
Sesampainya di rumahku, kedatangan kami berdua di sambut oleh randy adikku. Randy mengulas senyumannya, aku langsung menghampirinya yang berada tepat di depan pintu.
"Loh dek, ibu kemana?" Tanyaku padanya.
"Ibu lagi siapin makan siang buat kakak, aku diminta ibu buat menunggu kak mara pulang." Randy berbicara padaku, namun matanya mengarah pada juna yang berdiri di belakangku membawa beberapa bungkus buah-buahan.
"Ini buat randy, buah-buahan manis. Ada buah naga merah untuk randy.." Juna langsung memberikan bungkusan buah itu pada randy.
"Yeayyy, dragon fruit! Randy sukaaaak!! Maacih kak juna.." Randy kegirangan menerima buah-buahan itu dan sedikit keberatan membawanya untuk memberikan pada ibu yang berada di ruang makan.
Aku dan juga juna menuju ruang makan, ku lihat ibu sudah menyiapkan berbagai masakan untuk makan siang. Berbagai lauk-pauk di sediakan oleh ibu.
Ibu sengaja memasak menu makanan yang bermacam-macam. Sebelum berangkat ke panti asuhan pagi tadi, ibu sempat berkata padaku.
"Mara, sepulang dari pergi nanti ajaklah juna singgah dan makan bersama di rumah"
Itulah pesan ibu, maka dari itu aku menolak ketika juna mengajakku makan di sebuah kedai tadi.
Seperti biasa, juna menyalami ibuku. Entah sejak kapan mereka berdu terlihat akrab. Namun, aku bisa mengerti. Juna tak memiliki ibu, mungkin juna sangat menginginkan bagaimana rasanya mendapat kasih sayang dari seorang ibu.
"Ayo nak juna, kita makan dulu. Ibu sudah siapkan makanan ini. Ibu masak sendiri lohh.." Ibu menjadi sok akrab pada juna.
"Makasih bu. Aku tak sabar ingin menyantapnya! Kelihatannya enak.." Juna langsung meraih piring untuk mengambil nasi. Namun juna menyerahkan nasi itu pada ibu.
"Terimakasih nak." Ibu menerima sepiring nasi dari juna.
"Aku yang harusnya berterimakasih pada ibu. Ibu sudah mengajakku makan di rumah ini." Jawab juna. sembari mengambil nasi dan lauk pauk untuknya. Aku yang melihatnyapun terheran. Sepertinya juna sangat menikmati masakan ibu.
"Kamu suka nak?? Pasti ibumu juga pintar masak!"
Entah mengapa ibu menyinggung tentang ibunya juna.
"Ibu, pak juna sedang makan. Jangan mengajaknya berbicara." Aku sengaja memotong percakapan mereka. Aku tak ingin juna kembali mengingat kisah tentang orang tuanya.
__ADS_1
"Aku tak memiliki ibu ataupun ayah bu.. Aku dibesarkan di panti asuhan bu.." Juna menyunggingkan senyumnya. Aku menganggap ini adalah senyum palsu. Namun juna masih dengan lahap menyantap makanannya.
"Oh, ibu minta maaf nak. Ibu tidak tahu." Ucap ibu merasa tak enak.
"Tak apa bu. Aku sudah terbiasa dengan pertanyaan seperti itu dan aku juga akan menjawab seperti itu. Tapi tenang bu, aku memiliki ibu aisyah yang sangat baik. Dialah ibu yang telah membesarkanku."
"Jika kau tak keberatan, anggaplah aku ibumu sendiri nak. Jika ingin makan masakan ibu, datanglah kemari. Ibu akan memasakkan untukmu."
"A..apa?? Ibu sungguh?? Aku sekarang memiliki dua orang ibu. Terimakasih ya Allah. Aku sangat bersyukur.." Juna dengan gembiranya mendengar kata-kata dari ibu.
"Ibu, apa ini tidak berlebihan?" Tanyaku pada ibu. Aku tak ingin ibu berharap yang lain terhadap juna.
"Kenapa mara? kau keberatan jika akan berbagi ibu denganku?" Bukan ibu yang menjawab, tetapi malah juna.
"Pak, bukan begitu...."
"Naka juna, jangan hiraukan kata-kata mara ya.. Dia memang seperti itu. Tapi ibu menjamin jika mara adalah anak yang baik." Ibu memotong ucapanku.
"Iya bu, meskipun dia sedikit keras kepala. Tapi dia begitu baik." Sambung juna.
"Aku tinggal di Perumahan XXX bu, aku tinggal sendiri."
"Kau tinggal sendiri pak? Bukankah itu komplek perumahan elite??" Aku menatap juna, seolah tak percaya dengan ucapannya.
"Ya, jika ada waktu nanti ibu juga randy akan ku ajak ke rumahku. Aku ingin ibu masak di sana. Kau juga boleh ikut mara. Jika kau mau aku tak memaksa."
Juna langsung memutuskan hal yang tak ku duga! Seenaknya dia langsung ingin membawa ibu ke rumahnya.
"Ibu yakin nak, suatu saat nanti ibu akan sering main dan masak di rumahmu. Jangan khawatir.." Ibu mengulum senyumannya.
"Sering?? Ibu mau ke rumah pak juna? Bu, bukankah ini tak sopan?" Aku tak ingin ibu berlebihan.
"Bu, aku pasti akan sering menjemput ibu untuk datang ke rumahku. Atau malah aku akan membawa ibu dan randy untuk tinggal bersamaku."
__ADS_1
"Pak juna?? Kau serius?? Apakah ini sungguhan??" Aku tak percaya, yang ku tahu juna bukan seorang pria yang suka bercanda.
"Aku juga akan membawamu mara..." Juna menatap ke arahku, kemudian dia berbalik menatap ibu.
Ibu menatap juna denganperasaan bahagia. Kulihat raut wajah ibu sepertinya sedang berseri-seri.
Oh tidak!!! Apa-apaan ini??? Apa ibu menyukai juna?? Atau juna menyukai ibu??? Aku sangat penasaran dengan tingakah mereka berdua.
***
"Jadi, kamu menerima lamaran dari byan lagi tha??! Really??" Ayu menampakkan wajah tak percaya saat mendengar curhatan dari Agatha.
"Iya ay, aku tidak ingin mengecewakan ayah, umi dan juga abi." Jawab agatha dengan wajah yang terlihat pucat.
"Apakah karena itu?? Bukan karena kau memang masih mencintai byan??" Ayu masih tak percaya.
"I...iya ay, hanya karena orang tua kami. Bukan hal yang lain." Agatha menjawab tertatih, seolah ada yang disembunyikannya.
"Tha!! Aku tahu kau berbohong..."
"Tidak ay,..." Agatha langsung memotong ucapan ayu.
"Baiklah, jika kau tak mau jujur dengan ku. Semoga ini yang terbaik untuk kalian berdua. Aku akan mendukung keputusanmu dan selalu berdoa yang terbaik untukmu tha."
"Terimakasih ay, mungkin pernikahan kami akan diacarakan secara privat. Kau akan datang kan ay??"
"Iya tha." Tanpa banyak tanya, ayu mengiyakan pertanyaan agatha sahabat sekaligus bossnya itu.
"Apakah ini pantas ay? Aku adalah seorang janda dari kakaknya byan. Tapi aku malah menikah dengannya."
"Tha, jangan berkecil hati. Kita tak pernah tahu jika jodohmu dengan rayhan hanya terhitung hari."
"Aku merasa hina ay dengan status ini!"
__ADS_1
"Tha, Jangan berkata seperti itu.." Ayupun langsung memeluk tubuh agatha. Kini mata agatha sudah di banjiri dengan tetesan air bening.
🍒Hallo readers, terimakasih ya buat yang masih setia bacain karya aku. Bantu vote karya aku ya, like juga komentar. Dukungan dari kalian sangat membantuku. Kasih saran ya biar jadi masukan dan motivasi untukku!! Maaf ya kalo aku sering telat up dan bikin kalian jadi menunggu. Jadi aku tuh belakangan ini agak sibuk sama kerjaan, tapi aku akan usahain buat up setiap hari kok.... Jadi buat readers yang slalu sabar menanti aku sangat mengucapkan Terimakasih banyak!...