
Niat juna kembali ke jogja adalah untuk menjual rumahnya dan memutuskan pindah ke jakarta karena disana usaha baru juna mulai dirintis.
Juna membuka toko perhiasan baru di kota jakarta, untuk cabang yang ada di kota bali ia sudah memilih orang kepercayaan pilihannya untuk mengurus usahanya disana.
Toko perhiasan DELLINA, ya nama itu yang ia pakai untuk toko barunya di jakarta. Nama itu diambil dari nama belakang istrinya.
Hari ini, juna mengajak chayra pergi ke pantai. Perjalanan yang ditempuh mereka berlangsung selama kurang lebih dua jam. Itu pun karena juna membawa mobilnya dengan kecepatan pelan.
"Masih lama kita sampai kak?" Tanya chayra pada suaminya yang serius menyetir mobil.
"Sebentar lagi chay.." Jawab juna dengan santai.
"Kak, kenapa harus ke pantai?" Tanya chayra pada juna.
"Aku ingin mengajakmu berpacaran chay..."
"Pacaran setelah menikah maksud kakak?"
Setibanya di pantai, chayra tak begitu semangat karena saat di bali ia terbiasa bermain di pantai.
"Kamu tidak suka chay?" Tanya juna heran dengan ekspresi chayra yang biasa saja.
"Aku sudah terbiasa dengan air laut kak. Saat di bali, air laut ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari untukku." Jawab chayra.
"Tapi belum terbiasa jika bersamaku bukan?" Juna merangkul chayra dan menggendongnya ke arah air.
"Kak juna.. Turunkan aku.." chayra sedikit berteriak menampakkan wajah memerah karena malu.
"Aku akan menurunkanmu, tapi disana..." Juna berlari kearah tengah laut. Hingga juna menurunkan chayra. Juna meraih ponselnya dan mengambil gambar chayra.
Cekrekkk!!!
"Istriku sangat cantik..." Juna bergumam dalam hati.
Arjuna hanya bisa terpana melihat kecantikan istrinya. Ia mengarahkan chayra kebeberapa spot untuk mengambil foto. Hingga chayra pun bergantian mengambil foto suaminya.
Setelah merasa puas bermain air laut bersama, juna dan chayra makan di sebuah resto dekat pantai.
Setelah selesai melakukan pertelihan, mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah.
***
"Kak, ini diminum dulu..." Chayra memberikan teh hangat pada suaminya yang sibuk dengan laptop didepannya.
"Terimakasih sayang...." Jawab juna menerima secangkir teh dari istrinya.
"Kakak banyak pekerjaan? Ingin ku bantu?" Tanya chayra sembari melirik kearah laptop juna.
"Kau cukup temani aku, itu sudah sangat membantu..." Juna melirik sebentar ke arah istrinya yang mengulum senyum, kemudian kembali fokus pada laptopnya lagi.
"Kak..." Chayra memanggil juna.
__ADS_1
"Iya, ada apa sayangku..." Juna menghentikan kegiatannya pada laptop kemudian menatap chayra.
"Kak, mengapa kakak menjual rumah ini?" Tanya chayra penasaran.
"Karena kita sudah tidak membutuhkannya lagi." Jelas juna pada istrinya.
"Lah? Kita kan butuh rumah kak.." Chayra tak mengerti maksud juna.
"Aku sudah menjualnya chay.." Jawab juna santai.
"Lalu kita tak punya rumah kak?" Tanya chayra lagi.
"Kakak sudah membelikan yang baru untukmu adik..." Juna menggoda chayra dengan mencubit kedua pipi mulus chayra.
"Ih, kakak..." Chayra mengerucutkan bibirnya, matanya menatap juna kesal.
"Jangan bersikap seperti itu, rasanya aku ingin menerkammu..." Juna meletakkan laptop yang tadi ada dipangkuannya ke sofa. Lalu dia menarik chayra hingga berada dalam pangkuannya.
"Kak??" Chayra membulatkan matanya dengan sempurna memelototi suaminya.
Juna meraih kedua tangan chayra dan mengarahkannya menjadi melingkari leher juna. "Kamu sungguh cantik chay..."
"Apa kakak baru menyadarinya??" Tanya chayra dengan mata yang terus mengarah pada juna.
"Aku baru menyadarinya..." Juna menyelipkan rambut yang menjuntai kebelakang telinga chayra. "Chay, jika aku ingin meminta hakku sebagai suami malam ini apa kau mengizinkannya?"
Chayra menganggukkan kepalanya pelan, "Jika kak juna ingin meminta hak kakak malam ini, maka aku akan memberikan kewajibanku malam ini juga."
"Aku mencintaimu chay...." Juna meraih dagu milik chayra lalu mengecup bibir chayra pelan.
Chayra hanya bisa menyimpulkan senyumannya.
Suara bell pintu berbunyi, seperti ada tamu.
"Kak, ada tamu..." Lirih chayra.
"Ck! Mengganggu sekali baru saja mau mulai.." Umpat juna kesal.
Chayra hanya tersenyum, kemudian beralih dari posisinya saat ini dan chayra melangkah untuk membuka pintu.
"Bu Aisyah..." Chayra terkejut dengan kedatangan bu Aisyah malam-malam begini.
"Chay, apakah ibu mengganggu kalian?"
"Ti..tidak bu, ayo silahkan masuk..."
"Ibu mengganggu kami, chay mengapa kamu berbohong pada orang tua?" Sambung juna yang datang dari belakang kemudian ia menyalami bu Aisyah.
"Dasar pengantin baru..." Bu Aisyah hanya bisa menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah dua sejoli didepannya..
Chayra hanya menampakkan wajah semu kemerahannya pertanda malu.
"Ibu cuma mau mengantar ini, besok kalian akan pergi ke jakarta bukan?" Bu Aisyah menyerahkan beberapa rantang berisi masakan.
"Ibu mengapa repot-repot?" Juna merasa tak enak.
"Ini rendang kesukaan chayra, ibu tidak bisa membawakan oleh-oleh apa-apa.." Timpal bu Aisyah.
__ADS_1
"Uh, ibu memang terbaik.." Chayra langsung memeluk erat bu aisyah.
"Jadi malam ini ibu akan menginap bersama kalian." Bu Aisyah memberitahu juna juga chayra.
"Aku akan tidur bersama ibu..." Chayra semakin mempererat pelukannya pada bu aisyah.
"Tapi kan chay....." Juna meraup wajahnya, ia hanya bisa pasrah jika malam ini ia akan tidur sendiri.
"Kasihan suamimu chay.." Bu Aisyah yang peka pada sikap juna pun mencoba membujuk chayra.
"Kak, malam ini saja ya..." Chayra tetap ingin tidur dengan bu Aisyah.
"Hmmm baiklah..." Juna menerima keputusan istrinya.
"Terimakasih suamiku..." Chayra beralih memeluk suaminya, kemudian melayangkan sebuah kecupan manis di pipi juna.
***
πAsmara
Aku menyandarkan tubuh lemah ini pada kepala ranjang, banyak hal yang harus aku fikirkan untuk masa depanku. Ingin rasanya aku melangkah jauh agar aku bisa segera melupakan kisah kelamku.
"Mara?" Ibu memasuki kamar menghampiriku.
"Iya bu..." Timpalku menatap kedatangan ibu yang duduk dipinggiran ranjang.
"Mengapa belum tidur nak?" Tanya ibu.
"Mara belum mengantuk bu.." Timpalku dengan melontarkan senyum kearah ibu.
"Mara, jangan terlalu lelah berfikir. Tubuhmu juga butuh istirahat nak.."
"Iya bu, mara sebentar lagi akan tidur."
"Ibu tahu, begitu banyak beban dalam dirimu. Lawan semua itu, jangan terus menghindarinya."
"He'um bu..."
"Jangan pernah memrndamnya sendiri mara, ibu akan siap mendengarkannya jika kau butuh teman untuk berbagi."
"Terimakasih bu, ibu memang terbaik." Aku menyimpulkan senyum kepada ibu.
Setelah ibu keluar dari kamar dan mematikan lampu, aku pun segera membaringkan tubuhku dan tertidur.
Namun, mata ini tak dapat terpejam. Seberapapun usahaku untuk memejamkan mata ini, namun tetap saja tak bisa.
Aku mengambil laptop dan membuka E-mail masuk, ternyata CV yang ku kirimkan sudah mendapat balasan dari personalia perusahaan yang menyatakan jika besok aku akan interview.
Mendapat kabar baik seperti ini setidaknya kabar ini bisa menenangkan hatiku sejenak. Aku pun menutup laptop dan kembali membaringkan tubuhku di ranjang. Kini mataku dapat terpejam dengan sempurna. Aku harus tidur malam ini agar bisa memepersiapkan diri besok.
To be continue......
πHai hai readers...
Othor kemaleman Up nya ya, maaf ya sudah membuat kalian menanti..
Jangan lupa kasih like, koment, give nya buat othor ya. Biar makin semangat buat Up lagi.. πππ
__ADS_1
Marhaban ya ramadhan....