Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Perusak hubungan orang!


__ADS_3

"Saya ingin membuat jas, tapi ingin desain yang unik dan berbeda.." Rayhan mendudukkan tubuhnya ke sofa sembari memandangi agatha.


"Baik pak, saya akan panggilkan asisten saya untuk...."


"Saya ingin ibu atha saja yang mendesainnya.." Rayhan memotong ucapan agatha.


"Emm, baik pak." Jawab agatha singkat. Agatha mengarah ke rak susun yang berisi beberapa buku dan katalog desain miliknya lalu mengambil beberapa dan diserahkan pada rayhan.


Sebagai owner butik, agatha sangat mengutamakan customernya.


Agatha kini mengukur ukuran jas yang diminta oleh rayhan. Setiap detail lingkar lengan dan tubuh rayhan diukur oleh agatha. Membuat rayhan jadi salah tingkah.


"Baik, sudah selesai pak.. Anda bisa mengambilnya setelah satu minggu dan pihak kami akan menghubungi anda. Skarang anda bisa meninggalkan alamat dan nomor telepon di buku ini.."


Agatha menjelaskan dengan detail.


"Terimakasih bu atha.. Kenalkan saya rayhan!" Rayhan mengulurkan tangannya.


"Saya agatha." Agatha hanya menelungkupkan kedua relapak tangannya menyambut perkenalan rayhan.


Menerima perlakuan agatha rayhan terpukau.


Apakah ada yang salah dengan tanganku? Ah, wanita ini membuatku semakin penasaran.. Huft.... Gumam rayhan.


***


Hari demi hari telah berlalu, Juna sudah kembali ke jogja sementara juna masih memikirkan agatha.

__ADS_1


Begitu juga dengan rayhan. Kini setiap hari rayhan mengunjungi agatha ke butiknya. Bahkan rayhan memberanikan diri untuk mengajak agatha makan siang.


Agatha pun menerima perlakuan baik dari rayhan, sikapnya begitu humoris dan menghibur agatha.


Untuk juna, sungguh tak ada keberanian seorang juna untuk menghubungi agatha. Padahal saat ingin kembali ke jogja juna sempat meminta kartu nama agatha.


"Juna, bagaimana kelanjutan suplier di jakarta?" Tanya byan.


"Baik pak, saya juga membawa beberapa sample bahan dan sempat mengecek langsung. Kualitasnya lumayan." Juna menyerahkan beberapa map kepada byan.


"Ok, terimakasih. Kerja bagus juna." Byan melontarkan senyumannya.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi." Juna membalas senyuman byan.


Byan mengangguk mempersilahkan juna keluar dari ruangannya.


"Mara,." Lirih juna.


"Pagi pak juna," aku mengangguk pelan melewatkan juna dan segera menghampiri mas byan yang terlihat sibuk di sana.


"Mas... Ini aku bawakan sarapan buat mas byan." Aku menyodorkan kotak nasi ke meja mas byan.


Mas byan tersenyum menyambut kedatanganku. Segera ia bangkit dari duduknya dan merangkul pinggangku dan membawaku kearah sofa ruang kerjanya.


Juna melanjutkan langkahnya menuju keluar ruangan pak byan dan segera menutup pintu.


Asmara, apakah dia menyukai pak byan? Huh.. Apa urusannya denganku? Aku bahkan tak mempedulikannya lagi !Terserah dia mau apa! Juna bermonolog terlihat kesal.

__ADS_1


"Hayy junaa..." Hesti mengagetkan juna yang sedang komat-kamit kesal.


"Hmmm.. Hesty." Juna mengerenyitkan dahi kesal dengan kedatangan hesty.


"Wih.. Mana oleh-oleh dari jakarta.." Tanya hesty mengganggu.


"Kamu fikir aku holiday?" Juna melangkah menuju ruangannya.


"Hmm, kamu masih jutek saja! Pantas saja wanita itu lebih memilih pak byan daripada kamu!" Timpal hesty.


"Maksudmu?" Juna menghentikan langkahnya.


"Kau sungguh belum tahu? Kasihann...." Wajah hesty sungguh mengejek.


"Tak ada urusannya denganku!" Juna kembali melangkah meninggalkan hesty.


Namun hesty melajukan langkahnya dengan cepat,mengejar juna ke ruangan kerjanya.


"Sudahlah juna, dari awal aku tahu wanita itu tak baik! Sepertinya dia hanya mengejar harta dan tampang saja dalam memilih laki-laki."


"Hmmm, bisa kau tutup mulut kotormu itu!" Juna menggertak hesty sembari membulatkan matanya.


"Juna, aku tahu kau juga mengakuinya bukan? Mara itu bukan wanita baik-baik? Kau tahu mengapa pak byan bisa putus dengan tunangannya? Dia adalah wanita PHO! jangan bilang kaupun tak tahu apa-apa! Padahal seantero kantor sudah mengetahuinya Dasar asisten payah!" Hesty meluncur dan meninggalkan juna.


Pak byan putus dengan tunangannya? Apakah mara penyebabnya? Apakah kejadian waktu itu....


Tiba-tiba ingatan juna menuju saat ia menjemput mara di apartement byan dan berpapasan dengan byan yang sedang mengejar seorang wanita.

__ADS_1


Sungguh, ini bukan yang aku inginkan. Meskipun orang lain memandangku rendah dan mengetahui bahwa aku sebagai perusak hubungan mas byan dan tunangannya, tapi aku tak memungkirinya aku memang menyukai mas byan. Terserah apapun pandangan orang lain terhadapku. Yang penting aku mendekati mas byan dengan niat baik, dengan tulus. Bahkan hatiku mencintainya sangat mencintainya.


__ADS_2