Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Oleh-oleh dari umi..


__ADS_3

Byan berlari kecil menuju ke parkiran mobilnya. Namun saat melihat kearah spion, byan menemukan sosok wanita yang tengah memperhatikannya.


"Hmmmmm, mara? Maafkan aku...." Byan menghembuskan nafas dalam-dalam. Ia meraih sabuk pengaman dan segera melajukan mobilnya perlahan.


***


"Umi,..." Byan menghampiri umi andryani yang tengah duduk di sofa ruangan tamu apartemen miliknya sembari memainkan ponsel.


"Byan,.." Umi menyambut tangan byan yang hendak menyalaminya.


"Umi, byan kan sudah bilang.... Jika ingin ke jogja kabari byan, Nanti byan yang akan urus perjalanan umi." Byan mengerenyitkan dahinya menatap umi andryani yang kembali memandanginya dengan senyum sumringah.


"Umi ada oleh-oleh buat mu nak."


"Byan tak butuh oleh-oleh, umi membuatku khawatir." Byan merebahkan tubuhnya disofa berseberangan dengan umi.


Umi hanya terseyum menanggapi sikap putranya yang tengah merajuk.


"Kamu yakin tak mau menerima oleh-oleh dari umi? nanti kamu menyesal lohhh..." Goda umi.


"Hmmmm, umi. Jam berapa sampai??


"Umi, ini es jeruknya sudah......." Seorang wanita muncul membawa dua gelas es jeruk beralas nampan..


Byan terkejut mendengar suara itu dengan segera byan bangun dari posisi tidurnya lalu duduk menatap wanita itu tanpa kedipan. Tatapan mereka bertemu, saling pandang adalah posisi mereka saat ini. Sepertinya mereka sedang melepas rindu satu sama lain, namun mereka tak mau mengakuinya.


Melihat putranya itu terus memandangi wanita dengan dua gelas es jeruk, umi andryani tersenyum geli melihat kelakuan dua insan itu.


"Agatha, sini nak!" Umi andryani membuka suara.


"I..yaa umi, ini es jeruknya." Atha meletakkan es jeruk dimeja dan segera duduk di sofa kecil bersebelahan dengan byan.


"Terimakasih nak, emmmm alhamdulillah rasanya segar sekali cocok buat udara panas hari ini." Umi andryani meneguk minumannya dan melirik kearah byan dengan senyuman jahil.


"Iya, sudah beberapa hari jogja tidak hujan jadi udaranya memang sangat panas." Sahut byan sembari mengipaskan tangannya.


"Mas byan, ini diminum es jeruknya..." Agatha menyerahkan es jeruk kearah byan.


"Te..terimakasih" Byan memegang es jeruk dari tangan atha namun byan tak kunjung melepaskan genggaman tangannya.


Melihat perlakuan byan, atha perlahan melepaskan tangannya. Sungguh dia tak nyaman melihat byan terus memandanginya sembari menyentuh tangannya.

__ADS_1


"Maa'af.." Atha menarik tangannya.


"Byan, ini oleh-oleh dari umi untukmu." Umi andryani menatap atha kemudian menatap byan.


"Umi..." Agatha tersenyum malu. Wajahnya kini terlihat memerah.


"Iya, umi bawa oleh-oleh ini spesial untukmu nak. Apakah kamu tidak mau menerimanya? kalu begitu umi akan bawa atha kembali kejakarta." Umi terkikik pelan.


"Jangan!!!" Byan mengagetkan keduanya.


"Ma..maksud byan tak perlu kembali ke jakarta sekarang umi. Umi dan atha baru saja sampai." Ucap byan terbata-bata.


"Emm, baiklah... Umi akan kembali besok, sedangkan atha akan kembali sesuka hatinya.." Umi andryani melemparkan senyum kecil kearah putranya yang sedari tadi sikapnya terlihat berbeda.


"Umi, atha kembali kejakarta bersama umi saja." Agatha menatap umi bingung.


"Atha, kamu kan katanya mau keliling jogja. Jika besok kembali kejakarta kapan akan mengelilingi kota jogjanya?" Timpal umi.


"Lain kali saja umi. Jika tak bersama umi atha nanti dimarahi sama ayah.." Jawab atha yang terlihat cemas.


"Atha bisa kembali kejakarta bersamaku." Jawab byan mengarah dan terus memandangi agatha.


"Byan, besok ajak atha keliling jogja ya.. Jika atha sudah puas jalan-jalannya baru antar pulang ke jakarta." Umi andryani menatap kedua insan itu dengan perasaan lega.


"Baik umi." Jawab byan tanpa penolakan.


"Atha jangan khawatir nak, byan adalah calon suami yang baik."


"Mungkinkah perasaan byan terhadap agatha sudah dimulai?" Gumam umi dalam hati.


"Umi mau mandi dulu ya sudah sore." Umi beranjak dari tempat duduknya mengarah ke kamar mandi.


Setelah umi menghilang dari pandangan mereka berdua, keadaan terasa canggung.


"Maaf mas byan, aku juga mau mandi dulu.." Atha mencoba menghindar dari byan yang sedari tadi terus memandanginya.


"Oh, baiklah..."


"Tapi, umi sedang mandi. Nanti saja mas..."


"Jika kau mau, kau bisa mandi dikamarku, maksudku kamar mandi yang ada dikamarku."

__ADS_1


"Oh, baiklah.." Agatha berdiri dari duduknya.


"Akan ku antar, mari..." Byan mendahului agatha mengarah kekamarnya.


Hingga langkah keduanya terhenti didepan sebuah kamar. Byan meraih knop pintu dan membukanya.


"Disini kamarku, jika besok kau ingin mandi bisa langsung masuk saja." Byan menunjukkan kamar mandinya pada agatha.


"Mana mungkin aku akan masuk begitu saja ke kamarmu mas, sementara waktu dirumah kau habis-habisan memarahiku karena lancang memasuki kamar dan menyentuhmu tanpa izin. Aku tak mau membuatmu marah lagi."


Gumam Agatha dalam hati. Atha hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan byan.


"Aku mau ambil handuk dan bajuku dulu mas diakamar tamu, barang-barangku ada disana." Agatha meninggalkan byan menuju kamar tamu.


Byan memperhatikan agatha dengan lekat, tubuh ramping dengan dress berwarna kunyit itu semakin membuat kulit putihnya semakin cerah. Rambut panjang sedada berwarna cokelat terang yang lurus tergerai rapi, byan mengikuti agatha dari belakang dipandanginya terus calon istrinya itu.


"Mas? mengapa mengikutiku?" Agatha berhenti didepan pintu kamar tamu.


"Mungkin saja kau butuh bantuan?" Byan menaik turunkan alisnya.


"Hmmm... tak perlu aku hanya akan mengambil pakaian ganti saja." Agatha masuk kedalam kamar tamu. Setelah beberapa detik langsung keluar. Ditatapnya byan masih berdiri didepan pintu. Agatha langsung meninggalkannya dan menuju kekamar mandi yang berada didalam kamar tidur byan.


"Mas aku boleh masuk?" Tanya agatha perlahan.


"Tentu.. kau boleh masuk kapan saja.." Jawab byan.


"Ada apa denganmu mas? Waktu dirumah kau begitu marah karena...."


"Maafkan kesalahanku atha.." Byan mendekatkan diri kearah agatha. Agatha semakin mundur dan tubuhnya kini telah menempel pada pintu kamar mandi.


"Mas..." Darah agatha terasa mengalir deras, jantungnya terus bergetar, Hingga atha menahan dada byan dengan tangannya. Dirasakannya degupan jantung byan, ditatapnya mata byan yang semakin nanar menatapnya.. Byan semakin mendekatkan wajahnya pada agatha. Hingga agatha dapat merasakan hembusan nafas byan yang meniup kearahnya.


"Mas,... Aku mau mandi.." Agatha memalingkan wajahnya, dan meraih knop pintu kamar mandi. Agatha segera masuk dan menguncinya dari dalam.


Jantungnya masih berdegup kencang. Apa yang agatha rasakan ini benar-benar mengganggunya.


Sebenarnya mas byan mau apa? Gumam atha lirih.


Diluar kamar mandi, byan sendiri terkejut dengan tingkahnya. Mengapa ia tak bisa menahan diri.


Byan meremas rambutnya acak, byan sungguh tak tahu mengapa kini ia begitu menginginkan agatha!

__ADS_1


"Padahal dari awal aku sangat menolaknya, mengapa sekarang aku begitu menginginkannya? Sungguh aku tak percaya! Gumam byan dalam hatinya.


__ADS_2