
Byan tengah berjalan di sebuah mall di jakarta, ia menatap kedua orang yang tak asing baginya disana. Byan pun menuju toko perhiasan yang dimana ada dua orang yang dikenalnya.
"Selamat siang pak? Ada yang bisa dibantu?" Chayra mendekat kearah byan yang baru saja tiba. Ketika utu pun tatapan byan dan chayra bertemu.
"Aku hanya ingin melihat-lihat dulu." Jawab byan dengan memperhatikan juna yang sesang berbicara dengan seseorang disana.
"Apakah anda ingin bertemu dengan kak juna?" Tanya chayra.
"Terimakasih.. Apakah dia ada waktu? Sepertinya dia sangat sibuk." Jawab byan menebak.
"Silahkan menunggu disini pak." Chayra pun meminta byan untuk menunggu di ruangan juna. Kemudian chayra memanggil juna.
"Kak ada yang ingin bertemu." Chayra berbicara dengan nada sedikit berbisik.
"Siapa chay?"
Juna dan chayra pun menuju keruangannya. Hari ini chayra dan juna sengaja datang ke toko perhiasan mereka karena chayra meminta juna untuk mengantarnya ke toko. Karena toko sedang ramai, juna pun membantu para karyawannya melayani para pengunjung dan pembeli.
"Apa kabar juna?" Tanya byan yang tengah duduk menatap kearahnya.
"Seperti yang anda lihat sekarang." Jawab juna dan mendudukkan bokongnya tepat diseberang byan.
"Ternyata kau membuka usaha ini? Bagus, sangat menguntungkan." Byan seperti sedang memuji juna. Namun juna tak pernah senang atau merasa tersanjung dengan ucapan byan.
"Ada apa anda kemari? Ada yang bisa ku bantu?" Juna tak mau lagi berbasa-basi. Ia langsung to the point.
"Kau masih sama seperti dulu...." Byan tersenyum smirk.
Disaat itu pun chayra datang ddngan membawakan dua gelas minuman segar.
"Silahkan diminum pak." Chayra meletakkan minuman itu dimeja.
Byan terus memandangi chayra, kemudian beralih menatap juna. Juna yang mengetahui pandangan byan terhadap istrinya pun merasa kesal.
"Apakah dia kekasihmu?" Tanya byan pada juna.
"Dia istriku. Apa sebenarnya tujuan anda kemari?."
Juna merasa semakin kesal dengan prilaku byan.
"Kau sudah menikah? Pilihanmu sangat tepat, apakah kau sudah benar-benar melupakan asmara?"
"Apakah tujuan mu kemari hanya ingin membahas itu?" Juna menatap garang kearah byan
"Aku sudah bercerai darinya, apakah kau tak tahu?" Byan seolah merasa juna belum mengetahui perceraiannya dengan asmara.
Mendengar hal itu juna semakin kesal pada byan. Entah apa sebenarnya tujuan byan menemuinya. Juna mengepalkan kedua telapak tangannya, ingin rasanya juna mengahajar byan. Namun disini masih ada chayra. Juna masih menjaga sikapnya mencoba stay calm.
__ADS_1
Chayra yang melihat kekesalan diwajah juna dan kepalan tangannya itu pun semakin mengerti. Juna ternyata masih menyimpan perasaannya terhadap asmara. Chayra pun memilih keluar membiarkan byan dan juna berbicara empat mata.
"Aku fikir, dengan menikahi asmara aku akan bahagia. Ternyata aku malah kehilangan anakku bintang." Lanjut byan lagi dengan raut wajah sedihnya.
"Apa maksudmu menceritakan ini? Semua itu bukan urusanku!!." Jawab juna semakin kesal.
"Aku yakin kau belum bisa melupakan asmara. Kau menikah dengan wanita itu hanya sebagai pelampiasan bukan?" Ucapan byan kali ini membuat juna semakin tersulut emosi.
"Kau.... Jika kau tak bisa menjaga mara, janganlah mengusik kehidupanku!" Juna kali ini sangat marah.
Bugh!!๐ Juna mengahajar wajah byan.
Bughh!๐ Byan pun membalas pukulan juna.
Perkelahian itu dapat didengar chayra dari luar. Hingga chayra datang melerai perkelahian mereka berdua.
"Apa yang kalian Lakukan? Apakah kalian akan terus berkelahi saat bertemu?" Chayra merasa heran dengan kedua pria itu.
Juna dan byan hanya terdiam. Mereka sama-sama memegangi wajah yang terasa sakit akibat pukulan dari lawan masing-masing.
"Apa kalian bertengkar karena asmara lagi? Kalian sama-sama tidak bisa menjaganya, padahal kalian sama-sama mencintainya bukan? Kalian berdua seperti anak kecil! Jika tidak bisa menjaga hati asmara, setidaknya kalian tidak menyakitinya!" Kekesalan chayra mulai memuncak. Ia menatap tajam kearah Byan kemudian menatap juna dengan dalam.
"Dia yang tak bisa menjaga mara! Jika aku tahu kau akan menyakitinya, aku takkan membiarkan mara bersamamu waktu itu!" Juna pun mengeluarkan suara, semakin jelas bagi chayra jika juna masih sangat mencintai asmara.
"Ambil saja dia! Aku sudah menceraikannya! Kau bebas mau melakukan apapun. Dan satu lagi, aku belum sama sekali menyentuh tubuhnya!" Byan pun melangkah menuju keluar ruangan.
Bugh!! Bugh!! ๐๐ Juna memberikan bogem karah wajah byan.
"Dasar lelaki be******k!! Beraninya kau menyakiti mara!! Kurang ajar!"
Juna terus menghajar byan, hingga seorang security datang melerai perkelahian diantara mereka.
Chayra yang mengetahui itu merasa semakin sakit dihatinya. Chayra pulang sendiri meninggalkan juna.
Jadi selama ini kak juna membohongiku? Kak juna masih sangat mencintai mara, oh tuhan mengapa aku begitu cepat mempercayainya. Jika begini, maka akan lebih sulit untuk kak juna dan asmara bersatu.
***
Entah sudah pukul berapa ini, juna belum juga kembali ke rumah. Chayra yang sejak tadi menunggu kepulangan juna hanya pasrah. Ia coba melihat ponselnya, namun juna tak memberi kabar apapun.
"Kak, apakah kau menemui asmara??" Lirih chayra, sembari menangis terisak. "Apakah seberat ini mencintai tanpa dicintai?"
Air mata chayra terus menetes, saat itulah terdengar suara mobil juna didepan.
Chayra mengusap matanya, disekanya air mata yang tadi membasahi pipi. Chayra menuju ke arah pintu menyambut kedatangan juna.
"Kak, kau sudah pulang?" Chayra menyalami punggung tangan juna.
__ADS_1
"Maafkan aku chay..." Juna berhambur memeluk tubuh istrinya.
Chayra mengarahkan juna menuju kursi di ruangan tamu kemudian chayra mengambil kotak obat.
Dengan telaten chayra mengobati luka di bagian wajah juga bibir juna dengan kapas yang dioles dengan obat merah.
"Perkelahian itu tidak akan menyelesaikan masalah kak, kalian berdua seperti tom and jerry saja! Setiap bertemu pasti berkelahi....." Chayra memoles luka juna dengan celotehannya.
Juna memegangi tangan chayra, sehingga chayra menghentikan aktivitas polesannya "Apakah hatimu tidak terluka?"
Chayra terdiam sejenak, lalu menekan luka juna dengan sedikit kuat hingga membuat juna meringis kesakitan. "Aw..."
"Kakak aneh, jelas-jelas yang terluka itu kau dan byan! Bukan aku." Chayra menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah kak, kau butuh istirahat. Aku akan siapkan air hangat untukmu mandi." Chayra tak ingin lebih banyak membahas hal ini pada juna. Ia tak ingin lebih sakit hati lagi.
Juna tahu jika istrinya itu sedang terluka, bahkan luka yang amat berat. Juna terus memegangi pelipis kepalanya, otaknya penuh dengan fikiran asmara dan chayra.
Sebisa mungkin juna mencoba melupakan asmara, namun ternyata tak semudah itu. Bayangan asmara masih saja terus mengganggunya. Hingga juna semakin merasa bersalah terhadap chayra.
***
๐Asmara
"Apa? Amsterdam?" Aku terkejut mendengar penuturan bu saras.
"Ya mara, masa pelatihan hanya sebentar. Tiga bulan saja, jika kamu dapat menyelesaikan tugas dengan cepat maka waktumu akan lebih cepat pula." Jelas bu saras.
"Bu, bukankah banyak yang lainnya? Mengapa harus aku? Aku bahkan tak pandai dalam hal ini bu saras." Entah bagaimana lagi caraku menolak permintaan bu saras yang menurutku terlalu cepat.
"Banyak orang lain, tapi aku ingin memilihmu. Aku sangat mempercayai jika kau mampu mengerjakan tender disana." Bu saras malah semakin membuatku tak bisa menolak.
"Tapi bu, apakah boleh saya fikirkan dulu?" Tanyaku lagi meminta pertimbangan darinya.
"Dua hari. Bicarakan pada keluargamu, setelah itu aku tak ingin penolakan." Bu saras memberikanmu beberapa dokumen. "Pelajari ini, aku yakin kau bisa mara. Fighting!!"
Aku menerima berkas-berkas yang diberikan bu saras, kemudian aku kembali ke tempat kerjaku.
Aku membuka ponsel, berusaha mencari tahu tentang amsterdam. Ku buka satu-persatu gambar yang menampilkan tentang negara kincir angin tersebut. Ternyata tak terlalu buruk menurutku.
Apakah ini pilihan terbaik? Tiga bulan masa pelatihan, setelah itu paling cepat satu tahun bekerja disana. Apakah ini jalan Allah agar aku bisa move on dari masa lalu pahitku? Haruskah aku mencobanya dulu? Tapi, bagaimana dengan ibu dan randy? Oh, semua ini membuatku pusing....
*๐ Selamat hari senin readers kesayangan, Awal hari yang baik buat kita semua... Dan jangan lupa tinggalkan jejakยฒnya untuk othor ya dears.... Seperti biasa othor cuma minta gift, like, komennya aja.. Terus dukung othor ya... Biar othor makin semangat buat UP terus...
__ADS_1
Mampir juga di karya othor,๐ MENJADI PENGANTIN SATU HARI*.