Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Apakah aku rindu?


__ADS_3

Didalam kamar byan terus memandangi ponselnya. Ia coba untuk menghubungi mara. Namun tak ada keberanian dalam dirinya.


"Biarlah, mungkin mara butuh waktu" Dalam hati byan. Tak terasa byan memejamkan matanya dan tertidur pulas


***


Ditempat yang berbeda, Asmara melihat paperbag diatas meja riasnya. Ya paperbag pemberian byan saat kelulusan. Belum sedikitpun ia membuka isinya atau hanya sekedar mengintip.


"Apa ini?" Aku meraih paperbag menuju keatas ranjang.


Kubuka ternyata isinya sebuah Kotak berwarna merah muda. Dihiasi dengan pita diatasnya. Hmm.. seperti memberi kado pada pacar saja.. Aku terkikik geli memikirkan byan.


Ketika kubuka aku sungguh terkejut. Isinya jam tangan merk R***X.


"Sungguh cantik, Terimakasih byan"


Aku segera mengambil jam hadiah dari byan dan mencobanya. Kuraih ponselku dan mengambil gambar.


Kubuka pesan whatsapp dan mengirimkan gambar pada byan.


[Terimakasih] Aku langsung mengirimKan pesan. Tak tahu kenapa aku sangat senang. Dan ada yang kurang hari ini, byan tak terlihat. Apakah aku rindu??


Ah, bagaimana bisa aku begini. Baru saja kemarin aku bersikap keterlaluan pada byan. Dan hari ini aku merindukannya? Aku tidak boleh bersikap seenaknya kepada byan.


***


Sore hari, Umi andryani menunggu byan diruang keluarga. Namun byan tak kunjung turun dari kamarnya.


"Umi, Biarkan aku yang membangunkan byan" Aghata meminta izin untuk kekamar byan.

__ADS_1


"Baiklah nak, luluhkan hati byan ya.." Umi tersenyum merasa kasihan pada aghata mengingat putranya masih bersikap acuh padanya.


Aghata melangkah menuju anak tangga.. Diketuknya pintu kamar byan beberapa kali. Namun byan tak kunjung membuka.


Aghata memberanikan diri membuka knop pintu.


"Byan," Panggil aghata lirih. Dipandangnya byan sedang tertidur dengan pulas diatas ranjang dengan sprei putih.


Agatha mendekati byan. Dia perlahan duduk diatas ranjang menatap byan.


"Kamu memang tampan, benar-benar tampan" Agatha meraih rambut byan dan mengusap wajahnya.


Byan merasakan sesuatu menyentuhnya, byan membuka matanya dan terkejut. Byan segera membangunkan tubuhnya dari ranjang.


"Apa yang kamu lakukan!!" Byan menatap marah agatha.


"By.... a..aku, aku mencoba membangunkanmu" Agatha tertatih menjawab.


"Kenapa by, kenapa kamu jahat padaku? Apa salahku? bagaimanapun aku ini calon istrimu? apakah aku tidak boleh menyentuhmu? atau hanya memandangmu aku tak boleh?" Hikss..hikss


Agatha menangis...


"Dari awal aku tak pernah menginginkanmu!" Tegas byan.


"Tapi by, aku mencintaimu!" Timpal agatha.


"Aku tidak sama sekali! Silahkan keluar dari kamarku, dan jangan beraninya masuk tanpa seizinku!" Byan menunjuk kearah pintu berharap agatha mau keluar.


"By..." Agatha mendekat pada byan dan langsung memeluknya.

__ADS_1


Byan tersentak, dan langsung melepaskan pelukannya.


"Lepaskan! Jaga tubuhmu untuk suamimu!" Byan langsung keluar kamar meninggalkan agatha sendiri.


Melihat byan turun sendiri dengan wajah marahnya. Umi langsung menghampirinya.


"Kenapa nak? dimana atha?" Umi menatap byan dengan mencari-cari keberadaan atha wanita yang dianggap calon menantunya itu.


"Umi, byan mohon berikan byan pilihan sendiri. Biarkan byan menikahi wanita yang byan cintai." Byan meraih kedua tangan umi dan mengecupnya.


Umi menatap byan dengan mata berkaca-kaca.


"Tapi nak? Apa kata om afrizal nanti? perjodohanmu dengan atha sudah direncanakan sejak lama nak..!"


"Aku tahu, perjodohan ini untuk kak rayhan! kak ray bisa menolaknya dan pergi keluar negeri. Sementara umi dan abi menjatuhkan perjodohan ini padaku?" Mendengar ucapan byan, umi andryani terkejut.


"Byan, umi mohon demi persahabatan keluarga kita dengan om afrizal" Umi memohon sembari meneteskan air matanya.


"Umi? haruskah umi memaksaku?" Byan mencoba meyakinkan uminya.


"Jangan lakukan ini umi? Tolonglah..." Byan menundukkan pandangannya, tak ada keberanian untuk menatap mata uminya yang sudah memerah dan sesekali meneteskan airmata.


Mendengar percakapan antara ibu dan anak itu, agatha langsung turun menyela pembicaraan mereka berdua.


"Umi, ini semua salah atha! Atha terlalu mencintai byan, biarkan saja byan menentukan pilihannya. Umi atha yang sudah memaksa papa untuk menikahkan atha dengan byan." Atha menangis tersedu.


Umi andryani datang memeluk atha.


"Atha, hatimu sungguh lembut. Kamu wanita yang baik. Umi sangat menginginkanmu menjadi menantu umi, Tapi kamu lihatkan bagaimana byan?? Umi andryani mengusap-usap rambut hitam lurus milik Agatha.

__ADS_1


"Kamu lihat nak, wanita ini begitu tulus mencintaimu. Apakah kamub tega menyakitinya? umi tak pernah mengajarkanmu untuk menyakiti hati wanita manapun!"


"Maafkan aku umi, maaf juga agatha" Byan pergi menuju keluar rumah meninggalkan umi dan atha.


__ADS_2