Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Sebuah janji untuk juna..


__ADS_3

Karena merasa telah puas belajar mengendarai mobil, asmara dan juga juna istirahat sejenak.


Juna sempat memotret asmara dengan ponselnya, sadar akan kamera juna asmarapun menatap kearah juna dan sedikit berpose.



🍒 Asmara lagi auh readers, inipun pake jaket juna😉 Juna baik banget ya, ini tulus nggak sih? Apa karena ada maunya? Hayo siapa yang dukung asmara sama juna?? atau asmara tetap sama byan? Bantu kasih saran dan komentarnya ya readers... Terimakasih..


"Aku akan menyimpannya!" Juna melangkah kearahku dan duduk disebelahku.


"Untuk apa pak?? Mengapa bapak menyimpan fotoku?" Tanyaku tak mengerti.


"Tahun depan foto ini akan tampil diponselku sebagai kenangan." Jelas juna padaku.


"Kenangan??" Aku mengarahkan tatapanku pada juna.


"Ya, google foto akan otomatis memberi tahu. KENANGAN ANDA SATU TAHUN YANG LALU! Bukankah begitu??" Junapun kini mengarahkan matanya menatapku. Namun aku memalingkan tatapanku darinya.


"Mara, tak apa mengingat sebuah kenangan. Bahkan kenangan pahit sekalipun! Itu akan memotivasi diri kita agar lebih baik!" Sambung juna lagi.


"Berarti hari ini adalah kenangan pahit untukku pak?"


"Ya, bisa jadi begitu mara!.. Bagaimana perasaanmu sekarang? Apakah sudah membaik?"


"Sedikit..." Aku menunduk serta menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku.


"Baguslah, aku yakin perlahan kamu akan bisa menghilangkan rasa cintamu terhadapnya, meskipun kamu tidak bisa melupakannya! Yah, semoga saja.. Aku tak tahan melihatmu terus terpuruk! Kau masih muda, baik, pintar, masa depanmu masih panjang dan kau juga cantik...."


"Aku cantik??" Entah mengapa dari sekian banyak pujian yang dilontarkan oleh juna aku tertarik dengan kata-katanya yang menyebutkan jika aku cantik.


"Ya, tentu saja cantik. Kau seorang wanita bukan??" Juna terkekeh melihat ekspresiku.


"Ya ampun pak juna!" Secara spontan aku langsung memukul bahunya.

__ADS_1


"Wajahmu memerah, jika ingin tersenyum maka tersenyumlah mara.." Juna kembali menggodaku. Yang benar saja, aku tak tahan dengan candaannya. Namun ku akui jika aku senang dengan perlakuannya sekarang. Aku jadi merasa terhibur.


"Terimakasih pak juna, maaf jika aku banyak merepotkanmu. Aku akan membalas semua kebaikanmu padaku suatu saat nanti.." Kini tatapan kami berduapun bertemu.


"Untuk apa?" Tanya juna dengan tatapan ingin tahu.


"Untuk jaketnya pak.. Dan untuk semua kebaikanmu kepadaku selama ini. Aku berjanji akan membalas semua ini..!" Mengapa aku berjanji seperti ini! Sepertinya otakku bekerja untuk memerintahkan mulutku agar mengeluarkan kata-kata itu.


"Aku menantikannya mara..." Dengan suara lirih junapun menjawab. "Ok, sekarang mari kita pulang ke asal! Lets go..."


Aku mengangguk pelan dan mengikutinya dari belakang. Tak kusangka ternyata juna adalah orang yang baik. Mudah-mudahan aku bisa membalas semua kebaikannya. Tapi dengan apa?? Aku masih bingung..


***


Setelah pagi sampai jogja, mungkin sekitar jam 4 pagi kami tiba dirumah. Perjalanan yang sangat melelahkan bagiku. Dengan perjalanan darat semalaman aku dan juna bergantian menyetir mobil. Entah mengapa aku merasa kasihan dengan juna yang terlihat kelelahan. Maka ku beranikan diri untuk menggantikannya, sangat nekat bukan?? Padahal aku baru saja belajar menyetir. Namun juna mempercayaiku, meskipun aku menyetir hanya selama dua jam saja. alhamdulillah kami sampai dengan selamat.


🍒Sssttt, jangan sampai ada yang tahu soal ini! Karena ini adalah sebuah pelanggaran! Cukup kali ini saja, jangan diulangi lagi!


"Heyyy, mara???" Suara nyaring hesty lagi-lagi membuat kepalaku sakit.


"Wah, habis dari jakarta ya? Oleh-olehnya dong...." Hesty semakin menjadi, ingin rasanya aku merobek bibir merah meronanya itu.


"Aku pergi bukan untuk liburan, tak sempat membeli oleh-oleh mba.." Jawabku Apa adanya tanpa bertele-tele.


"Bukan liburan ya? Lalu apa? Apakah kamu menemui pak byan?? Hayooo?" Hesty benar-benar keppo!


"Hmm.. Aku banyak pekerjaan mba, jika tak ada hal yang penting silahkan pergi dari sini!" Aku merasa risih ddngan tingkah hesty pagi-pagi begini bisa-bisanya hesty membuat mood ku menjadi buruk. Secara terang-terangan aku mengusirnya. Tak perduli jika ia adalah seniorku.


"Dasar biang kerok!" Sambung pak arman menatap hesty yang berlalu menuju meja kerjanya.


"Lebih baik biang kerok, daripada biang keringat! Haha..." Sambung didit diiringi tawa menggelitiknya.


"Wah... Hesty gatal-gatal dong!" Yongki membubuhi pula.

__ADS_1


Candaan demi candaan mereka disambut dengan bibir kerucut oleh hesty! Alias MANYUN.


"Jaga ucapan kalian yongky, didit!!!" Hesty tampak geram, raut wajahnya menunjukkan ingin sekali memangsa mereka berdua. Hingga hesty melayangkan sebuah pulpen kearah didit. Beruntung didit dapat mengelaknya.


Setelah didit, hesty melayangkan kertas yang sudah diremas olehnya hingga berbentuk bola pingpong. Hesty melempar kertas itu kearah yongky.


Tappp!!! Tepat sekali, kertas itu mengenai bahu kiri yongky. Untung saja itu adalah sebuah kertas, hingga yongky tak merasakan sakit.


Ah, ada-ada saja tingkah mereka. Terkadang tingkah mereka memang sedikit menghibur, membuat suasana kerja jadi lebih santai dan tak terlalu serius. Namun, disaat begini, tingkah mereka malah membuatku pusing. Sudahlah, aku tak ingin memikirkannya. Lebih baik aku menyelesaikan pekerjaanku yang sudah menumpuk.


***


Setelah beberapa minggu tak mengunjungi butiknya, agatha hari ini ingin kembali bekerja, sepertinya cuty untuknya sudah terlalu lama. Tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, agatha mulai bekerja kembali.


Pagi ini, agatha memasuki ruang kerjanya dengan santai dan sungguh ia merindukan ruangan ini.


"Tha, apa kabar?" Ayu menghampiri agatha di meja kerjanya.


"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja ay.."


"Baguslah tha, jangan berlama-lama sedihnya ya.. Kamu adalah wanita yang paling strong Yang aku kenal!" Ayu menyemangati agatha.


"Makasih ay untuk semangatnya.." Agatha mengulas senyum kecilnya.


Ayu menyerahkan beberapa laporan yang akan diperiksa oleh agatha. Karena terlalu lama mengambil cuty, membuat pekerjaan agatha menumpuk. Satu persatu diperiksanya beberapa dokumen itu hingga tak terasa waktu terus berlalu, agatha merasa kantuknya tak tertahan dan ia pun tertidur dikursi kerjanya.


Tak sadar akan kehadiran byan, karena agatha masih tertidur. Byan pun mendekati agatha disana. Byan memberanikan diri membopong tubuh agatha dan memindahkannya ke sofa.


"Aku tahu kau sangat lelah tha, bukan hanya tubuhmu tapi juga hatimu pasti lelah.." Byan terus menatap agatha yang tertidur serta bermonolog di dalam hati.


Namun tiba-tiba ayu masuk tanpa mengetuk pintu dengan menenteng satu kotak pizza. Ayu terkejut mendapati keberadaan byan disana.


"Pak byan? M..maaf aku tak tahu..."

__ADS_1


"Tak apa, masuklah ayu. Aku hanya singgah sebentar dan aku akan keluar, tolong jaga agatha sepertinya dia sangat kelelahan." Byan memotong ucapan ayu yang belum selesai dan berlalu keluar dari ruangan kerja agatha.


"Hmmmm... Kenapa pak byan kembali lagi?? Pasti akan membuat masalah lagi untuk agatha!" Ayu mendengkus kesal.


__ADS_2