
Siang ini agatha dan ayu pergi ke sebuah cafe di seberang butiknya untuk makan siang. Mereka mencari meja yang dekat dengan dinding kaca di sudut ruangan itu.
"Ay, kita dusuk disana ya.." Tunjuk agatha ke arah sudut ruangan.
"Okay.." Jawab ayu senang.
"Ay kamu pesan makanan dulu ya, aku mau ke toilet sebentar." Agatha melangkah meninggalkan ayu.
"Jangan lama-lama tha.." Pinta ayu.
"Siapp..." Agatha melaju ke arah toilet.
Tak lama, agatha keluar dari toilet cafe hits yang berada di belakang.
Brughhhh!!! Agatha tertabak oleh seorang pria hingga lengannya terasa sedikit sakit.
"Awwwww..."
"Maa..maaaaf mba saya tak sengaja." Rayhan mencoba meminta maaf.
"Tidak apa-apa mas." Agatha hanya mengangukkan kepalanya pelan dengan senyuman tipis namun tulus.
"Apakah ada yang sakit?" Tanya raihan khawatir namun sangat suka melihat senyuman agatha.
"Tidak. Saya Permisi mas..." Agatha melangkahkan kakinya menghampiri ayu yang menunggunya.
Kiyowo, sangat cantik. Saipa dia? Sepertinya wajahnya tidak asing? Rayhan bermonolog.
Saat rayhan kembali dari toilet, dia melihat sosok wanita yang tadi tak sengaja ditabrak olehnya. Wanita itu sedang bercanda dengan kawan wanita di depannya dan sesekali tertawa pelan menampilkan lesung pipinya yang dalam. Rayhan terus saja memandangi wanita itu.
Rayhan memilih duduk tak jauh dari tempat duduk mereka. Rayhan masih tertegun memandangi wanita yang membuatnya kagum hari ini.
"Tha.. Sepertinya ada yang memperhatikanmu dari tadi." Ayu sedikit berbisik.
"Apa? siapa ay?" Agatha membalas dengan bisikan pula.
"Ituu ada laki-laki cakep, Hihi..." Ayu menggeser bola matanya memberi kode pada agatha.
"Ih.. apaan sih." Agatha meminum orange juice nya. Tak berani menengok le arah tempat laki-laki yang memperhatikannya itu.
"Beneran... Hayoookk sikatt tha.." Ayu menggoda agatha.
"Emangnya kloset pake di sikat!" Agatha tertawa pelan. Hingga tawa agatha itu tak lepas dari pandangan rayhan.
__ADS_1
"Tha. Cakep beneran! Ayolah, buka hati buat orang lain. Jangan mikirin byan terus! Dia sudah bahagia dengan wanitanya di jogja..!" Ayu mendengus kesal.
"Hmm.. Kenapa harus bawa-bawa mas byan ay." Agatha membalas.
"Lagian kamu tu yaaa.. Udah disakitin terus-terusan tapi masih aja mikirin dia. Belum tentu dia mikirin kamu!" Timpal ayu.
"Ay, aku tidak lagi memikirkannya. Tapi semua butuh proses ay. Bahkan melupakan seseorangpun butuh proses. Tidak bisa instan! Tapi percaya padaku, aku sudah mulai menghilangkan dia dari fikiranku..!" Mata agatha berkaca-kaca.
"Maaf, aku sudah membuatmu mengingatnya lagi tha.." Ayu merasa bersalah. Dipegangnya tangan agatha sembari mengusapnya pelan.
"Tak apa, ya sudah makanannya sudah habis kan? ayo kita kembali ke butik." Agatha meraih ponselnya di meja dan berdiri melangkah menuju keluar kafe diikuti ayu di sebelahnya. Mereka berjalan beriringan. Ayu sempat melirik ke arah laki-laki yang sedari tadi memperhatikan agatha. Ternyata laki-laki itu masih terus saja memandangi agatha.
***
Sementara juna siang ini sedang mengunjungi pabrik suplier di jakarta. Juna mewakili bossnya yang tidak bisa hadir.
Baru kali ini juna melakukan dinas luar kota, ini pengalaman pertamanya. Namun syukurlah sangat lancar.
Sepulang dari kunjungannya juna ingin kembali ke hotel tempatnya menginap. Namun di perjalanan menuju hotel ban mobil yang dikendarainya sedikit oleng. Hingga ia menepikan mobilnya di halaman sebuah ruko.
Juna keluar dari mobilnya, dan mendapati ban mobilnya itu bocor.
"Ah, kenapa harus bocor segala! Tak ada bengkel disini." Juna menengok ke arah kiri dan kanan. Namun ia tak menemukan bengkel terdekat.
"Maaf nona.." Juna memanggil agatha.
"Iya.. Anda memanggil saya?" Agatha menoleh ke arah juna.
"Emm, maaf nona apakah ada bengkel terdekat disini?" Tanya juna.
"Tidak ada tuan, bengkel lumayan jauh. Ada apa?" Agatha bertanya sambil menatap mata juna yang terlihat sedang butuh pertolongan.
"Huft!" Juna menghembuskan nafas panjang memegangi kepalanya yang tak pusing.
"Jika boleh saya bantu, saya ada alat untuk mengganti ban. Apakah anda membawa ban serep?" Tanya agatha mencoba membantu. Agatha melirik ke arah mobil juna yang ban depannya kempes.
"Saya ada ban serepnya nona. Tapi saya lupa membawa alatnya. Terimakasih sudah mau membantu." Jawab juna.
Agatha tersenyum sembari menganggukkan kepalanya pelan. Agatha memanggil pak johan yang sedang duduk dikursi depan butik, seorang security yang bertugas menjaga butiknya.
"Pak johan, tolong bantu tuan ini mengganti bannya ya. Alatnya ada di bagasi mobilku."
"Baik mba agatha." Pak johan lalu mengambil alatnya di mobil agatha.
__ADS_1
"Terimakasih..." Jawab juna.
Sungguh sangat jarang, wanita cantik seperti ini. Sangat sopan, lembut dan penolong. Tolong sisakan satu untukku ya Allah. Juna berbicara sendiri dalam hati sembari membantu pak johan yang mengvanti ban mobilnya.
Agatha keluar dari dalam butik membawa minuman dingin. Dia membuatkan sirop jeruk dengan teko sedang sera dua gelas bersih. Diletakkannya di meja depan butik.
Juna dan pak johan sudah selesai mengganti ban mobilnya. Kini juna menghampiri agatha disana.
"Nona, terimakasih banyak atas bantuannya." Juna sedikit membungkukkan tubuhnya sopan.
"Sama-sama. Kita sesama manusia harus saling tolong menolong. Tuan silahkan di minum dulu. Pak johan ajak tuan ini minum, aku sudah membawakan minuman dingin." Jawab agatha ramah.
Ya Allah, baik sekali nona ini. Tahu saja aku sedang haus. Juna bermonolog.
Kini juna dan pak johan meneguk minuman yang telah dituangkan agatha ke dalam gelas. Juna terus saja memperhatikan agatha yang sangat lihai melayani seorang tamu. Ah, bukan tamu. Juna hanya orang yang sedang di tolong olehnya.
"Nona, bolehkah saya tahu nama nona?" Tanya juna.
"Panggil saya agatha atau bisa juga ATHA." agatha membalas dengan senyum ramahnya.
"Saya Arjuna wiranata. biasa panggil juna." Juna mengulurkan tangannya ke arah agatha. Namun agatha hanya membalas dengan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya.
Melihat itu junna langsung menarik cepat uluran tangannya.
Dari dalam butik ayu memperhatikan sahabatnya itu sedang berkenalan dengan pria. Ayu tertawa gembira!
Lihatlah byan, kamu akan menyesal telah mengecewakan agatha! Banyak sekali pria yang mengantri...Hihiii. Batin ayu.
Sesekali juna mengobrol dengan pak johan. Juna juga masih santai karena kepulangannya ke jogja besok pagi. Juna juga bercerita tentangnya pada pak johan tentang kedatangannya ke jakarta. Agatha pun mendengarkan tamunya itu.
Namun ditengah percakapan yang belum begitu panjang seseorang menghampiri mereka.
"Selamat siang menjelang sore?" Tanya rayhan menatap agatha.
"Iya.. Ada yang bisa saya bantu pak?" Agatha menatap ke arah rayhan. Agatha mengetahui jika rayhan adalah pria yang menabraknya tadi di kafe.
"Saya ingin membuat setelan jas, apakah anda bisa?" Rayhan beralasan agar dia bisa dekat dengan agatha.
"Mari silahkan masuk pak, kita bicara didalam.." Agatha mempersilahkan tamunya.
"Baik ibu atha.." Jawab rayhan.
Tak lupa agatha berpamitan pada pak johan juga juna yang ada di luar. Kini agatha berada di dalam butik di ikuti rayhan di belakangnya.
__ADS_1
Hari ini sudah ada dua lelaki yang terkagum-kagum pada agatha. Mungkinkah rasa kagum rayhan dan juna bisa berubah menjadibrasa yang lebih dari itu?