Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Wanitaku..


__ADS_3

Seperti biasa, hari ini rayhan datang ke butik agatha. Setelah masuk, kedatangan rayhan langsung di sambut baik oleh ayu.


"Pagi pak reyy.." Sapa ayu.


"Pagi yuu, agatha ada?" Tanya rayhan.


"Pak rey tidak dikabari atha? Hari ini agatha ada acara ke jogja." Jelas ayu.


"Apa? Oh baik lah. Terimakasih yu.." Rayhan kembali keluar segera ia mengecek ponselnya. Ternyata ada satu pesan dari agatha semalam. Sepertinya rayhan belum sempat membuka ponselnya.


[Aku ada acara ke jogja hari ini menghadiri pembukaan butik baru temanku.. Jangan mencariku ke butik ya mas rey]


Rayhan tersenyum membaca pesan dari agatha. Entah Fikiran darimana, tiba-tiba rayhan ingin menyusul agatha ke jogja.


***


Siang ini rayhan sudah tiba di jogja. Hal yang pertama dilakukan adalah memesan kamar hotel untuk penginapannya. Meskipun rayhan memiliki adik dijogja, tetap saja ia tak ingin merepotkan byan.


kini rayhan telah sampai di kantor byan. rayhan melangkah menuju ruangan byan.


"Maaf ada yang bisa saya bantu pak?" Seorang recepsionist menyapa rayhan.


"Saya ingin bertemu adik saya byan." Jawab rayhan singkat.


"Sekarang sedang jam istirahat pak, silahkan menunggu dulu kami akan..." Namun resepsionist itu belum selesai berbicara, rayhan sudah melangkah masuk menuju ruangan byan.


Sementara didalam ruangan kerja mas byan, aku dan mas byan sedang menikmati makan siang bersama. Aku selalu membawa bekal makan siang masakan ibu dan menikmati bersama mas byan. Memang sudah seminggu ini kami sering menghabiskan waktu bersama. Ketika weekend pun kami berdua sering bersama. Saat berangkat ataupun pulang dari kampus mas byan selalu mengantar jemput aku.


Meskipun ikatan kami belum jelas, entah mengapa aku sangat menyukai kedekatan kami ini. Biarlah berjalan apa adanya dulu.


"Mara... Ada sesuatu di bibirmu." Byan memandangku memberitahu.


"Apa mas? Apakah disini?" Aku mengusap bibirku dengan tangan namun mas byan masih menggelengkan kepalanya.


"Apakah masih ada?" Aku mengusap bibirku dengan tissue.


"Ini..." Byan mendekatkan tangannya pada bibirku. Dapat aku rasakan kelembutan sentuhan byan.


"Eehemmmmm!!!" Seseorang dari arah pintu berdehem.


Aku dan mas byan pun terkejut. Hingga posisiku dengannya sedikit menjauh dari sebelumnya.


"Maaf, sepertinya aku tidak tepat waktu." Rayhan tersenyum malu. Sungguh tidak disangka jika kedatangannya mengganggu kemesraan adiknya.

__ADS_1


"Bang reyy??" Byan bangun dari tempat duduknya dan menghampiri rayhan.


"Heyyy boy! Sungguh kau benar-benar manusia super sibuk!" Reyhan memeluk adiknya itu.


"Maaf, aku masih banyak pekerjaan. Belum sempat kembali ke jakarta menemuimu." Byan membalas pelukan kakak laki-lakinya itu. Byan mempersilahkan rayhan duduk.


"Sungguh?? Yaaa..yaa.. Aku mengerti." Rayhan pun duduk di sofa di seberang asmara duduk.


Aku hanya menganggukkan kepala menyambut kedatangan tamu mas byan yang dipanggilnya dengan sebutan abang.


"Mas byan, aku permisi keluar.." Aku berpamitan dengan byan.


"Baik." Byan singkat menjawab.


"Mari pak.." Ku anggukkan kepalaku kepada rayhan.


Rayhan hanya tersenyum manis membalas anggukanku. Akupun keluar ruangan itu meninggalkan mereka berdua.


"Kapan abang sampai di jogja? mengapa tak mengabariku?" Byan meletakkan dua botol minuman kaleng segar di meja.


"Hmmm, baru siang ini. Aku hanya singgah sebentar tujuan utamaku bukan untuk menemuimu.. Heheee" Rayhan tertawa kecil.


"Huh! Lalu siapa yang utama bagimu di jogja?" Tanya byan penasaran.


"Wanita itu....."


"Hahaah, ternyata dia milikmu? Tenang saja, aku pun sudah memiliki wanita yang tak boleh kau ganggu!" Rayhan meneguk minuman kalengnya sembari tersenyum melirik adiknya itu. Ternyata dengan cepat byan melupakan kegagalan pernikahannya. Buktinya kini byan sudah menemukan wanita lain. Baguslah.. Tentunya rayhan berbicara didalam hati.


"Wanita mana yang kau sukai? Apakah onni-onni Korea?" Wajah byan mengejek abangnya itu. Seolah tak yakin.


"Kau tak percaya padaku? Wanitaku bahkan tak kalah cantiknya dari wanitamu tadi!" Jawab rayhan.


"Ok, aku percaya." Jawab byan singkat.


"Sebentar lagi kami akan menikah, kau harus datang!" Rayhan merajuk adiknya.


"Apa? mengapa umi dan abi tak mengabariku?" Tanya byan penasaran.


"Hahaaahaaa... Kau tinggal tunggu saja, sebentar lagi kau akan diberi tahu. Aku pun belum berbicara pada umi dan abi." Rayhan pun belum yakin dengan ucapannya. Yang ia harap semoga agatha juga mau menikah dengannya.


"Segeralah menikah bang, jangan sampai wanitamu itu diambil orang lain!" Byan meyakinkan.


"Tidak akan ku biarkan itu terjadi. Baiklah, aku harus menemui wanitaku. Kau uruslah wanitamu, sepertinya dia wanita baik-baik." Rayhan berdiri dari duduknya dan meninggalkan byan.

__ADS_1


"Hati-hati bang.." Jawab byan singkat.


***


Di sebuah butik , agatha menghadiri undangan pembukaan butik baru milik Amelia temannya.


Acara itu berlangsung dengan lancar, hingga semua bertepuk tangan meriah saat menyaksikan amelia memotong pita simbol pembuka untuk butik barunya.


Dari kejauhan rayhan menatap dalam-dalam wanita disana dengan bahagia, wanita yang terus dirindukannya ahir-ahir ini. Rayhan rela membatalkan pertemuannya dengan relasi bisnisnya demi menemui agatha yang dianggapnya sebagai wanitanya saat ini.


Tanpa sabar, rayhan pun segera menghampiri agatha disana.


"Assalamualaikum...." Rayhan menyalami agatha dari belakang.


"Waalaikumsalam" Agatha mencari keberadaan suara itu. Dengan terkejutnya agatha melihat rayhan sudah di belakangnya.


"Kaget ya?" Goda rayhan.


"Mas? Kok bisa disini?" Agatha membulatkan matanya, penampakan wajah yang membuat rayhan semakin gemas.


"Ingin sekali aku mencubit pipimu! Tapi sayang." Rayhan menjawab dengan senyuman hingga tangan agatha reflek dan menepuk pundaknya dengan kuat.


"Aww.. Kau sungguh galak. Tapi aku suka." Rayhan lagi-lagi menggoda agatha.


"Berhenti menggodaku mas, malu banyak orang disini!" Agatha mencubit kecil lengan rayhan. Hingga membuat rayhan meringis kesakitan.


"Mengapa kau terus menyakitiku atha? padahal aku sangat menyayangimu." Rayhan mengelus-elus lengannya bekas cubitan agatha.


"Mas, berhenti menggodaku..." Wajah agatha kini bersemu merah jambu.


"Aku tak menggodamu.. Aku bersungguh-sungguh." Jawab rayhan.


"Hmmmm... Dasar penggoda!!" Agatha berjalan meninggalkan rayhan.


"Atha! Aku bersungguh-sungguh! Aku menyukaimu, ayo kita segera menikahh!!!" Rayhan berbicara dengan lantang hingga para tamu menyaksikan itu semua.


Agatha menghentikan langkahnya, sungguh kini wajahnya sudah seperti tomat matang. Jantungnya berdegup kencang. entah ini perasaan seperti apa. Yang jelas ini adalah pengakuan seorang laki-laki yang belum lama ia kenal. Entah ini pengakuan bercanda atau sungguhan.


"Menikahlah denganku tha, aku menyayangimu. Aku berjanji takkan menyakitimu. Aku tak mau kita berpacaran atau bertunangan dulu. Karna aku yakin kamulah yang pantas menjadi istriku.." rayhan mendekat pada agatha dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jas nya. Jas yang sempat di desain langsung oleh agatha.


"Mas? Apakah ini serius?" agatha masih tak percaya.


"Aku serius, Aku hanya bisa memberimu gelang ini karena aku belum tahu ukuran jari tanganmu.." Jawab rayhan dengan tatapan serius..

__ADS_1


Semua orang bertepuk tangan Dengan serentak mengatakan..


Terimaaa....Terimaa...Terimaaa.....!!!!!


__ADS_2