Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
KISAH BARU ASMARA


__ADS_3

Habis, habislah tak tersisa. Kini kesabaran Asmara telah habis, kesabaran yang selama ini ada didalam dirinya..


Mendapat status janda bukanlah kemauannya, mungkin ini sudah takdir yang digariskan Allah padanya. Tapi, mendapatkan julukan janda g*tal dari tetangga sekitar komplek membuat ia tak tahan, tak tahan untuk melabrak para rombongan ibu-ibu yang acap kali membicarakannya saat memilah-milah berbagai macam sayuran pada akang sayur langganannya.


"Bu surty, apa yang ibu katakan?? Coba ulangi?" Kedatangan asmara di sambut dengan wajah terkejut oleh para ibu-ibu yang tengah membicarakannya, tanpa tahu jika asmara kini telah ada di belakang mereka.


"Ehh... Neng maa..ra.." Ucap bang ucup si tukang sayur.


Surty, seorang yang dianggap sebagai biang kerok dan suka mengompori para ibu-ibu lainnya pun terperanjat kaget.


"Bu surty, bisa ulangi apa yang baru saja ibu katakan??" Mata asmara mulai menajam, di tatapnya lekat-lekat surty yang sudah gelagapan dengan mata yang memutar kesana kemari.


"Kenapa? Kenapa ibu tidak mau mengatakan secara langsung kepada saya? Bukankah lebih seru membicarakan seseorang tapi dihadapannya langsung, Bukan hanya berani berkata dibelakang!" Asmara masih menunggu surty berbicara, namun ia hanya bungkam hingga membanting pelan sayuran yang tengah di pegangnya tadi ke gerobak sayur ucup.

__ADS_1


Surty pun pergi, ia terlihat ketakutan saat asmara mulai emosi. Surty tidak menyangka jika asmara yang terlihat kalem dan biasa saja itu berani menggertaknya di depan orang-orang banyak.


Lah buuu surtaaaay, ini sayurannya kok nggak jadi dibeli?? Uh... P-H-P!!!" Ucup meneriaki bu surty dengan logatnya yang khas ala-ala lelaki gemulai.


Melihat bu surty pergi, asmara pun mulai memperingatkan ibu-ibu yang lainnya. "Ibu-ibu, dan mang ucup harap tidak menanggapi dengan serius perkataan bu surty. Saya harap, kalian bisa menilai sendiri apakah ucapan itu benar atau tidak. Dan berhenti membicarakan hal buruk tentang saya, saya diam bukan berarti saya takut. Saya bisa jamin dan membuktikan, jika saya tidak pernah menggoda suami bu surty!!!" Dengan nada tegas, asmara memberikan penjelasan.


...****************...


"Aku pun serius mara...."


"Ck! Kau ini. Sejak kapan kau jadi pria yang suka lelucon? Bukankah kau tipe orang yang amat serius? Apakah Hantu-hantu di dalam penjara sudah merasukimu?" Banyak pertanyaan dibenak asmara, ia sungguh tak menduga jika sikap steven bisa berubah menjadi lebih sddikit ramah.


"Banyak pelajaran yang aku dapatkan disana, tempat itu sungguh menyiksaku. Terlebih lagi....."

__ADS_1


Asmara langsung mendekat kearah steven, ia menempelkan jari telunjuknya di bibir steven. "STOP! Jangan mengingat lagi kenangan buruk disana, mulailah kubur dalam-dalam semua itu steve. Berbahagialah, kau berhak atas itu dan jangan pernah melakukan kesalahan yang sama lagi."


To be continue....


🍒Hai readers, ini hanya cuplikan kisah asmara dengan judul berbeda. Buat yang penasaran akan kelanjutannya, silahkan mampir ke karya Othor yang baru. MENGEJAR CINTA JANDA-KU


Atau langsung aja klik profil othor untuk lihat karya othor yang lainnya., 😊😊


Terimakasih sudah singgah di coretan² tangan seorang recehan seperti othor.


Untuk yang ingin baca novel karya othor yang sedang on going, silahkan mampir ke judul MENJADI PENGANTIN SATU HARI. Ceritanya nggak kalah seru, hayooo semua mampir.....


Semangat..... Semangat......💪💪💪

__ADS_1


__ADS_2