Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Hari Pertunangan


__ADS_3

Malam ini pukul 19.15 Pm, di kediaman afrizal tentunya. Sebuah pesta sederhana yang dihadiri kerabat dekat saja, semua orang terlihat bahagia disana menyambut kedatangan keluarga malik.


Ahirnya yang dutunggu pun datang, Afrizal beserta keluarga menyambut kedatangan keluarga malik. Byan menjadi sorotan semua orang disana. Dengan setelan kemeja putih jas dan celana hitam, sangat cocok dipadukan dengan tubuh atletisnya. Sungguh siapapun yang melihat byan akan terpesona tak terkecuali agatha.


Dari jauh sana agatha sudah memperhatikan kedatangan byan dan keluarganya. Namun agatha tetap berada di dalam bercengkrama bersama para teman-temannya.


"Wah wah wah... memang mas afrizal tak salah pilih calon mantu!" Seorang wanita disebelahnya menatap byan dengan terpesona. Wanita itu jayanti, adik kandung afrizal.


"Kami pun begitu jeng, tak salah pilih mantu." Jawab umi andryani sembari menunjuk kearah agatha yang terlihat disana sangat cantik dan anggun.


Semua orang bahagia juga haru menyaksikan acara pertunangan ini.


Agatha memakai gaun putih sepanjang mata kaki. Dengan rambut yang digelung sempurna diselipkan hiasan mutiara yang simple namun tetap elegan semakin membuat wajah cantik dan mulusnya terpancar. Lesung pipinya yang dalam, menambah kesan imutnya. Sungguh, byan dan agatha menjadi pusat perhatian malam ini. Wajah tampan dan juga cantik. Mereka sungguh sangat serasi.


Acara pun dimulai, semua tamu tak mau melewatkannya..Mereka saling bertepuk tangan menyaksikan pertukaran cincin byan dan agatha. Sesekali para tamu meraih ponsel untuk mencuri momen penting ini. Lebih tepatnya memotret.. hehehe


Keluarga malik telah memberikan sambutan, yang diwakilkan langsung oleh abi malik.


Penerima sambutan pun langsung diwakilkan oleh afrizal ayah agatha.


Selesai memberi sambutan, semua menyaksikan acara lamarannya. Byan dipersilahkan untuk menyatakan lamarannya pada agatha.


Wajah byan menjadi pusat perhatian para tamu, kata-katanya sangat dinantikan.


"Assalamualaikum wr.wb..." Byan mengucap salam.


"Saya fabyan alfarizi malik, meminta izin pada abi malik dan umi andryani juga om afrizal untuk melamar putrinya yang bernama Agatha putri afrizal.." Byan menatap kearah Abi dan ayah agatha.


"Mungkin om afrizal berkenan untuk menerima lamaran saya, insya Allah saya dan atha akan segera melakukan pernikahan yang sah dan diridhoi Allah swt.."


Semua orang mengucapkan "Aminnn!" serentak..


Byan tak terlihat gugup atau Pun kaku, byan tak mengatakan hal yang muluk-muluk atau berbelit-belit. Dia begitu percaya diri dan langsung pada intinya.

__ADS_1


Padahal byan tak belajar atau latihan apapun untuk mengatakan hal ini. Itu terjadi dengan begitu saja.


"Bagaimana pak afrizal? Apakah menerima lamaran anak saya?" Tanya abi malik.


"Saya sebagai orang tua mengikuti keinginan putri saya. Tentunya saya setuju dengan lamaran ini. Tapi pilihan tetap saja pada Agatha." Timpal afrizal menatap putrinya dengan haru.


Semua orang menatap kearah agatha, Terlihat wajahnya sudah basah oleh air mata. Entah sejak kapan mata beningnya menjatuhkan air mata. Melihat agatha dengan mata berkaca-kaca byan penuh tanya? Byan sangat menanti jawaban agatha.


"Insya Allah atha menerima lamaran mas byan.." Agatha menjatuhkan lagi air matanya. Diseka lagi dengan tissue, jatuh lagi air mata itu..


"Alhamdulillah"..... Semua orang serentak menjawab bahagia dan haru menjadi satu..


Byan Tak habisnya memandangi agatha, diraihnya tangan atha yang kini berdiri di hadapannya. Disematkan cincin pada jari manis yang begitu lentik. Tangan Agatha terasa dingin.. Byan tak tahu apa yang menyebabkan tangannya dingin.


Setelah selesai, agatha bergantian meraih tangan byan dengan sedikit gemetar. Apakah agatha takut pada byan? Atukah gugup? Entahlah hanya agatha yang tahu.


Dengan segera agatha menyematkan cincin dijari byan. Byan tak melewatkan sedikitpun pandangannya pada agatha. Dia begitu cantik dan terlihat anggun serta pemikirannya pun lebih dewasa.


Agatha tak sedikitpun melirik byan. Dia masih terbayang terakhir kali menyentuh dan memeluk byan dengan lancang, byan membentak dan memarahinya. Hingga kini agatha tak memberanikan diri untuk menyentuh bahkan menatap seorang Fabyan alfarizi malik yang kini telah menjadi tunangannya.


Keduanya memang tak banyak bicara. Setelah acara selesai pukul 22:15 pm, Keluarga malik pamit untuk pulang.


"Atha, besok sore byan akan langsung pergi ke jogja. Atha mau ikut?.." Tanya umi menggandeng calon mantunya itu, sudah seperti anaknya sendiri.


"A....apa? mas byan ke jogja? cepat sekali umi,..?" Agatha memeluk umi andryani dengan manja.


"Makanya ikut, kamu masih rindu kan sama mas byan mu itu??" Goda umi andryani. Entah sejak kapan atha memanggil byan dengan sebutan mas. Yang pasti umi dan abi sangat senang mendengarnya. Tapi tak tahu jika dengan byan, Semoga saja byan tak mempermasalahkannya.


"Atha boleh ke jogja kan yah?" Tanya agatha pada afrizal.


"Boleh, yang penting tidak sendirian nak.." Jawab afrizal semvari mengusap pelan puncak kepala putri semata wayangnya itu.


"Nanti umi yang akan temani atha.." Jawab umi andryani.

__ADS_1


"Atha mau apa ke jogja?" Tanya Jayanti bibinya.


"Atha dari dulu sangat ingin ke jogja, ia ingin mengelilingi kota itu tapi aku tak pernah mengizinkannya.." Jawab afrizal lirih menjelaskan kepada adik perempuannya itu.


"Jadi sekarang ayah izinin atha? makasih yah.." Ucap agatha sumringah mendengar penjelasan ayahnya..


"Iya nak.. jaga diri baik-baik ya.. tak boleh merepotkan orang lain ataupun byan?" Tegas afrizal pada putrinya.


Meskipun Agatha anak kesayangannya, tapi afrizal selalu mengajarkan agatha untuk tidak manja dan bersikap mandiri serta tidak merepotkan orang lain..


Setelah dari toilet, byan menghampiri umi dan abinya disana yang tengah bercengkrama dengan keluarga calon istrinya itu.


Di pandanginya lekat-lekat wajah agatha yang sedari tadi menempel dengan uminya. Sungguh umi sangat memanjakannya.


Gadis seperti apa seorang agataha ini? mengapa umi dan abinya sungguh ingin menjadikannya menantu untuk keluarga malik? Agatha hanya menunduk tanpa kata saat tahu byan menatapnya.


Keluarga malik pun pamit dan menuju mobil untuk pulang. Terlihat dari spion saat tangan lentik calon istrinya itu tak henti melambaikan tangannya.


"Byan? bagaimana perasaanmu?" Tanya abi malik menatap putranya sedari tadi yang memandangi agatha dari spion.


"Apa bi? perasaan apa?." Tanya byan lagi.


"Ya menurutmu bagaimana? keluarga agatha?" Jawab abi namun abi malik malah melontarkan pertanyaan lagi untuk byan.


"Ya... sejauh ini sih terlihat baik.."


"Byan, mereka bukan hanya terlihat baik, tapi mereka memang benar-benar keluarga yang baik kamu pasti tidak akan menyesal!" Tambah abi malik meyakinkan byan.


"Ya, semoga saja bi.. Tapi bagaimana dengan abang rayhan?" Tanya byan.


"Abangmu sudah abi telepon tadi siang, katanya dia belum bisa pulang ke indonesia nanti saja saat pernikahanmu dengan agatha baru dia akan pulang." Timpal abi malik.


"Bukan itu maksud byan,.. Yang byan maksud adalah, awalnya agatha dijodohkan dengan abang ray, apakah tak masalah?"

__ADS_1


"Abang mu menolak agatha karena dia sudah memiliki kekasih pujaan hatinya dan tentu saja itu tak menjadi masalah byan.." Umi menyambung percakapan suami dan putranya.


__ADS_2