
Sehari setelah kepulangan dari jogja, rayhan segera mengajak agatha menemui kedua orang tuanya.
Meskipun mereka belum lama saling mengenal, entah mengapa agatha sangat percaya bahwa rayhan adalah laki-laki yang baik, laki-laki yang diyakininya takkan menyakitinya seperti byan.
Karakter seorang rayhn yang ramah dan terkadang humoris juga membuat agatha ahir-ahir ini senyum-senyum sendiri. Dukungan dari ayu dan amelia temannya pun meyakini agatha untuk membuka hati pada rayhan.
Rayhan sudah menceritakan pada kedua orang tuanya tentang wanita yang ia suka dan akan segera ia nikahi.
Begitu pula dengan agatha, yg berbicara pada ayahnya jika telah menemukan laki-laki yang ingin menikah dengannya.
Kedua orang tua mereka menyerahkan keputusan ini pada anaknya masing-masing.
Bissmillah.. Semoga ini pilihan yang benar. Semuga rayhan adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Agatha bermonolog.
Malam ini di salah satu restoran khas masakan sunda, rayhan mengajak agatha untuk menemui umi dan abinya. Kini mereka sudah berada di depan restoran yang dituju.
"Bagaimana sifat kedua orang tuamu mas?" Tanya agatha sambil berjalan pelan disamping rayhan.
"Kamu tenang saja. Umi dan abi sangat baik." Jawab rayhan menenangkan agatha.
"Bagaimana jika orangtuamu tak menyukaiku?" Tanya agatha lagi.
"Tak ada yang akan menolakmu tha, aku sangat yakin umi dan abi akan menerimamu." Rayhan meyakinkan agatha.
"Terimakasih mas sudah memyakinkanku.." Jawab agatha dengan senyum manisnya.
"Jangan tersenyum, aku akan semakin jatuh cinta padamu.." Goda rayhan melihat senyum agatha yang manis bak gula.
"Mas, sampaikapan kau terus menggodaku." Agatha mengerucutkan bibirnya.
"Tha, ini apalagi? jika kau bersikap seperti itu cintaku akan semakin bertambah.."
"Stop mas.." Agatha memotong ucapan rayhan dengan wajah semu merahnya. Rayhan hanya senyum-senyum sendiri menyaksikan tingkah wanita itu yang terlihat semakin malu.
Kini mereka sudah sampai didalam resto, rayhan menengok kesegala penjuru mencari tempat duduk umi dan abinya yang katanya telah menunggu sedari tadi.
"Nah... Itu umi dan abi." Tunjuk rayhan.
"Oh, ayo kita kesana mas." Jawab agatha.
Setelah sampai di tempat duduk umi dan abi rayhan, tiba-tiba agatha terkejut.
"U..umi andryani, abi malik?"
"Agatha?" Andryani terkejut dengan kedatangan agatha bersama rayhan.
__ADS_1
"Athaa...." Malik pun terheran. Apakah agatha ini wanita pilihan rayhan? Apakah agatha putri afrizal? Malik bergumam dalam hati.
"Umiii...." Agatha langsung meraih tangan andryani dan menyalaminya. Kemudian ia mengarah kepada malik dan menyalaminya juga.
"Atha, tolong jelaskan ini? Apakah kamu sudah mengenal umi dan abi?" Rayhan penuh tanya.
"Rey, sebenarnya umi dan abi sudah mengenal agatha sangat lama." Jawab malik.
"Iya rey, apakah kamu tidak mengenal agatha?" Tanya andryani.
"Umi, abi ini salah atha. Kami benar-benar tidak saling mengenal. Dan atha juga tidak tahu jika mas rey adalah anak umi dan abi. Maaf..." Agatha menjelaskan. Kini mata agatha telah berubah kemerahan.
"Hey... Ada apa tha? kenapa jadi sedih? Umi, abi tolong jelaskan? ada apa?" Tanya rayhan.
"Mas rey, biar atha yang menjelaskan. Sebenarnya aku adalah agatha putri afrizal. Mantan tunangan Fabyan adik mas rey." Agatha menjelaskan dengan menitikkan air mata.
"Hey.. tha, kenapa kamu menangis. Ini bukan maslah besar bagiku, aku menyukaimu pada pandangan pertama. Kamu dan byan sudah tak ada hubungan apapun.." Rayhan mencoba menenangkan agatha.
"Rey, bukannya umi tak menyetujui hubunganmu dengan atha. Tapi bagaimana dengan byan? Bagaimana perasaanya?" Andryani mencoba mencegah rayhan.
"Umi? Bukankah umi sangat menginginkah agatha menjadi menantu umi? Mungkin ini takdir Allah umi, jika agatha digariskan untuk menjadi istri rey. Bukan byan!" Jawab rayhan tegas.
"Umi dan abi memang inginkan atha, tapi bukan begini caranya rey!" Jawab umi lagi.
"Umi, tolong percayakan rayhan dan agatha. Rayhan yakin, agatha sudah tidak ada perasaan apapun terhadap byan....."
"Umi, byan sudah melupakan agatha. Itu sudah berbulan-bulan lalu lamanya umi. Byan juga sudah memiliki wanita lain." Jawab rayhan tak mau kalah.
"Rayhan, agatha.. Kalian juga harus memikirkan perasaan byan!" Andryani tetap membela byan.
"Rey, umi hanya butuh waktu. Bawa agatha pergi dulu ya. Biar abi yang akan berbicara pada umi nanti." Pinta malik pada rayhan.
"Dari dulu umi memang hanya menyayangi byan, aku tahu itu!!" Rayhan tersenyum sinis.
"Rayhan!!!!" Andryani membentak rayhan.
"Benarkan? Bahkan hingga sekarang, dihati umi hanya byan, byan, dan byan! Tanpa tahu jika byan disana sudah bermesraan dengan wanita pilihannya! Tanpa tahu jika byan lah yang menyakiti agatha! Umi... Lihatlah aku umi, aku juga puteramu." Rayhan tiba-tiba emosi. Tak pernah rayhan yang terlihat ramah itu bicara dengan nada keras.
Untung saja restoran ini masih terlihat sepi. Belum banyak pengunjung yang datang. Hingga tak ada yang memperhatikan keributan yang terjadi.
"Rey! Jangan bicara kasar pada umimu!!" Malik membela istrinya.
"Bahkan abi pun sama." Rayhan mendengus kesal.
"Tha, bawa rayhan pergi dulu. Biar abi akan bicara pada umi ya nak.." Pinta malik pada agatha. Agatha mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
"Mas rey, kita pergi dulu biar umi tenang..." Agatha menarik lengan rayhan, menuntunnya pergi. Namun sejenak agatha menghentikan langkahnya. Ia berbalik berbicara pada abdryani dan malik.
"Umi, abi.. Restuilah atha dan mas rayhan."
Agatha berbicara lirih mencoba meminta restu.
Andryani dan malik hanya terdiam tak menjawab.
***
Di dalam mobil rayhan hanya fokus dengan setir mobilnya. Tak ada kata sedikitpun yang keluar dari mulutnya.
"Mas, kita kerumahku saja ya." Agatha membuka suara.
"Tha, maaf aku belum bisa meyakinkan umi dan abiku. Tapi aku yakin mereka akan menerima hubungan kita. Beri aku waktu dua hari." Jawab rayhan.
"Mas, jangan memaksakan. Waktu dua hari terlalu singkat. Satu bulan saja bagaimana?" Agatha berusaha menenangkan rayhan.
"Apa? Terlalu lamaa! Aku ingin secepatnya menikahimu." Rayhan tak menggubris permintaan agatha.
"Mas, abi dan umi butuh waktu. Mungkin ini akan dibicarakan dulu dengan byan." Agatha meyakinkan lagi.
"Untuk apa, aku yang akan menikahimu? kenapa bicara dengan byan?" Rayhan meminta penjelasan.
"Kau tahu mas? Mungkin umi dan abi masih kecewa kepadaku. Aku menolak permintaan maaf byan waktu itu. Aku sudah benar-benar kecewa pada byan. Tapi aku sudah tak ada perasaan apapun padanya mas." Agatha membuka masalalunya.
"Itu bukan salahmu. Byan saja yang buta hati! Aku tak mengerti mengapa dia menyakiti wanita sepertimu!" Jelas rayhan.
"Mas, jika kau tetap begini aku takut akan merusak hubungan kau dan byan." Agatha berkata khawatir.
"Itu tidak akan terjadi. Percayalah. Kita akan tinggal di korea setelah menikah. Jadi kau dan byan tak akan pernah bertemu." Jawab rayhan kesal.
Kini mobil rayhan telah smapai di.halaman rumah agatha. Di sambut oleh ayahnya afrizal, agtaha keluar dari mobil dan menyalami ayah kesayangannya itu.
Kini mereka bertiga sudah berada di ruang tamu. Agatha menceritakan semua pada ayahnya. Agatha menginginkan solusi dari ayahnya. Tak ingin ada yang ia tutupi, agatha segera mengadu oada ayah yang diyakini akan memberi jalan keluar untuknya dan rayhan.
Benar saja, afrizal memberi jalan keluar untuk mereka. Afrizal juga percaya pada rayhan. Afrizal menilai rayhan lelaku yang berbeda dengan byan. ditatapan rayhan ada kasih sayang yang tulus terhadap agatha putrinya.
"Ayah yang akan berbicara pada malik juga andryani nanti. Kalian tak perlu khawatir.." Jelas afrizal.
"Apakah om afrizal menyetujui hubungan kami? Tanya rayhan penuh harap.
"Aku percaya pqda pilihan putriku. Jangan kecewakan dia rayhan. Aku harap kau adalah pria yang bertanggung jawab." jelas afrizal lagi.
"Tetimakasih banyak om..." Rayhan menciumi kedua telapak tangan afrizal. Rayhan sangat tidak menyangka afrizal menyetujui hubungannya dengan agatha.
__ADS_1
"Ayah.. Terimakasih.." agatha pun memeluk ayahnya.