
Aku mengaktifkan ponsel, setelah dua hari ponselku tak bisa menyala. Maklumlah ponsel ini JADUL.
Ku buka pesan whatsapp dari PAK BYAN. ya nama kontaknya memang sudah kuubah. Aku tahu posisiku saat ini padanya.
Aku tersenyum malu, sungguh rasanya sangat berbeda beberapa hari ini tak melihatnya.. Aku mendengar pembicaraan pak arman dengan hesty kemarin. Byan akan tiba ke jogja hari ini. Perasaanku tak karuan, senang, bahagia, gembira atau apalah itu..
Pagi ini aku berangkat kerja memakai jam tangan pemberian byan. Sangat cocok! Barang ini begitu mahal bagiku, setelah beberapa hari kemarin aku mencari tahu harganya melalui mbah google ternyata cukup fantastis. Harganya melebihi gajiku sebulan. Sungguh aku takkan mampu membelinya.. Meskipun aku tak terbiasa memakai barang mahal, tapi entah kenapa aku begitu suka dan ingin memakai jam tangan pemberian byan.
***
"Pagi Asmara.." Pak arman meletakkan map dimejaku.
"Pagi pak" sapaku menatap kearah map.
"Mara, terimakasih atas kerja kerasmu kemarin.. Dan juga kau juna, Kalian berdua memang tim yang kompak!" Pak Arman melirik juna yang duduk dimeja sebelahku.
Juna hanya mengangguk pelan, Akupun begitu tak terlalu banyak tanya dan kata.
"Bulan ini kalian berdua akan mendapat bonus besar dariku! Hahaah" Lanjut pak arman sembari pergi kearah mejanya, disertai tawanya yang sangat khas.
"Maaf pak, ini mapnya tertinggal." Aku meletakkan map ke meja pak arman dan segera kembali kearah tempat kerjaku semula.
"Oh.. terimakasih mara.." Pak arman tak henti-hentinya tersenyum.
"Pak arman, segera keruangan saya!.." Perintah Seorang pria terdengar dari depan pintu.
"Baik pak!" Jawab pak arman.
__ADS_1
Aku mengarah pada suara itu. Tatapan kami pun bertemu. Ya, suara yang beberapa hari ini aku rindukan. Suara yang biasanya memenuhi telingaku. Bukan, bukan hanya suaranya yang aku rindukan. Tetapi orangnya lah yang lebih kurindukan.
Aku terpaku menatapnya dalam. Bahagia rasany,. Kini aku dapat melihatnya kembali.
Namun, sebelum aku puas menatapnya. Dia pergi meninggalkan ruangan kami diikuti pak arman dibelakangnya.
"Eheemmmmmm!" Suara hesty yang cempreng membuat telinga ku sedikit ngilu.
"Sepertinya ada yang kangen-kangenan nihh!" Hesty membuatku malas. Entah mengapa dia sering mengusikku.
"Tak pernah aku melihat ada yang berani menatap boss dingin itu! Aku jadi penasaran? ada hubungan apa kalian?" Tambah hesty yang semakin meresahkankku.
"Baiklah, secepatnya aku akan tahu! Takkan lama bagiku! Semua orang akan tahu wanita seperti apa dia!" Lagi-lagi hesty seolah menyalakan terompet. Bicaranya sangat banyak. Tak ada seorangpun yang meladeni ucapan hesty. Yongki, didit, apalagi juna. Sepertinya semua orang disini sudah sangat paham akan watak seorang hesty. Biang gossip!
***
#Ruangan pak byan
"Terimakaauh pak byan." Arman segera duduk dan menantikan ucapan yang ia harapkan dari byan.
"Ini, ada sedikit oleh-oleh dari jakarta. Kuharap ini cukup untuk timmu" Byan menyerahkan dua paper bag besar berisi Kue brownis cokelat lumer yang sedang viral-viralnya.
"Wah... terimakasih banyak pak. Sungguh senang sekali dapat cipratan dari pertunangan bapak. Oh ya saya ucapkan selamat ya pak byan dan ibu agatha" Jawab arman sembari meraih paper bag.
Byan hanya tersenyum menanggapi ucapan pak arman.
"Oh ya pak arman, bagaimana kinerja karyawan barumu?"
__ADS_1
"Maksud pak byan mungkin Asmara? ah, saya sangat menyukai kinerjanya. Tak disangka dia cepat sekali memahami pekerjaanya. Bahkan kemarin dia bisa menyelesaikan sedikit masalah internal tim kami dengan tepat waktu pak. Meskipun itu dibantu oleh Arjuna wiranata, tapi untuk ukuran anak baru asmara sangat lah hebat!" Pak arman mengacungkan dua jempolnya, disertai senyum lebar pada bibirnya.
"Juna? apa kau memposisikannya menjadi junior juna?" Tanya byan ingin tahu.
"Iya pak. Apa perlu di ubah?? Timpal arman takut.
"Tak perlu. Saya ada permintaan untuk pak arman."
"Permintaan?? permintaan apa pak?" Tanya arman terlihat bingung pada bossnya.
"Namun, tak perlu ada yang tahu soal ini." Byan mengusap dagunya.
"Baik pak, saya berjanji akan menjaga dan menutup rapat permintaan pak byan.." Sahut arman menundukkan wajah yang terlihat takut pada boss dinginnya itu.
"Tolong pak arman bujuk asmara untuk melanjutkan study nya." Tatapan byan begitu serius.
"Masalah biaya, saya akan menanggungnya. Tapi katakan saja bahwa perusahaan kita yang akan membiayai karyawannya. Saya harap pak arman sangat terampil dalam hal ini tanpa harus saya jelaskan!"
"Oh, begitu pak. Kalau saya boleh tahu......." Belum selesai arman berbicara, byan langsung memotongnya.
"Asmara kerabat dekat keluarga saya. Baiklah, saya harap pak arman tidak keberatan dengan permintaan saya. Jika anda keberatan maka saya akan meminta bantuan pada orang lain."
Tatapan byan begitu dingin kearah arman. Membuat arman jadi salah tingkah. Sungguh bossnya ini susah ditebak. Sedari tadi byan bersikap biasa saja. Namun baru beberapa menit, sikap dan tatapan dingin yang khas itu sudah memenuhi wajahnya.
"Baik pak, percayakan pada saya. Dan saya takkan mengecewakan pak byan. Jika tak ada lagi yang akan disampaikan saya pamit undur diri" Arman menunduk sopan pada bossnya yang sudah menampakkan wajah dinginnya.
"Ya. kembalilah!" Ucap byan singkat.
__ADS_1
Pak arman menuju keluar ruangan bossnya itu. Dengan membawa dua kantong paper bag ditangannya. Pak arman berjalan keluar menuju ruangan kerjanya sembari memikirkan permintaan bossnya tadi.
Aku harus menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini pada asmara.. Sepertinya aku butuh bantuan juna.. Aku jadi penasaran apa hubungan pak boss dengan asmara? jika itu kerabat dekatnya mengapa pak boss tidak menyampaikan secara langsung? ah, asmara dan byan kalian membuat otakku harus berfikir lebih ekstra.. Gumam arman dalam hatinya penuh pertanyaan..