Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Kehamilan agatha


__ADS_3

Byan merasakan penat karena banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan di kantornya. Jam tujuh malam byan baru selesai dan memutuskan untuk pulang ke apartementnya.


Setelah sampai di apartementnya, byan melihat agatha tak menyambutnya. Seperti biasanya agatha selalu menyambutnya menunggu sembari menonton televisi.


Byan masuk menuju dapur, tak ada agatha disana. Biasanya meja makan sudah siap dengan masakan agatha. Namun kali ini tak ada apa-apa diatas meja. Di lihatnya banyak piring dan gelas kotor di dapur. Ia merasa apartementnya hari ini sangat berantakan.


"Hmmmm... Kemana dia?" Gumam byan. Byan lalu menuju kamar tidurnya. Benar saja agatha sedang tertidur di atas ranjang.


"Agatha..." Tak seperti biasanya, agatha tidur di jam segini.


"Eeughhhh... "Agatha hanya menggeliatkan tubuhnya. Lalu tidur kembali.


"Apakah seharian ini pekerjaanmu hanya tidur?" Byan kesal melihat agatha, ia lalu pergi untuk mandi.


Setelah selesai mandi, byan merasa lapar. Dilihatnya lagi agatha masih tidur dengan pulas. Bahkan, agatha masih mengenakan pakaian yang tadi pagi.


"Agatha... Tha..." Byan menggoyang-goyangkan tubuh agatha berniat membangunkannya.


"Emmm... Hooekk...Hoek..." Agatha seketika bangun menutup mulutnya dengan tangan dan melangkah menuju kamar mandi.


Byan yang melihatnya pun heran. Tak biasanya agatha seperti ini. Apakah dia sakit??


Agatha keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lesu. Byan yang melihatnyapun menjadi tak berselera. Wajah agatha terlihat sayu, pakaiannya kucal dengan rambut yang berantakan.


"Kau sakit?" Tanya byan memperhatikan agatha yang sangat aneh menurutnya.


Agatha hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kau bisa masak untukku? Aku sangat lapar.." Byan kemudian mengutarakan isi hatinya.


"Hmmmm...." Agatha seperti tak bertenaga.


Agatha menuju kedapur, dia mengambil beberapa sayuran di dalam kulkas. Agatha berniat memasak nasi goreng untuk byan.


Belum sempat masak, agatha merasakan mual lagi di perutnya. Agatha mencium aroma bawang menjadi sangat pusing dan mual.


"Hoekk.. Hoek..."


"Tha? Kau kenapa?" Byan menghampirinya.


"Mas, aku mual. Maaf aku tidak bisa membuat makanan untukmu."


"Baiklah.. Aku akan membeli makanan di luar saja." Byan langsung meninggalkan agatha sendiri di dapur Byan hendak mencari makanan diluar.


Agatha yang merasa tak dipedulikan oleh byan pun menangis menyaksikan suaminya yang begitu acuh padanya. Disaat keadaan agatha seperti inipun, agatha merasa byan masih juga tidak mempedulikannya.


***


Agatha berniat memeriksakan dirinya kedokter hari ini. Pagi-pagi sekali ia sudah bangun, namun seperti kemarin agatha masih saja merasakan mual setiap pagi. Bahkan aroma wewangian masakan agatha tak bisa lagi menciumnya. Perut agatha akan mual dan muntah.

__ADS_1


Sejak beberapa hari lalu, agatha tak memakan nasi. Setiap ingin makan nasi, agatha akan mual dengan aromanya.


Hingga agatha hanya bisa memakan buah-buahan. Tubuhnya kini terasa semakin lemas tak bertenaga.


"Mas, hari ini aku ingin ke dokter apakah mas ada waktu?" Agatha menghampiri byan yang duduk di meja makan sedang menyantap roti tawar.


"Kau sakit?" Tanya byan tanpa menatap agatha.


"Aku belum tahu mas, tapi beberapa hari ini aku merasakan...."


"Kau naik taksi saja, hari ini pekerjaanku sangat banyak." Byan tak mendengarkan penjelasan agatha, byan malah memotong ucapannya dan meninggalkan agatha untuk pergi ke kantor.


Tak adakah lagi belas kasihanmu terhadapku mas? Apakah kau benar-benar tak perduli padaku? Harus sesabar apa lagi aku ini mas?


Agatha bermonolog sembari terus mengusap pipinya yang kini sudah basah oleh air matanya.


Agatha memutuskan pergi ke dokter dengan taksi.


Setibanya di rumah sakit....


"Apa dok? Saya hamil?" Agatha sontak terkejut mendengar penjelasan dokter yang memeriksanya.


"Iya bu, selamat ya.. Apakah ini kehamilan pertama anda?" Tanya dokter.


"Iya dok." Agatha menjawab dengan mengelus pelan perutnya.


"Terimakasih dok..." Jawab agatha dengan tangis bahagianya.


"Kalau bisa, nanti dipertemuan berikutnya ibu harus didampingi suami. Agar suami ibu juga tahu.. Peran suami sangatlah penting jika istrinya sedang mengandung."


"Iya dok, saya usahakan.."


Agatha menangis bahagia, tapi ada yang mengganjal dihatinya. Kali ini apakah byan juga akan bahagia sepertinya? Apakah sikap byan akan berubah jika mengetahui kabar kehamilannya?


Agatha tak langsung pulang ke apartement. Agatha berniat singgah menuju kantor byan.


Semua orang melihat kedatangan agatha, banyak yang tak tahu siapa agatha sebenarnya.


Agatha langsung menuju ke ruangan byan, setelah mendapat informasi dari resepsionis.


Namun, agatha berhenti sejenak didepan pintu saat mendengar percakapan byan dengan orang lain didalam.


"Bagaimana, apakah sudah mendapat kabar tentang asmara?"


"Maaf pak, kami belum juga menemukannya." Jawab seorang lelaki yang suaranya tak dikenal agatha.


"Ck! Bagaimana bisa begini? Sebenarnya kalian bisa kerja atau tidak?? Aku tidak mau tahu kalian harus segera menemukan keberadaannya! Cepat cari dan temukan dia!" Byan berkata dengan nada tinggi dan emosi yang memuncak.


Tak lama kemudian, muncul dua orang lelaki yang tak agatha kenal. Mereka keluar dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


Agatha yang berniat memberitahu kabar baik ini pada byan mengurungkan niatnya, menurutnya ini bukan waktu yang tepat.


Apakah asmara menghilang?? Apakah asmara yang dimaksud mas byan adalah wanita yang selama ini dicintainya? Menghilang? Sejak kapan? Apa masalahnya? Aku harus mencari tahu.


Fikiran agatha dipenuhi dengan asmara, agatha akan segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat suaminya sibuk mencari keberadaan asmara.


Agatha mempersiapkan makan malam, ia memasak dengan menggunakan masker untuk menutupi hidung dan mulutnya agar dapat mengurangi aroma masakan yang ia hirup.


Setibanya byan di apartement melihat agatha memasak dengan menggunakan maskerpun heran.


Sebenarnya apa yang terjadi pada agatha? Namun byan membiarkannya saja, byan memilih untuk masuk kedalam kamarnya.


"Mas, ayo makan dulu aku sudah siapkan makan malam." Agatha menghampiri byan yang sedang sibuk dengan ponselnya dengan tubuh menyandar dikepala ranjang.


"Aku sudah makan diluar." Byan menjawab acuh tanpa melihat kearah agatha.


"Mas, makanlah dulu selagi hangat.." Bujuk agatha.


"Kau tidak dengar apa yang aku katakan barusan??" Byan kini menatap agatha dengan tajam. Terlihat aura kemarahan pada wajah dan juga mata byan.


"Mas... Apakah kau akan terus bersikap seperti ini padaku?" Agatha kali ini tak mau menghindar dan mengalah lagi.


"Ya! Aku akan selalu begini! Kau tak suka??"


"Mas, seberapa besar salahku padamu hingga kau acuhkan aku terus-menerus?"


"Pergilah jika kau sudah tak sanggup."


"Mas...." Agatha mulai menitikkan air matanya.


"Sudahlah.. Aku lelah." Byan menarik selimutnya lalu berbaring diranjang.


"Mas, apakah ini semua karena asmara?"


Byan yang mendengar hal itupun sontak bangun dari tidurnya. Tanpa kata-kata, byan pergi meninggalkan agatha didalam kamar begitu saja.


Niat agatha kini tertunda lagi, padahal malam ini agatha ingin memberitahukan kabar kehamilannya pada byan.


Agatha mengusap lembut perutnya yang masih rata. Lalu berbicara sembari menatap kearah perutnya.


"Nak, bantu bunda ya.. Hanya kamu penguat bunda saat ini. Kita sama-sama berjuang ya buat ayah sadar.. Kita pasti bisa."


🍒Dua hari lagi kita puasa readers... THOR minta maaf ya kalo masih banyak kekurangan dalam berkarya. Terimakasih buat semua yang masih setia dukung thor disini..


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya...


Like, komen, vote atau hadiah buat thor..


Thankyou readers....

__ADS_1


__ADS_2