matanya karena dia melihat Bela kembali memeluk seorang lelaki. Rasanya seketika hati Beni hancur kembali saat melihat pemandangan tersebut.
"Baru saja aku melihat Bela memeluk Mario, dan sekarang dia memeluk lelaki lain. Sungguh soal hatiku sakit lagi Tuhan" wajah Beni kembali murung dan terlihat sangat lucu.
Entahlah bagaimana bisa ini terjadi karena rasanya Beni benar-benar sakit hati menemukan dua orang lelaki dipeluk Bela di hari yang sama, sedangkan dia mengharapkan hal itu dan melakukan berbagai cara tapi kenyataannya tidak mendapatkan apa-apa.
Namun seketika pikiran Beni kembali berubah untuk menghilangkan pikiran negatif menjadi pikiran positif.
"Tidak tidak sepertinya itu kakak Bela, benar dia kakak Bela aku harus menemui mereka untuk meminta restu pada kakak Bela "ujarnya dengan penuh semangat dan percaya diri.
Akan tetapi baru saja Beni melangkahkan kakinya untuk menghampiri mereka, namun Bela dan Alex sudah pergi begitu juga dengan Mario masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
Kali ini Beni kembali kalah start karena tidak bisa berbicara banyak dengan Bela dan lelaki yang dia lihat tadi yaitu Alex. Akhirnya wajah putus asa bercampur aduk kini kembali melangkah ke parkiran untuk pulang.
Memang cinta terkadang membuat kita tidak bisa berfikir jernih. Antara benar dan salah, antara bahagia dan terluka. Namun yang jelas cinta akan terus berlanjut sesuai waktunya.
"Kak kita berhenti di toko kue ya, aku ingin membelikannya untuk tuan Bara agar dia bisa kembali berbicara seperti dulu padaku. Bukan hanya diam saja seperti itu dan terlihat bagaikan patung" seru Bela tanpa disadari orang yang dibicarakan olehnya adalah seorang mafia. Alex hanya mementingkan senyum kecil dalam bibirnya saat mendengar hal itu, tapi untung saja dia mampu menahan.
"Memangnya kau mau beli kue apa? " Alex menanggapi celoteh gadis itu.
"Kue tart atau bolu mungkin kak" Jelas Bela.
"Sebaiknya kau beli bolu coklat saja, karena Bara paling suka itu" Alex memberikan saran tentang apa yang dia tau dari Bara.
"Ide bagus, aku akan membelinya" Wajah Bela terlihat sangat senang, karena dia akan membelikan sebuah kue kesukaan Bara.
Sejenak Bela berfikir, padahal saat di rumah oma dia suka membuat kue bolu coklat. Akan tetapi Bara hanya makan sedikit saja, padahal kue itu kesukaannya. Jadi Bela tidak menyangka jika Bara sangat menyukai kue bolu coklat. Dan yang dia pikirkan hanyalah kue tart saja.
Alex membawa ke tempat penjual kue bolu coklat langganan Bara. Alex juga ingin Bara memiliki sedikit perhatian pada Bela karena dia merasa kasihan dengan perjuangan gadis kecil itu hanya untuk membuat Bara senang walaupun di dalam hidupnya selalu mendapatkan perundungan dari Bara.
"Masuklah" Perintah Alex
"Disini kak? " wajah polos Bela terus terlukis, seperti anak SD yang takut untuk masuk toko besar.
"Iya, bilang saja bolu coklat dengan toping coklat parut" Alex memberikan gambaran detail kue kesukaan Bara agar perjuangan Bela memberikan kue tersebut tidak sia-sia.
Wajah Bela terlihat sangat senang setelah mendapatkan kue yang dia pesan. Lalu dirinya tidak sabar untuk pulang dan memberikannya pada Bara. Alex memperhatikan wajah Gadis itu yang terasa sangat hangat dan benar-benar menebarkan senyuman yang bahagia.
__ADS_1
Seketika wajah Alex juga melebarkan senyumnya. Entah mengapa bila Alex melihat Bela tersenyum rasanya dia ingin tersenyum juga karena menurut hatinya gadis itu memberikan kebahagiaan walau tak menyeluruh. Karena setiap hari Bela selalu menghibur Ales di saat sedih Begitu juga dengan Alex yang akan membuat Bela tersenyum kembali saat sedih menyelimuti.
" Aku yakin pasti tuan Bara akan senang" kepercayaan diri Bela meningkat saat mereka sudah berada di depan gerbang rumah.
Setelah mereka turun dari mobil, Bela langsung berlari tanpa berganti baju dia meletakkan tas dan langsung mengetuk pintu kamar Bara dengan penuh semangat dan senyuman di wajahnya. Alex menatap hal itu dengan senyuman dan juga gelengan kepala atas kelakuan gadis lincah itu.
* tok tok tok*
"Tuan cobalah keluar aku membawa sesuatu untuk mu "teriak Bela dari luar, tidak lama kemudian Bara keluar dari kamarnya.
"Kau sangat berisik sekali, mengapa kau selalu mengganggu ketenanganku "Tegur Bara dengan kasar saat dia keluar dari kamarnya dan membuka pintu.
Wajahnya terlihat sangat kesal karena mendengar Bela mengetuk pintunya dan teriak-teriak saat dirinya sedang menginginkan ketenangan dalam kesendirian itu. Sorotan mata tajam seakan ingin menghempaskan gadis yang ada di depannya.
" Maaf tuan aku hanya ingin memberimu kue bolu ini, aku harap kue ini bisa menenangkan hatimu " ujar Bela dengan wajah yang penuh semangat dan kebahagiaan.
Dia berharap kue itu diterima oleh Bara dengan senang agar bisa membuat hatinya menjadi tenang dan tidak mudah untuk marah-marah.
* Brak* Bara melemparkan kue itu sehingga berceceran di atas lantai.
Seketika Bela terdiam dan menatap Bara dengan ras yang tidak percaya. Hatinya tertegun dan merasa heran karena apa yang ada di pikiran Bela ternyata itu hanya hayalan saja dan kenyataannya Bara membuang kue itu dengan wajah yang sangat marah.
"Karena kau telah mengganggu ketenanganku, aku tidak ingin seseorang mengusik saat aku di dalam kamar. Tapi kau selalu mencari banyak cara untuk membuatku marah "bentak Bara dengan nada yang tinggi.
Lalu tuan mafia itu segera menutup pintunya dengan keras dan masuk ke dalam kamarnya serta meninggalkan Bela. Sementara itu Bela memungut kue bolu yang sedang berserakan di lantai dengan sabar dan menahan sesaknya dada. Memang kue itu sudah kotor karena terjatuh di atas lantai akan tetapi Bela berpikir bahwa itu mubazir jadi dia memungutnya dan segera turun ke bawah.
Sungguh membuat hatinya sakit hati karena yang dia harapkan tidaklah nyata sebab Bara membuang kue dengan amarahnya yang tinggi. Bela membawa kue itu lalu duduk di luar berteman dengan hembusan udara dingin yang ingin membawa masalahnya pergi. Bela menyendiri di atas gazebo bersama penerangan rembulan serta tangannya memegang erat kotak kue bolu tersebut.
Bajunya masih menggunakan seragam sekolah, pikirannya begitu sakit setelah melihat tuannya yang ingin dia bahagiakan kini telah mematahkan kembali hatinya itu.
"Malam kali ini kueku dibuang olehnya, biarkan saja kau yang menemani aku makan kue ini " seru Bela dengan nada pilu.
Dia memakan kuenya dengan sangat ganas karena hatinya benar-benar dipeluk oleh rasa kekesalan namun tidak bisa dia luapkan. Bela memakan kue itu dalam malam yang sunyi serta sedikit air matanya menetes. Lagi-lagi Bela mengingat bahwa dirinya belum bisa mendapatkan cara bagaimana dihargai oleh orang lain.
Hatinya terus merasa bahwa apa yang dilakukannya masih belum membuat orang lain tersenyum, salah satunya adalah Bara.
" Beginilah hidupku mungkin sampai akhir hayat hidup ini tidak akan pernah berubah "ujarnya lagi sambil memakan kue tersebut dengan brutal serta tetesan air mata menemaninya di sepanjang malam tanpa ada yang tahu.
Sementara itu dari kejauhan Alex menatapnya. Dia terdiam dan tidak ingin mendekati Bela karena dia tahu hati gadis kecil itu sedang hancur. Selama ini Alex tidak pernah melihat Bela menangis karena yang dia tahu Bela selalu memberikan tebaran senyum dan kebahagiaan.
Namun kali ini sangat berbeda dengan Bska yang ada di hari biasanya, karena hati tulusnya telah dipecahkan oleh tumpahan bolu yang sengaja dilemparkan Bara dan membuat hatinya sungguh sangat sakit.
__ADS_1
"Aku tidak tahu bagaimana caraku menolong, tapi yang jelas aku akan menjagamu walau Bara sahabatku sangat ingin membalaskan dendam yang membuatmu menderita "ujar Alex sambil menatap Bela yang sedang menyendiri serta penuh dengan kepedihan.
Alex sendiri merasakan kebimbangan karena dia tidak tahu apakah harus berpihak pada Bela ataukah pada Bara, sedangkan dirinya adalah sahabat Bara bahkan bisa dibilang saudara. Di lain sisi Alex juga tidak terima jika Bara bersikap semena-mena serta membalaskan dendamnya pada gadis yang tidak bersalah yaitu Bela.
Karena Alex sendiri sudah tahu bagaimana kehidupan Bela sebelumnya yang sangat disia-siakan oleh ayahnya dan sekarang Bela juga yang harus menanggung perbuatan keji ayahnya karena Bela harus berhadapan dengan Bara atas nama dendam yang sedang digenggam oleh sahabatnya itu.
" Lihatlah kue ini sangat enak tapi dia sungguh bodoh karena telah membuang kue ini sia-sia " celoteh Bela pada malam yang sepi mslambung dihempaskan oleh udara. Dia merasa hanya ada bintang dan rembulan yang menjadi teman saat dia sedih.
Malam itu dia tidak sedih di kamar melainkan di ruangan terbuka untuk mencari angin agar membawanya pulang entah pulang ke mana, di bumi atau di langit yang penting rasanya Bela ingin menghilang karena tidak pernah mendapatkan kasih sayang serta merindukannya bahkan hidupnya selalu dirundung dengan kesedihan di setiap episode yang dia jalani.
"Asik ternyata kuenya sudah habis, rasanya sangat enak lain kali aku akan beli dan memakannya bersama kak Alex " tawa Bela sambil berbicara sendiri di tengah-tengah malam kemudian dia membersihkan tempat itu lalu beranjak pergi.
Sedangkan Alex masih mengawasinya tapi saat ini dia melebarkan senyum setelah melihat percakapan Bela yang berbicara dengan udara.
"Sungguh gadis aneh, benar lain kali makan saja kue itu denganku daripada hatimu terus dihancurkan oleh Bara"nsungguh hati Alex sangat baik karena dia tidak rela bila gadis kecil yang selalu bersamanya disakiti oleh sahabatnya.
Namun dia juga tidak bisa mencegahnya karena hal itu sudah menjadi kehendak Bara dan sekaligus atasannya. Lalu Alex masuk ke kamarnya dan dia juga meninggalkan tempat itu walaupun dalam pikirannya masih bimbang tentang Bela yang tidak pernah bahagia.
Memang kebahagiaannya selalu dia pancarkan di luar namun saat dirinya sendiri maka kebahagiaan itu seakan lenyap dan berganti menjadi kesedihan dalam diam yang tak berarti.
Pagi
Sarapan pagi dilakukan seperti biasa tidak ada yang bicara atau perbincangan ringan sekalipun. Bela hanya terdiam melakukan tugasnya setelah itu makan bersama dan saat selesai makan dia kembali ke kamarnya untuk pergi bersekolah.
"Aku ingatkan lagi padamu bahwa kau jangan pernah dekat dengan laki-laki lain. Jika kau berani melakukan itu maka aku tidak akan tinggal diam" seru Bara saat Bela hendak melangkahkan kakinya untuk pergi bersekolah.
Sejenak Bela terdiam lalu menatap Bara sekejap saja kemudian dia pergi tanpa banyak kata dia tahu bahwa ucapan Bara adalah perintah namun saat dirinya menyendiri kesadarannya mulai terbuka bahwa hidupnya membutuhkan kebebasan bukan tekanan dan ikatan yang jelas-jelas tidak ada gunanya untuk mental Bela saat itu.
Saat di dalam mobil dia mencoba diam dan merenung untuk mendapatkan kembali semangatnya serta jalan cerita yang harus dia ukir sendiri untuk mendapatkan kebahagiaan sampai kapanpun.
"Kak Alex 5 hari lagi adalah ulang tahun tuan Bara, aku ingin merayakannya namun aku yakin bahwa dia tidak suka jika aku merayakan ulang tahun itu. Apakah kau memiliki masukan untuk ku atau apakah kau bisa membawa oma agar bisa membantuku untuk merayakan ulang tahun itu " Bela membuka pembicaraan tentang ulang tahun Bara yang direncanakan.
Awalnya dia sangat semangat untuk merayakan itu namun seketika hatinya runtuh dan semangatnya menghilang karena Bela merasa bahwa Bara tidak akan senang tentang apapun yang mereka lakukan.
"Itu ide bagus, aku akan membawa oma datang dan membantumu untuk merayakan ulang tahun daerah "Alex mendukung apa yang Bela inginkan karena dia tahu bahwa Bara akan sangat membenci jika Bela sendiri yang merayakan ulang tahun tersebut.
Maka sebab itu Alex menyetujui rencana Bela yang ingin membawa oma dan keluarga besar Bara datang untuk merayakan ulang tahun Bara. Apalagi pada saat itu Bara akan melakukan pertemuan besar dengan beberapa ketua geng mafia yang ada di luar negeri namun tersembunyi.
"Kau siapkan saja apa yang ingin dilakukan, dan siapkan saja sesuka hatimu untuk membuat Bara senang. Sebenarnya anak itu adalah tipe penyayang walau dia tidak menunjukkannya secara terang-terangan. Aku tahu bahwa Bara sangat menyayangimu Bela walau dia menganggapmu istri pura-puranya "Alex mencoba mendinginkan hati Bela dengan cara berbohong dan mengatakan bahwa Bara menyayangi orang lain tanpa menunjukkan secara langsung.
__ADS_1