
Aku duduk didepan meja pak arman dengan tubuh tegang dan sedikit takut. Kulihat pak arman menyibukkan diri dengan komputer di depannya.
"Permisi pak.. Maaf saya mengganggu.."
"Hmm, ada apa mara? apa ada yang bisa ku bantu?" Pak arman menghentikan kegiatannya. Kini pak arman menatapku.
"Pak, ini berkas-berkas yang bapak minta minggu lalu.." Aku
menyerahkan amplop cokelat besar pada pak arman.
"Syukurlah.... Akhirnya kau berubah pikiran." Senyum pak arman terlihat bahagia.
"Iya pak, saya mau kuliah. Terimakasih atas bantuan bapak." Jawabku membalas senyumannya.
"Besok aku akan mengurusnya. Setelah selesai kau akan segera ku beritahu." Jelas pak arman.
"Terimakasih banyak pak. Saya permisi." Aku melangkah menuju meja kerjaku. Pak arman hanya menganggukkan pelan kepalanya.
Aku sudah membicarakan hal ini dengan ibu. Ibu sangat menginginkan aku melanjutkan study ku ke perguruan tinggi. Ya semoga saja ini pilihan yang tepat buatku. Yang jelas aku sangat berterimakasih pada pak arman dan juga perusahaan mas byan yang sudah mau membiayai kuliah ku.
Hari ini ku dengar mas byan sudah kembali bekerja. Namun aku tak melihatnya. Kemana dia? sungguh aku sangat merindukannya..
***
Seminggu telah berlalu, tak ada yang berubah. Agatha masih tetap dengan keputusannya. Kini byan telah kembali ke jogja mengurus perusahaannya yang lama ia tinggalkan.
Untung saja asistennya juna bisa diandalkan, sehingga tak ada pekerjaan yang perlu menguras fikirannya. Byan hanya tinggal memeriksanya kembali.
"Pak, besok jadwal bapak untuk mengunjungi pabrik suplier bahan Pt.XXXX di jakarta." Juna menuju meja byan sembari menyerahkan beberapa dokumen.
"Harus besok?" Tanya byan meyakinkan.
"Iya pak, karena produksi bahan yang akan kita pesan jadwalnya sudah ditentukan besok." Juna kembali meyakinkan bossnya.
"Kau saja yang pergi ke jakarta." Tukas byan.
"Tapi apakah bapak tidak ingin melihat secara langsung bahannya?"
Tanya juna.
"Aku percayakan padamu juna. Aku tahu kau bisa diandalkan." Sesungguhnya byan tak ingin kembali ke jakarta dulu. Mengingat minggu lalu ia telah mengecewakan umi dan abinya. Terlebih lagi ia tak ingin mengingat kenangannya bersama agatha. Lebih baik byan menenangkan diri dulu di jogja.
Pukul 21.30 byan sampai di apartementnya. Hari-hari byan dipenuhi dengan bayang-bayang agatha juga rasa bersalahnya. Setiap byan ingin melupakan kenangannya bersama agatha, namun rasa bersalah dan bayangan agatha semakin muncul di fikirannya.
__ADS_1
"Arghhhhhhh!" Byan menarik rambutnya dengan kedua tangannya.
"Agatha!! Maafkan aku, kenapa aku tidak bisa melupakanmu!" Byan merebahkan tubuh lemahnya pada ranjang.
Tinggg!! Anggap saja itu Suara notifikasi whatsapp pada ponsel byan.
[Aku sudah sampai di jakarta, ku harap kau bisa datang menemuiku.]
Byan membaca pesan masuk dari kakaknya rayhan. Ternyata rayhan sudah kembali dari korea setelah satu tahun lamanya.
"Hmm, bang rayhan.." Lirih byan.
Byan tak membalas pesan dari kakaknya itu. Byan memilih memejamkan matanya dan tak terasa kini byan tertidur. Kali ini byan benar-benar ingin mengistirahatkan tubuh dan fikirannya yang lelah.
***
"Assalamualaikum abi, umi..." Rayhan menghampiri uminya yang sedang menonton tayangan tv.
"Ray.... Putraku.." Andryani menyambut hangat pelukan putra pertamanya itu.
"Ray rindu sekali.." Rayhan melepas pelukan uminya dan bergantian memeluk abinya.
"Ray.. Abi juga sungguh merindukanmu.." Malik memeluk putranya dengan haru.
"Abi, umi bagaimana pernikahan byan dan agatha? Kapan akan dilangsungkan?" Rayhan menatap kedua orangtuanya bergantian. Namun dari wajah umi dan abinya terlihat tak memancarkan aura kebahagiaan.
"Ray, Apa byan belum memberitahumu?" Tanya malik.
"Ada apa abi?? Abi sepertinya lupa jika byan itu sedingin es di kutub utara. Tak pernah memberitahuku hal penting. Bahkan menanyakan kabarpun tak pernah.." Byan mengeluarkan senyum tipisnya mencoba melakukan candaan terhadap umi dan abinya.
"Ray.. Memang sikapnya seperti itu. Kau harus memahami adikmu itu." Andryani mencoba membela byan.
"Umi selalu saja membelanya. Baiklah aku mengalah. Aku sudah mengirim pesan pada byan kalau aku sudah kembali ke jakarta. Namun byan tak membalas pesanku." Jawab rayhan khawatir pada uminya yang sensitif jika membahas hubungannya dengan adiknya itu.
"Sudah ray, kamu bersihkan dulu tubuhmu. Abi dan umi tunggu di ruang makan ya.." Malik menengahi percakapan andryani dan rayhan.
Rayhan telah selesai membersihkan dirinya setelah beberapa menit. Kini rayhan menyusul umi dan abinya di meja makan.
"Ayo nak, kita makan malam dulu. Mumpung makanannya masuh hangat kamu pasti lapar dan kangen masakan umi!" Tawar andryani pada rayhan dengan senyum sumringah.
Andryani membubuhi nasi juga lauk-pauk yang telah dimasaknya tadi untuk menyambut kedatangan rayhan.
"Terimakasih umi.." Jawabnya sembari senyum.
__ADS_1
"Bagaimana dengan bisnismu di korea?" Tanya malik.
"Alhamdulillah lancar abi.. Bulan ini rayhan baru launching produk baru dan keuntungannya sangat memuaskan.." Timpal rayhan sembari mengunyah makanannya.
"Anak umi tak pernah berubah. Semakin terlihat tampan.." Andryani menatap lekat anaknya.
"Bagus nak. Kemajuan yang sangat bagus!" Malik menyemangati putranya dengan mengacungkan dua jempol.
"Ray, usiamu sudah matang. Dua puluh tujuh tahun. Jangan memikirkan bisnis terus menerus!!. Pikirkan pendamping hidupmu juga." Andryani menyindir rayhan.
"Itu sudah rayhan pikirkan umi." Jawab rayhan santai.
"Apakah kamu sudah memiliki kekasih?" Andryani ingin tahu.
"Rayhan sedang berusaha mencari umi." Timpal rayhan.
"Hmmm umi fikir kamu sudah siap. Ternyata baru saja mau mencari huhh!!" Andryani mengerucutkan bibirnya.
"Hehee.... Sabar umi, Ray akan mencari di jakarta saja. Agar nanti bisa dekat dengan umi." Timpal rayhan.
"Umi dan abi sudah tua. Seharusnya sudah memiliki cucu. Tapi kedua putra umi ini tidak mau membahagiakan umi." Andryani memasang wajah cemberut.
"Umi, sebentar lagi kan byan akan menikah. Umi secepatnya akan mendapatkan cucu." Rayhan menanggapi sikap uminya yang merajuk itu.
"Byan batal menikah dengan agatha." Malik menengahi percakapan rayhan dan istrinya.
"A...apa?" Rayhan terkejut!
"Padahal agatha adalah calon mantu idaman umi.." Andryani kembali mengingat agatha.
Dan andryani menceritakan semua kejadian yang membuat agatha dan byan batal menikah. Kini mata perempuan itu sudah berkaca-kaca.
Semenjak perkara agatha dan byan, kini agatha tak pernah lagi berkunjung ke rumah keluarga malik. Namun agatha masih sering menghubunginya lewat telepon dan kadang berkirim pesan. Agatha sepertinya telah membatasi hubungannya dengan keluarga malik.
Rayhan sungguh tidak menyangka, mengapa byan menyia-nyiakan wanita seperti agatha. Rayhan sangat mengenal keluarga afrizal yang cukup baik dan terkenal sopan itu. Namun rayhan belum begitu mengenal agatha. Melihat agatha pun rayhan baru beberapa kali saja itupun dulu saat agatha masih kecil. Karena rayhan menghabiskan studynya di amerika dan setelah selesai rayhan langsung pergi berbisnis di korea selatan.
Rayhan selalu mendengar uminya memuji segala sikap agatha, menurut uminya agatha adalah seorang wanita cantik, smart, lembut, perhatian, tidak sombong dan juga sopan. Rayhan jadi penasaran seperti apa wanita yang sangat didambakan uminya itu.
🍒penasaran dengan wajah rayhan alfarizi malik? Ini aku kasih modelnya ya..
*Rayhan alfarizi malik: Model (Boy william)
__ADS_1
Kira-kira seperti ini pandangan aku ya readers.. Pokoknya karakter rayhan disini ramah, suka bercanda, dan yang pasti tidak sedingin es seperti byan*.