
🍒 Maaf sebelumnya ya para readers... Thor baru bisa up episode baru. Soalnya thor lagi sakit.. Terimakasih buat semua pembaca karya aku.. Jaga kesehatan semuanya..
***
Keberangkatan rayhan ke korea pagi ini di antar oleh agatha hingga bandara.. Rayhan merasa tak ingin melepaskan pelukannya terhadap istrinya itu.
"Mas.. Sudah waktunya berangkat, nanti ketinggalan pesawat.." Agatha mencoba melepaskan pelukan suaminya itu yang malah semakin erat.
"Jaga diri baik-baik tha.. Aku menyayangimu.." Rayhan melepaskan pelukan pada istrinya.
"He'uumm.. Mas juga baik-baik disana. Aku menunggu kepulanganmu.." Agatha meraih tangan rayhan dan menyalaminya.
Rayhan mengangguk pelan, dan mengecup lembut kening agatha.
Agatha terus memandangi suaminya itu, hingga perlahan menghilang..
***
"Ini tidak mungkin kan bi?" Andryani menatap suaminya dengan mata sendu dan memerah.
"Umi tenang dulu ya..." Jawab malik menenangkan istrinya yang terus gusar sedari tadi.
__ADS_1
"Abi.. Rey? tidak mungkin kan rey ada di pesawat itu?" Andryani meraih ponselnya mencoba menghubungi nomor rayhan yang sedari tadi tidak aktif.
"Umi, abi sedang menghubungi asisten rey di seoul umi yang tenang ya.."
"Abi.. Bagaimana umi bisa tenang!! Rey..." Andryani tersimpuh di lantai dan jatuh pingsan.
"Umi!!!!!...." Agatha berteriak melihat ibu mertuanya terjatuh. Agatha yang baru tiba bersama afrizal ayahnya di kediaman malik pun terkejut.
Malik segera membopong tubuh istrinya itu ke sofa dan membaringkannya.
Agatha mengeluarkan minyak kayu putih dan mengoleskannya tipis-tipis pada kening dan hidung andryani.
Malik segera menyalakan televisi. Seketika itu semua terkejut tak terkecuali agatha. Tayangan berita itu membuatnya shock.
Pesawat jakarta-seoul dengan nomor xxxxx mengalami hilang kontak sejak 15 menit yang lalu, saat ini pihak maskapai sedang....
"Abi... A..apa ini pesawat yang dinaiki mas rey?" Agatha perlahan meneteskan airmatanya.
"Atha, tenang dulu ya nak? pihak maskapai belum memberi klarifikasi.." Malik mencoba menenangkan agatha.
"Ya Allah.. reyhan..." Afrizal merangkul tubuh putrinya yang sudah terkulai lemas.
__ADS_1
"Ayah,...." Agtha tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya bisa menangis dipelukan ayahnya.
"Tenang sayang, yakinlah rayhan pasti baik-baik saja." Afrizal ikut menitikkan air matanya.
Semua orang sedang dalam kesedihan kali ini. Hanya isak tangis yang mengisi suasana rumah keluarga malik. Andryani pun tak kunjung sadar, malik segera menghubungi dokter kepercayaan keluarganya untuk memeriksa kondisi istrinya itu.
Hingga malam tiba afrizal dan malik terus mencari tahu dan memantau perkembangan tentang hilang kontak pesawat saat ini. Hingga afrizal dan malik menyuruh orang-orang kepercayaan mereka untuk memantau dan melaporkan segala situasi yang terjadi.
Byan yang mengetahui kabar ini dari ayahnya pun segera bergegas ke jakarta.
Di perjalanan byan terus gusar, byan terus memegangi kepalanya yang terus terasa berdenyut. Sungguh byan tidak sabar ingin segera sampai di rumah orang tuanya. Mendapat kabar tentang keadaan uminya yang belum kunjung sadar sungguh sangat mengganggu fikirannnya. Belum lagi ia memikirkan keadaan agatha. Sungguh bayangan agatha yang terus muncul di fikirannya membuat kepalanya terasa ingin pecah.
Tha... Kamu adalah wanita yang kuat, aku yakin kamu mampu menghadapi semua ini..
Arghhhhhhhhh....
Hati byan terus menjerit, sungguh byan sangat menyesal jika kabar kecelakaan pesawat yang di naiki rayhan abangnya itu benar.
Mengingat hubungannya yang kurang baik belakangan ini.
Maafkan aku bang rey....
__ADS_1