Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Kegagalan steven


__ADS_3

"Lepaskan........ Siapa kalian??" Aku terus menjerit ketika ada dua orang yang menarik tanganku dan merebut bintang dari stroller.


"Binnntanggggg..........." Aku menjerit memanggil bintang. Namun setelah itu aku tak lagi bisa melihat apapun karena orang itu membekap mulutku dengan kain dan aku tak sadarkan diri.


***


Orang-orang suruhan malik berhasil membawa asmara dan juga bintang ke Indonesia. Malik baru mengetahui jika anak yang bersama asmara adalah bintang cucunya.


Sebenarnya malik sudah tahu, asmara diminta paksa oleh almarhum afrizal untuk menjaga bintang. Serta dalang dari penculikan bintang pun sudah diketahuinya. Namun, ma1aalik memilih ingin mendengar secara langsung dari asmara. Ia tak ingin lagi salah mengambil keputusan dan berujung menyalahkan asmara.


"Jangan sakiti asmara dan juga bintang! Jika terjadi sesuatu pada mereka aku takkan mengampuni kalian! Mengerti!!" Ucap malik pada orang suruhannya lewat telepone. Hingga malik memutuskan sambungan teleponnya.


Sembari menunggu kedatangan asmara juga bintang, malik menyempatkan dirinya untuk menemui steven. Steven saat ini masih disibukkan ddngan urusan pabrik, hingga ia lupa dan lalai pada keadaan bintang.


"Selamat siang steve?" Suara bariton malik mengejutkan steven yang tengah beradu dengan beberapa berkas di meja kerjanya.


Steven menengok ke asal suara, hingga ia dan malik pun saling bertatapan.

__ADS_1


"Om malik?"


"Hai steve, kita bertemu lagi." Ucap malik menghampiri steven.


"Ada perlu apa om kesini? Aku sedang banyak pekerjaan." Ucap steven kesal. Pasalnya malik begitu saja masuk kedalam ruangannya. Ia merasa kecolongan dengan penjagaan kantornya dari malik.


"Ada apa steve? Apakah kau heran bagaimana aku bisa masuk?" Tanya malik dengan senyum smirknya melihat kekhawatiran diwajah steven. "Aku masuk begitu saja, karena sudah tak ada siapapun di kantor ini. Apakah kau memecat seluruh karyawanmu steve??"


"Jika tak ada hal penting, maka keluarlah! Aku sedang tak banyak waktu." Ucap steve meninggikan nada suaranya.


"Berhentilah mengejekku! Kau fikir aku tidak tahu??" Ucap steven kearah malik.


"Kau benar-benar berbeda, jika agatha memiliki tutur kata sopan terhadap siapapun, kau justru sebaliknya! Padahal kalian adalah saudara, tapi bertolak belakang!" Malik merasa kesal pada steven yang tak memiliki sopan santun.


"Cih! Apa sebenarnya mau mu??" Steven berdecih kesal, ia pun bangun dari duduknya lalu menghampiri malik.


"Sungguh tak sopan! Sebenarnya banyak mau ku steve. Aku mau kau ditangkap polisi dan masuk penjara karena telah menembak byan dan membuatnya menderita! Itu yang pertama....." Ucap malik menatap tajam kearah steve.

__ADS_1


Steve merekatkan rahang-rahangnya hingga keras, "Itu semua bukan salahku! Kalian sendiri yang mencari keributan padaku!"


"Benarkah begitu? Bahkan byan saat ini sedang koma akibat ulahmu! Kau tak menyadarinya atau kau hanya pura-pura lupa??" Pandangan malik kepada steven kali ini benar-benar tajam, ia begitu menggebu-gebu untuk menghajar steven. Namun ia tepiskan semua amarahnya dan ia coba untuk meredam emosinya.


"Aku ingatkan sekali lagi!! Itu bukan kesalahanku!! Silahkan keluar dari ruanganku sekarang!!" Steven tetap saja bersikukuh tak memiliki kesalahan apapun. Dengan suara keras dan lantang, steven mengusir malik keluar.


"Kamu boleh sombong steve, tapi ingat jika karma itu berlaku!! Kamu akan menyesal!" Dengan menutup pintu keras! Malik keluar dari ruangan kerja steven.


Kantor sepi seperti ini saja kamu sangat sombong! Bagaimana jika kantormu berjaya! Steven, kau hanya bocah ingusan, aku pastikan kau akan datang mengemis pertolongan padaku!


Malik menatap sekitar penjuru kantor steven yang sudah tak berpenghuni. Ia melangkah gontai keluar dari lingkungan perkantoran menuju rumah sakit mengunjungi byan.


Sementara di dalam ruangannya, steven melempar semua berkas-berkas di atas mejanya. Keputusasaannya kini sudah terlihat di wajahnya. Ia tak mampu lagi membendung air matanya, kali ini ia merasa benar-benar telah gagal menjalankan kemajuan perusahaan di jogja warisan afrizal. Perusahaan ini kini benar-benar gulung tikar karena untuk membayar pesangon para karyawan pun tidak cukup. Steven pun mau tidak mau harus meminjam uang pada bank dengan jaminan aset-aset yang ada di jakarta dan amsterdam.


Apa yang harus ku perbuat?? Aku benar-benar sudah gagal...


Steven menyandarkan tubuhnya pada tembok ruangan dengan tubuh yang duduk terkulai lemas di atas lantai dingin dan sepi.

__ADS_1


__ADS_2