Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Jodoh pilihan umi dan abi untuk byan.


__ADS_3

Pagi ini, Bandara soekarno hatta 06:15 am.


Seseorang pria paruh baya menunggu kedatangannya.


"Selamat pagi den byan" sapa pak mahmud sembari meraih kopper byan.


"Pagi pak amud, kita pulang sekarang ya" Ajak byan


"Apakah den byan tidak ingin istirahat dulu?" Tanya pak amud.


"Dirumah saja pak." byan melangkahkan kaki menuju mobil.


20 menit perjalanan lebih cepat menuju rumah, pagi ini hari sabtu jadi kota jakarta sedikit lengang.


Pak amud mengemudikan mobilnya menuju komplek perumahan elit. Hingga berhenti pada rumah megah berwarna putih.


Dilihat diluar pintu abi dan umi byan sudah menunggu. Tak tertinggal disana juga ada seorang wanita dengan senyum merekah menyambut kedatangannya.


"Assalamualaikum umi, abi?" byan menyalami tangan orang tuanya bergantian.


"Waalaikumsalam.." Keduanya serentak.


"Hai by,." Agatha menyapanya dengan wajah bahagia.


"Hay Tha,.. Umi, abi, Byan mau istarahat kekamar.." byan meluncurkan senyum kecilnya. tanpa basa-basi Byan melangkah kearah kamarnya yang berada di lantai dua.


Agatha Putri afrizal adalah wanita yang dijodohkan oleh kedua orang tua mereka pada byan.


Keluarga malik dan keluarga afrizal sudah bersahabat sejak lama.


Mereka memutuskan untuk menjodohkan putri semata wayangnya dengan keluarga malik. Awalnya Raihan putra sulung Malik yang akan dijodohkan dengan agatha, namun agatha lebih menyukai byan sehingga ayahnya Afrizal menyerahkann pilihan pada putrinya.


Didalam kamar, byan merebahkan tubuh lelahnya. Dilihat ponselnya tak ada notifikasi apapun. Byan membuka kontak mencari nama Asmara, sungguh byan ingin menghubunginya. Tapi byan membatalkan rencananya itu. Byan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Semua keluarga berkumpul dimeja makan menunggu byan, termasuk agatha yang sedari tadi menoleh kearah atas menunggu kehadiran byan tidak sabar.


Perlahan byan turun dari tangga. Dipandanginya wajah tampan yang setelah sekian lama dirindukannya. Sungguh agatha tak mengedipkan matanya hingga umi andryani mengagetkannya.


"Ehemmm, Byan terlalu tampan ya tha?" Umi andryani tertawa kecil melihat tingkah agatha yang sedikit linglung.


"Oh, umi..." Agatha tersenyum malu.


"Nak, sini duduk didekat umi"


Byan meraih kursinya disamping umi, sehingga duduknya kini berhadapan dengan agatha.

__ADS_1


"Byan mau makan apa?" Tanya umi andryani.


"Itu aja umi," Byan menunjuk kearah telur dadar juga sambal kentang.


"Makan yang banyak nak, Kau terlihat kurus. Apakah pekerjaanmu berat?" Tanya Abi malik sembari menatap byan.


"Ah, tidak bi. Mungkin produk baru yang akan launching membuat aku harus mengeluarkan tenaga ekstra. Aku hanya sedikit menguras otak untuk berpikir" senyum byan menatap abinya.


"Jadi, kamu betah dijogja nak?" Umi andryani menyela.


"Sangat umi" Jawab byan sembari membayangkan wajah seorang asmara yang sangat dirindukannya.


"Wah.... jadi kapan mau ajak agatha main-main kesana?" umi menatap agatha diseberang meja.


"Untuk apa mi?" Tanya byan.


"Loh... kok untuk apa? kan biar atha tau bagimana suasana dijogja" umi menatap byan yang sedang serius dengan makannya.


"Tanpa aku atha bisa kejogja" Celetuk byan.


"Kan maunya sama kamu nak, kasian atha kalo ke jogja sendirian. Dia juga kan harus tau gimana keadaan calon suaminya disana, terus...." Belum sempat umi melanjutkan omongannya. Abi malik memotongnya.


"Hmmm umi, byan masih lelah. Biarkan byan istirahat dulu."


Wajah agatha terlihat kecewa begitu mendengar ucapan byan. Agatha bangun dari kursinya.


Agatha membungkukkan tubuhnya menyalami mereka. Ditatapnya byan masih saja asik dengan makananya. Agatha begitu kesal dengan perlakuan byan. Entah mengapa hingga sekarang byan masih begitu acuh padanya.


"Baik, hati-hati ya tha.. Nanti pak mahmud yang akan mengantarmu" jawab abi malik.


Agatha meninggalkan tempatnya dengan rasa kecewa.


"Byan, kenapa nak?, kenapa hingga sekarang kamu masih acuh dan bersikap dingin sama atha? kasihan dia dari pagi sudah datang kesini hanya untuk menunggu kamu bahkan dia juga yang memasak semua ini untukmu nak" Umi andryani masih penuh tanya. Mengapa anaknya tak berubah. Setelah beberapa bulan di jogja. Ia masih saja acuh terhadap calon istrinya.


"Byan atha itu calon istri kamu? perlakukanlah dia dengan baik" Abi malik menambahkan.


"Dia hanya calon istri pilihan umi dan abi, Bukan pilihan byan" Byan menghentikan makannya.


"Tapi umi sama abi memilih juga tidak asal-asalan nak, atha wanita baik, pintar, cantik, apa yang kurang darinya?" Umi menatap learah byan.


"Mungkin itu penilaian abi dan umi" Byan meraih gelas dan meminumnya.


"Byan... mungkin setelah menikah kamu akan menerimanya seiring berjalannya waktu" Ucap abi malik.


"Nak, tidak baik menolak jodoh.. Apa lagi ini pilihan abi dan umi. Di coba pendekatan saja dulu sama agatha, kamu hanya belum mengenalnya nanti kalau sudah tahu sifat dan prilakunya kamu pasti langsung jatuh hati dan tak mau melepaskannya lagi. Umi yakin itu..." Umu andryani mencoba merayu byan yang kukuh pada pendiriannya sejak awal.

__ADS_1


"Dari awal byan sudah menolak perjodohan ini, maka byan juga akan menolak untuk menikahinya" Byan bangkit dari kursinya dan pergi menuju kamarnya di lantai dua.


Umi dan abi malik pun terdiam. Bagaimana mereka menjelaskan pada keluarga afrizal jika Fabyan tetap kukuh pada pendiriannya.


Sungguh keras byan begitu kepala.


Jika byan tak mau menikahi agatha, maka hilanglah kesempatan bagi umi andryani dan abi malik untuk memiliki menantu yang baik dan cantik seperti agatha.


"Anak abi sungguh keras kepala!" Celetuk umi.


"Itu meniru sifat umii..." Jelas abi malik.


"Hmmmm.. iya juga ya? mudah-mudahan ada hidayah ya bi. Semoga byan mau menerima agatha.." Umi andryani sangat berharap.


***


Sementara di sebuah butik, agatha melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya.


"Pagi bu atha tersayang...." Sapa ayu asistennya.


"Pagi ay.." Senyum agatha.


"Gimana? dah ketemu ama calon suami?" Ayu mendekat ke arah agatha. Agatha memang atasannya, tapi ayu adalah asisten sekaligus sahabatnya.


"Calon suami yang auper dingin seperti ice? Ice yang beku di kutub Utara!" Agatha menyunggingkan bibirnya sinis mengingat perlakuan byan padanya.


"Dingin? kutub utara? jangan bilang kamu adalah seekor pinguin lucu yang akan menghuni lautan ice di kutub utara? Kikikiiik" Ayu terkikik pelan menggoda agatha.


"Sepertinya byan masih sama seperti dulu ay, dia masih susah untuk di lunakan!" Wajah agatha terlihat lemas.


"Apa dia masih menolakmu?" Tanya ayu ingin tahu.


"He'um.. Bahkan menatapku pun tidak sama sekali!"


"Miriss sekali!!! Atau dia hanya takut tha, jika sekali menatapmu dia takkan bisa berpaling lagii!"


"Apa iya ay?"Agatha mengerenyitkan dahinya.


"Kamu sungguh tak memiliki pengalaman dalam cinta ya tha?" Ejek ayu padanya.


"Aku tak pernah memiliki hubungan apapun ay, apalagi pacaran?" Jujur agatha pada ayu yang lebih banyak pengalaman tentang cinta.


"Jadi baru kali ini kamu mencintai seorang pria??


"Ya.. Hanya byan yang pertama. Ah sudahlah, kita harus selesaikan design gaun ibu rita. Bulan depan dia akan kembali."

__ADS_1


"Ok.. Tapi tha.. Cobalah kamu sentuh byan, atau bila perlu kamu peluk dia! Pasti dia akan luluh!"


"Dasar kamu ay.. Ajaran sesat!!!"


__ADS_2