
Andryani menatap lekat agatha yang duduk disebelah afrizal, tak terasa air bening jatuh membasahi pipinya. Malik, hanya terdiam mendengarkan keputusan agatha yang sepihak tanpa ada byan disana sembari menenangkan istrinya yang sedari tadi sudah terkulai lemas.
"Sekali lagi maafkan agatha umi, abi.." Agatha berusaha membendung tangisnya yang hendak membeludak.
"Aku, sebagai ayah agatha juga minta maaf kepadamu malik dan tentunya andryani juga." Tambah afrizal.
"Tha, kamu bisa memikirkannya secara tenang dahulu, jangan mengambil keputusan dengan hati yang panas. Umi akan memberi kamu waktu untuk berfikir nak." Mohon andryani pada agatha.
"Umi, ini keputusan yang atha ambil dengan kepala dingin. Atha sudah memikirkannya berulang kali." Agatha berusaha tegar, sungguh agatha tak berniat menyakiti perasaan calon mantan mertuanya utu.
"Nak? apakah byan menyakitimu? Abi akan menghubungi byan untuk pulang dan minta maaf padamu sekarang." Malik meraih ponselnya untuk menghubungi byan, setelah panggilan teleponnya tersambung malik menuju keluar pintu untuk berbicara pada byan.
Afrizal sesekali memandangi wajah putrinya yang terlihat tegar, namun afrizal tahu bahwa agatha saat ini sedang tidak baik-baik saja. Afrizal terus saja memikirkan sikap putri semata wayangnya itu. Beberapa hari yang lalu agatha pergi ke new york untuk mengikuti fasion show tahun ini. Sebagai seorang perancang busana, agathapun pergi ke new york selama tiga hari. Namun entah apa yang terjadi pada agatha, baru saja malam ini sampai di jakarta tiba-tiba agatha meminta ayahnya untuk menghubungi keluarga malik dan datang kerumah karena ada yang ingin agatha sampaikan. Afrizal tak menyangka, agatha akan membatalkan pernikahannya dengan byan.
"Tha, ceritalah pada umi nak. Biasanya agatha selalu cerita pada umi apa yang terjadi. Umi akan memberikan solusi yang tepat untuk masalahmu dan byan." Pinta andryani mencoba membujuk agatha lagi.
"Agatha mungkin perlu menenangkan diri dulu, biar aku yang akan berbicara padanya nanti." Afrizal membalas ucapan andryani, karna agatha tak merespon.
"Baiklah agatha, umi akan memberi waktu kamu untuk berfikir dulu. Umi akan tetap menunggumu nak sampai kamu benar-benar berubah fikiran. Umi sangat berharap kamu tidak membatalkan pernikahanmu dengan byan." Andryani terus saja meneteskan airmatanya.
"Pernikahan aku dan agatha tidak akan pernah batal umi. Kami akan menikah secepatnya!" Dari luar sana byan sudah berjalan bersama malik kearah uminya, agatha dan juga afrizal.
"Byyan?" Andryani terkejut putranya sudah tiba.
"Umi? Umi tak perlu menangis.. Hapus airmata umi!!" Byan mengusap wajah andryani yang telah basah.
"Agatha, kau sungguh tega menyakiti hati umi? Kau membuatnya menangis? Apakah kau tidak memiliki hati?" Byan menatap agatha disana yang memalingkan wajahnya.
"Cukup byannnn!!!" Afrizal sempat marah mendengar ucapan byan.
Mata agatha terlihat semakin memerah, namun tak ada air mata yang keluar. Agatha tak mengucapkan sepatah katapun.
"Om afrizal, maafkan kata-kata saya. Namun tak sepantasnya agatha membuat umi menangis" Ucap byan dengan nada rendah.
"Sudah... sudah.. tenanglah..!" Malik berusaha melerai ketegangan yang terjadi antara byan dan afrizal.
__ADS_1
"Kamu tidak rela jika umimu menangis bukan? Kamu tak mau menyakitinya byan?" Tanya afrizal sinis.
"Tentu saja om, saya sangat menghargai umi. Saya diajarkan untuk tak menyakiti hati wanita apalagi membuatnya menangis!!." Jawab byan dengan mata yang tak dapat diartikan, lalu melemparkan pandangannya pada Agatha yang sejak tadi diam dan memalingkan wajah seakan agatha tak ingin melihat byan disana.
"Kamu tak mau menyakiti ibu yang melahirkanmu, tapi kamu menyakiti hati anak perempuanku byan.." Pungkas afrizal.
Deggggg!! Seketika hati byan bagai tertembak peluru panas. Tepat sekali ditengah-tengahnya. Byan bungkam dan menunduk tak menjawab perkataan afrizal.
"Byan? Apakah kamu menyakiti agatha? Jawab nak? Apa yang kamu lakukan?" Andryani menggoyang-goyang pundak byan.
"Umi, mas byan tak pernah menyakitiku. Aku rasa kami kurang cocok dan tidak sejalan, jadi aku minta untuk membatalkan pernikahan kami umi, abi. Dari pada nanti setelah menikah kami tak sejalan? lebih baik dari sekarang atha dan mas byan tak menikah. Kami tidak berjodoh. Maaf jika agatha mengecewakan umi dan abi juga ayah.. Tapi ini sudah keputusan atha. Maaf..." Lirih agatha. Sketika itu air yang sedari tadi terbendung dari mata agatha tertumpah ruah.. Agatha mengeluarkan air mata tanpa suara. Menangis tanpa suara sangatlah sesak.
Melihat putrinya menangis, afrizal langsung memeluknya dan mengecup puncak kepala agatha.
"Agatha..." Byan ingin sekali memeluknya. Namun byan tak memiliki keberanian itu.
"Byan, mungkin atha butuh waktu untuk tenang dulu." Malik mencoba menenangkan byan.
"Tha, aku mohon beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya.." Pinta byan memohon dengan kedua telapak tangan mengatup kearah agatha dan afrizal.
"Ya tha, berilah mas byan kesempatan menjelaskan.." Andryani mencoba membujuk agatha lagi.
Agatha terus terisak kecil menahan suara tangisannya agar tak terdengar. Sekuat apapun ia menahan. Tangisan sesak agatha itu tetap saja terdengar oleh andryani, malik dan yang pasti byan juga.
Melihat ayah dan anak gadisnya itu menuju ke atas. Malik mengajak istrinya dan juga byan untuk pulang.
"Byan, biarkan agatha istirahat dulu. Kamu bisa jelaskan semuanya di rumah." Malik menggandeng andryani menuju keluar dari rumah afrizal.
"Baik abi.." Dengan berat hati, byan melangkahkan kakinya menyusul kedua orangtunya untuk kembali kerumah. Sesekali byan menengok kearah dalam rumah ingin sekali rasanya byan melihat agatha dan berada didekatnya.
***
Menuju jalan pulang byan hanya bungkam tak bersuara. Sementara andryani masih sedih sesekali dia terus meneteskan air matanya.
Calon menantu yang diidam-idamkannya selama ini sudah membatalkan pernikahannya. Sungguh sangat disayangkan, andryani sudah terlanjur menyayangi agatha.
__ADS_1
Sementara malik masih memikirkan perbuatan byan selama ini. Entah apa yang dilakukan byan pada agatha sehingga agatha membatalkan pernikahan mereka. Malik tak sabar ingin tahu masalahnya.
Hingga tak terasa mereka telah sampai di rumah. Semua keluar dengan langkah yang lemas. Tak ada semangat, wajah yang lesu dan sedih masih melekat pada mereka bertiga.
Sesampainya diruang keluarga, byan merebahkan tubuhnya secara kasar pada sofa empuk. Malik dan andryani pun menyusul duduk di sofa ruang keluarga.
"Abi, umi sebenarnya byan yang salah.. Byan sudah menyakiti hati agatha berulang kali.. Byan tidak tahu dari apa hatinya terbuat hingga atha masih saja menutupi kesalahan byan." Byan meremas kepalanya yang semakin terasa pusing.
"Byan... Itulah mengapa umi dan abi menyukai atha. Hatinya begitu baik." Andryani menatap lekat byan yang terlihat prustasi.
"Sebenarnya apa yang kamu lakukan? Byan?" tanya malik tak sabar ingin mendengar penjelasan byan.
"Maafkan byan umi, abi. Byan sebenarnya.... Yang sebenarnya byan tak pernah mengantarkan agatha pulang sampai ke jakarta, byan hanya mengantar sampai bandara di jogja." Byan menjelaskan secara terbata-bata. Masih melekat jelas bayangan wajah agatha yang terisak tadi difikirannya.
"Byan!!!! Kamu......" Andryani belum selesai berbicara, malik sudah memberi kode padanya.
"Lalu?" Tanya malik lagi.
"Lalu, byan juga tak pernah mengajak agatha berkeliling jogja. Hanya pernah sampai supermarket saja berbelanja kebutuhan dapur." Jelas byan lagi yang terus menyesali perbuatannya. Kini byan merubah posisinya menjadi duduk dan mendekat pada umi dan abinya.
"Astaghfirullahhhhhhhh nak!" Andryani menahan amarahnya.
"Sudah umi, tahan emosimu. Biarkan byan menjelaskan lagi. Nanti darah tinggimu kambuh." Malik mencoba menenangkan hati istrinya.
"Lalu, byan juga sudah pernah menyentuh agatha umi. Maafkan byan...Tetapi Ini hanya sebatas menciumnya saja." Jelas byan lagi.
Plakkkkkk!!!!!! " Kamu sangat keterlaluan!" Malik menampar wajah putranya itu hingga memerah.
"Abi... Cukup!!!" Andryani menahan tangan malik. Mencoba melerai.
"Maafkan byan umi... Abi, byan sangat khilaf. Sungguh... Sebenarnya ada seseorang wanita yang byan sukai di jogja. Dan byan juga tidak tahu jika agatha akan datang ke jogja, dan agatha melihat byan bersama wanita itu.. Maafkan byan umi, abi... Byan menyukai wanita lain. Tapi hati byan juga menginginkan agatha, byan sungguh serakah.." Byan terkulai lemas bersimpuh di lantai sembari bersujud pada abi dan umi.
"Byan, jika umi yang menjadi agatha umi pun akan melakukan hal yang sama seperti keputusan agatha sekarang!" Umi andryani beranjak pergi menuju kamar meninggalkan byan dan malik.
"Bangunlah nak.. Maafkan abi telah kelewatan batas." Malik membimbing byan untuk bangun.
__ADS_1
"Byan tak pantas dimaafkan abi... Byan harus bagaimana?" Byan menundukkan tubuhnya dan terus meremas kepalanya yang semakin terasa berat.
"Beristiharah lah malam ini nak, kamu akan mendapat jawabannya. Abi dan umi menyerahkan keputusannya padamu." Malik meninggalkan byan sendiri menuju kekamar menyusul istrinya.