Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Percaya diri!


__ADS_3

Permintaan andryani sangat mengganggu fikiran agatha. Apakah ini pantas untuknya? Haruslah ia menuruti keinginan ibu mertuanya itu?


Jujur saja, memang agatha belum bisa mencintai rayhan sepenuhnya. Agatha baru saja ingin memulai dan belajar mencintainya namun takdir berkehendak lain. Agatha belum sempat memulai semua itu dan membahagiakan rayhan, rayhan malah mengalami kecelakaan pesawat bersama 18 penumpang lainnya.


Kita memang tidak pernah tahu akan berjodoh dengan siapa juga akan dipisahkan oleh apa? Maut, rezeki dan juga jodoh semua itu sudah digariskan oleh sang pencipta Allah swt.


Hari ini andryani diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah selama satu bulan lebih dirawat disana. Namun andryani harus tetap menjalani kontrol setiap minggunya.


Pagi ini kepulangan andryani disambut hangat oleh menantunya. Agatha sengaja datang pagi-pagi sekali untuk menyiapkan masakannya sendiri demi menyambut kepulangan ibu mertuanya.


Pagi ini byan tidak ada di rumah, byan dan juga malik bermalam di rumah sakit menemani andryani.


"Byan? ada apa nak?" Andryani menatap puteranya itu yang sedari tadi Celingukan Seperti sedang mencari seseorang.


"I..iya umi? Byan tidak apa-apa!" Byan menjawab pertanyaan uminya kaku.


"Agatha tidak akan datang kesini. Dia sudah ada dirumah sejak tadi pagi!" Celetuk malik.


"Maksud abi? agatha ada di rumah kita?" Byan membulatkan matanya. Entah perasaan senang atau bahagia yang ia rasakan saat mendengar abinya berkata seperti itu. Sepertinya senang dan bahagia yang double.


"Jadi dari tadi kamu mencari atha?" Andryani menyunggingkan senyum jailnya.


"Ah, tidak umi.. Byan hanya ingin cepat-cepat pulang! Tubuh byan pegal-pegal semalam tidur di sofa." Jawab byan Ngeles.


"Heeleh! Bilang saja kamu cepat-cepat ingin bertemu agatha!" Jawab malik sembari melangkah mendorong kursi roda andryani menuju parkiran.


"Hahaaaa.. Iya betul itu abi!" Andryani tertawa sumringah dilihatnya wajah byan yang tampak memerah karena sepertinya sedang kepergok.

__ADS_1


"Ah, abi dan umi sok tahu.!" Byan masih ngeles.


"Jika kamu memang masih mencintai atha, maka perjuangkanlah dia nak. Jangan sampai dia diambil orang lain." Andryani menasihati anak semata wayangnya itu.


"Ya, coba nanti kita bicarakan dulu dengan afrizal umi! Jangan gegabah, kita harus bertemu afrizal dulu." Jawab malik menimpali perkataan isterinya itu.


"Iya abi. Bagaimana jika sekarang saja kita undang afrizal. Lebih cepat lebih baik! Kasihan kan byan sepertinya tidak sabar." Andryani tersenyum jail kembali menatap puteranya.


"Umi, kenapa byan dikasihani? Apa yang tidak sabar? Sudahlah umi fikirkan dulu kesehatan umi. Jangan memikirkan hal aneh-aneh dulu!" Byan segera membuka pintu mobil dan membantu malik membopong andryani.


Kali ini byan menyetir mobil sendiri. Andryani dan malik berada di bangku belakang kemudi.


Tentu saja perasaan byan kali ini bahagia. Sepeninggalan kakaknya, entah ini keberuntungannya atau bukan, yang pasti dia sangat bahagia jika bisa bersama dengan agatha.


Bukan aku bersyukur atas kepergian mu bang rey, tapi jujur aku memang sangat berterima kasih dengan semua ini. Terima kasih ya Allah... Byan berbicara didalam hatinya hingga tak terasa kini mobil sudah masuk kedalam halaman rumah.


"Umi?.. Alhamdulillah umi sudah pulang!" Agatha menyambut tangan andryani dan menyalaminya. Tak lupa ia pun menyalami ayah mertuanya.


"Alhamdulillah nak.. Kamu cantik sekali hari ini?" Andryani sengaja mengeraskan suaranya berharap byan mendengarnya.


"Terimakasih umi. Umi selalu memuji atha!" Agatha tersenyum malu.


"Tapi sungguh nak, hari ini kamu begitu berbeda!" Andryani antusias.


"umi, ayo kita masuk dulu. Atha sudah membuat sup untuk umi" Agatha hanya tersenyum kecil menerima pujian ibu mertuanya itu. Kini agatha mengambil alih kursi roda yang sedari tadi di pegang oleh malik..


Byan hanya termangu tak berkata apapun. Mendengar uminya memuji agatha tadi, seketika itu pula byan langsung memandang ke arah agatha.

__ADS_1


Ya, dia memang cantik dari dulu! Dan hari ini dia begitu terlihat cantik. Sangat cantik...


Byan terus saja memandangi agatha yang berjalan didepannya dengan mendorong kursi toda uminya.


"Byan, jangan terus memandangi yang bukan mukhrimmu! Tidak halal.." Tiba-tiba saja malik menegur byan seolah paham sekali apa yang ada didalam fikiran puteranya itu.


"Byan akan segera mengjalalkannya abi!" Byan tiba-tiba optimis.


"Percaya diri sekali kamu! Tidak takut ditolak lagi!?" Malik sedikit berbisik.


"Jika di tolak, maka byan akan mencoba lagi!" Byan menjawab semangat.


"Lalu jika ditolak lagi?" Malik sepertinya menguji byan.


"Itu tidak akan terjadi abi." Rasa percaya diri byan semakin kuat.


"Jangan menggunakan cara kotor! Awas saja kamu!" Malik mengepalkan jemarinya dan mengarahkan dihadapan byan seperti sedang mengancam.


"Itu bukan cara byan abi. Abi tenang saja tak perlu khawatirkan soal itu." Byan menjawab dengan tenang dan melangkah menuju ke lantai dua dimana kamarnya berada. Byan hendak membersihkan tubuhnya dahulu.


🍒 Seperti apa ya penampakan agatha kok bisa-bisanya si byan mandangin terus-terusan? Sampe-sampe byan mandi Jebar-jebur doang gara-gara pengen cepet-cepet liat si agatha! Haha...



🍒Nih dia....


Cantik bukan? pantas saja byan tak mampu mengedipkan matanya! Hahah.. Ini hanya pandangan thor ya readers... Maafkan jika thor kadang suka agak berlebihan.. Thanks buat semuanya yang masih setia membaca karya aku.. Bantu komentar ya jika ada kekurangan dan kasih saran agar karya ini menjadi lebih baik lagi.

__ADS_1


__ADS_2