Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Persetujuan Byan


__ADS_3

"Byan, umi mohon nak..." Umi andryani menangis memeluk tubuh byan erat.


"Tapi umi,..." Byan tak tahu harus bicara apalagi.


"Nak, cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Percaya pada umi, percaya pada abi. Kami mencarikan wanita yang tepat untukmu. Wanita yang benar-benar baik." Umi mengusap-usap pundak byan.


"Umi, jangan memaksa byan lagi..." Abi malik tersentuh melihat keadaan umi dan byan yang membuatnya sedih.


"Nak, jika dia bukan wanita baik-baik. Umi juga takkan memilihnya untukmu. Sejak kecil umi sudah tau latar belakangnya, tingkahnya, dan umi sudah terbiasa akan kehadiran atha. Dia sudah umi anggap seperti anak perempuan umi sendiri. Cobalah untuk menerima agatha nak" Umi melepaskan pelukannya pada byan.


"Aku akan memikirkannya nanti umi." Byan mengangguk pelan.


"Umi senang dengan jawabanmu nak, setidaknya kamu tak mengucapkan kata penolakan lagi" Umi andryani tersenyum bahagia.


"Kita akan segera mengadakan pertemuan membahas pertunangan atha dan byan" Sambung abi malik.


"Bagaimana kalau malam ini saja bi kita hubungi keluarga atha?" jawab umi semangat.


"Benar, umi memang benar. Selagi byan dijakarta. Dua hari lagi byan akan kembali ke jogja. Lebih cepat lebih baik" Abi malik meraih ponsel dari saku celananya. Ia mencoba menghubungi Afrizal, sahabat lamanya itu.


Mendengar hal itu byan hanya tersenyum kecil, Byan tak tahu bagaimana menolak orang tuanya. Semakin ditolak maka mereka semakin memaksa. Sementara byan tak mau lebih durhaka tak mematuhi orang tuanya. Entah keputusan yang diambil byan kali ini benar atau tidak. Ini menyangkut masa depannya. Ini menyangkut rumah tangganya. Byan pun tak mau jika pernikahan dijadikan mainan. Byan hanya pasrah, lagi-lagi dia harus menuruti kedua orang tuanya.

__ADS_1


***


Malam ini, keluarga malik sudah pergi menuju kediaman afrizal.


Mreka disambut dengan hangat. Agatha wanita cantik itu tersenyum menyambut kedatangan keluarga calon suaminya itu. Atha memeluk umi andryani dengan lembut. Ia pun menyalami abi malik. Namun ia hanya menatap dingin kearah byan.


Agataha sudah tak memiliki ibu lagi. Sejak kecil agatha menjadi putri semata wayang afrizal.


Ayahnya pun tak menikah lagi, Meskipun atha selalu merengek dan memaksa ayahnya untuk menikah lagi. Namun afrizal terus menolaknya. Ia hanya fokus membesarkan Putri kesayangannya.


Diruang tamu abi malik memulai pembicaraannya. Mereka membahas masalah pertunangan byan dan atha yang akan dipercepat. Abi malik berpikir, jika di undur-undur ia takut byan akan berubah fikiran. Maka dari itu besok malam mereka akan mengadakan pesta pertunangan.


"Kita harus mengadakan pesta yang besar bukan?" Dengan penuh rasa bahagia Afrizal ingin pesta pertunangan anaknya diadakan dengan mewah.


"Kenapa nak?, Ini hari spesial untukmu. Momen ini tak akan terulang dalam hidupmu." Jawab afrizal.


"Iya tha, abi malik setuju dengan ayahmu." Timpal abi malik.


"Tapi ayah, abi.. Atha ingin sederhana saja. cukup undang kerabat dekat saja.." Atha menundukkan wajahnya.


"Agatha? kamu yakin nak? umi tahu mungkin ini terkesan terburu-buru.. Tapi tenang saja, umi dan abi juga ayahmu akan mempersiapkan pesta pertunangan ini dengan teliti dan apik tentunya. Jangan khawatir nak.." Umi andryani mencoba meyakinkan agatha.

__ADS_1


"Tidak umi, agatha yakin.. Pestanya sederhana saja.."


"Atha, jangan begitu nak.. kamu putri ayah satu-satunya apa kata orang-orang nanti?" Afrizal mencoba merayu putrinya.


"Ayah, memangnya kenapa dengan orang-orang? Atha yang akan menjalaninya, atha tidak suka yang berlebihan ayah, tak usah memikirkan orang diluar sana. Mereka hanya bisa menyinyir seperti netizen!!" Agatha kembali menegaskan ayahnya.


"Ya Allah nak, ayah tanya sekali lagi ya? coba fikirkan baik-baik?"


"Ayah.... Atha sudah berfikir baik-baik sedari dulu..!" Agatha terlihat kesal, namun ia tetap berbicara dengan nada rendah pada ayahnya.


Byan yang mendengar itu begitu kagum, atha memang tidak sombong. Meskipun memiliki kekayaan, tapi atha tetap rendah hati dan sederhana saja dalam berpenampilan ataupun bergaya.


"Byan setuju dengan atha!!" Timpal byan tersenyum menatap atha.


Semua orang mengarah menatap byan terkejut. Terutama abi malik dan umi andryani serta ayah afrizal. Mengapa anak-anak mereka sekarang terlihat kompak??


Mungkin byan harus menerima atha sebagai calon istrinya. Meskipun ini bukan keinginannya. Namun ini pilihan orang tuanya. Orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anaknya bukan??


Biarlah perasaannya dipendam dalam-dalam. Mungkin seiring berjalannya waktu perasaan itu akan hilang sendirinya.


Semua orang mengarah pada byan. Sungguh tidak menyangka byan akan merespon pembahasan ini. Padahal byanlah yang dari dulu begitu menentang perjodohan ini. Semua orang tersenyum menatapnya.

__ADS_1


Namun berbeda dengan agatha, Dia tampak tak percaya akan perkataan byan.. Benarkah byan menerima perjodohan ini? mengapa sikapnya begitu cepat berubah? baru saja kemarin byan menyakitinya. Sungguh tak masuk akal!


__ADS_2