
Satu bulan sudah....
Kepergian asmara tanpa pamit, hingga sekarang pencarian belum juga membuahkan hasil. Byan maupun juna sudah berusaha semaksimal mungkin mencarinya, namun tak kunjung ditemukan juga.
Entah apa yang sebenarnya terjadi, masih meninggalkan banyak tanya bagi orang-orangbyang ditinggalkannya begitu saja.
Pagi ini, juna berkunjung ke rumah ibu kamila. Juna mendapati randy yang sedang menggambar. Sedangkan ibu kamila masih menyibukkan diri menyiapkan makanan di meja.
"Randy lagi menggambar apa? Coba kakak lihat?" Tanya juna berbasa-basi pada bocah kecil yang sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri.
"Hehe..." randy tertawa memperlihatkan barisan gigi susunya.
"Wah, randy pintar yaa.. Randy mau jadi pilot ya? Sudah bisa menggambar pesawat.."
"Randy bukan mau jadi pilot kak.." Dengan bahasa yang khas sedikit cadel seperti anak-anak kecil berbicara.
"Lalu? Pesawat ini?" Tanya juna ingin tahu.
"Ini ada kak mara, kak mara naik pesawat ini..." Jawab randy yang semakin membuat juna penasaran.
"Juna, jangan difikirkan. Randy hanya menggambar. Ayo kita makan dulu." Ajak bu kamila pada juna. Namun juna masih diam mencerna perkataan randy.
"Bu, aku harus pergi..." Juna menegakkan tubuhnya.
"Nak, kamu mau kemana? Apakah kamu ingin mencari mara lagi?"
"Bu, doakan juna yaa.."
"Nak, sudah satu bulan terlewati. Bahkan polisi saja belum mendapatkan apapun.."
"Bu, maafkan juna yang bum menemukan mara. Tapi juna akan menemukan dan membawa mara pulang.. Percayalah bu..."
"Nak, relakan saja mara. Fikirkanlah dirimu sendiri, kau lihat tubuhmu kian mengurus. Ayolah nak juna, ibu yakin kamu bisa melupakan mara."
"Bu, doakan saja juna. Juna permisi.."
Juna meraih tangan ibu kamila dan menyalaminya. Begitupun dengan randy, juna pergi pamit padanya.
"Terimakasih randy, semoga ini petunjuk untuk kakak. Kakak akan membawa kak mara pulang.."
"Horeeee..." Randy pun tertawa gembira sembari bertepuk tangan semangat.
Semoga kali ini pencarianmu berhasil nak, ibu tak tega melihat kondisimu seperti ini. Kamu anak yang baik juna. Mara sebenarnya kamu kemana nak?? Apakak kamu tidak merasa kasihan pada kami?
Kamila bermonolog, hingga air matanya tumpah memikirkan nasib gadisnya itu. Entah apa yang terjadi pada asmara. Entah asmara masih hidup atau sudah tiada? Belum ada yang tahu keadaannya saat ini.
***
FLASH BACK ON
"Mara, jika kamu ingin ke luar negeri maka negara mana yang ingin kau kunjungi?" Tanya juna pada mara yang hanya ditanggapi senyuman oleh mara.
__ADS_1
"Ckk! Aku tak butuh senyumanmu itu, membuatku ingin menciummu saja!" Jelas juna.
"Kau ingin menciumku??? Aku bahkan tak yakin!" Mara membulatkan matanya sempurna. Keadaan seperti itu membuat juna semakin gemas pada mara.
"Jawab saja pertanyaanku." Juna kembali pada topik utama.
"Hmm, yang jelas aku akan mengunjungi negara dimana banyak oppa-oppa yang tampan dan imut..." Asmara terkikik pelan sembari menutup mulutnya dengan telapak tangan.
"Maksudmu korea?" Tanya juna ingin memastikan.
"He'um..." Asmara hanya menganggukkan kepalanya.
"Apa yang kau cari disana mara? Aku yakin kau pun tak sanggup dengan suhu musim dingin disana."
"Aku mau mencari oppa! Ha... haaa.." Tawa asmara kini pecah.
"Hmmm, tak cukupkah dengan oppa yang ada di sebelahmu ini?" Juna menatap mengarah asmara.
"Kau bukan oppa! Kau itu hanyalah mas-mas.." Asmara terkikik geli. Kini ia mulai menggoda juna.
"Dasar!" Juna menarik hidung mancung asmara, hingga berbekaa menjadi kemerahan.
"Aw.. Mas! Kau selalu begitu." Mara kali ini merajuk.
"Jangan lagi membuatku kesal. Atau aku akan...."
"Kau akan menciumku?" Asmara memotong ucapan juna dengan senyuman menampakkan wajah nya mendekati juna.
"Huhhh...." Asmara memonyongkan bibirnya. Kini mood nya berubah, tak secerah tadi.
"Aku akan menciummu ketika kita sudah resmi menikah. Jadi, selesaikanlah kuliahmu dulu lalu aku akan segera meminangmu. Satu tahun lagi bukan?? Dan itu seakan menjadi satu abad bagiku!"
"Kau berlebihan, satu tahun itu takkan terasa jika sudah dilalui."
"Benarkah begitu?"
"Ya.."
"Apakah kau ingin honeymoon ke korea nanti mara?"
"Tidak, jika honeymoon aku hanya ingin pergi ke turky."
"Lah, lalu kenapa tidak ke korea saja."
"Jika kau tak mampu mengajakku ke turky, maka kita bisa honeymoon dirumah saja. Menikah saja belum, kau sudah membahas masalah bulan madu!" Asmara mendengus kesal.
"Itu untuk persiapan mara, satu tahun lagi ya.. Kita akan pergi kesana berdua dan kembali ke indonesia bertiga"
"Bertiga? Dengan siapa?"
"Dengan calon anak kita!"
__ADS_1
"Fikiranmu terlalu jauh mas, menciumku saja kau tak berani.." Mara berganti menarik hidung juna kali ini.
"Aku bukan tak berani mara, aku hanya sedang bersabar menunggu waktu yang tepat."
"Ya... yaaa yaa.. Kau calon suami yang baik mas." Mara menyimpulkan senyumannya. Hingga matanya sedikit terpejam.
FLASH BACK OF
Ok, kita lihat saja mara... Aku akan menemukanmu, bahkan hingga kau keujung dunia sekalipun. Tidak lama lagi, aku akan menjemputmu.
Juna beroptimis, ia yakin akan menemukan mara.
***
"Apa mas? Kau ingin ke korea?" Agatha terkejut memdengar kabar dari byan.
"Ya. Kau tahu bukan bisnis kak rey disana. Abi memintaku mewakilinya, abi sedang tak sehat." Jawab byan.
"Mas, aku ikut denganmu.." Pinta agatha.
"Ck! Agatha, aku akan bekerja bukan berlibur..." Byan berdecak dan mendengus kesal.
"Mas, setidaknya izinkan aku ikut. Aku berjanji takkan mengganggumu." Agtha mencoba membujuk suaminya.
"Hmm... Kau rawatlah dulu tubuhmu itu. Kau bahkan akhir-akhir ini tak bisa merawat diri!" Byan memandangi istrinya itu yang terlihat semakin layu dan kucal.
"Mas, aku ini sedang....."
"Sudahlah, siapkan barang-barangmu. Kita akan pergi besok pagi. Jika kau bangun kesiangan lagi, maka aku akan meninggalkanmu. Dasar pemalas..."
Byan memotong ucapan agatha, byan melangkah menuju kamar mandi meninggalkan agatha yang sedang bersandar pada ranjang.
Deg! Hati agatha bagaikan teriris mendengar ucapan suaminya itu. Sungguh byan semakin keterlaluan, yang diharapkan dari istri adalah kepedulian dan perhatiannya saat ini. Saat-saat wanita sedang mengandung, saat itulah wanita inginkan perhatian khusus dari seorang suami. Bukan malah diperlakukan seperti ini..
Agatha mulai menitikkan air matanya. Ia mengusap pelan perutnya, ia bertekad harus melawan morning sick yang selama ini dialaminya. Ia tak mau byan terus-menerus menghina dan mengatakannya pemalas.
Sampai kapan mas kau akan memperlakukan aku seperti ini? Aku sungguh tak tahan dengan sikapmu. Apakah kau akan terus-menerus menyakitiku? Dan apakah aku harus terus bersabar menghadapimu? Ini semua tak adil ya allah sadarkanlah suamiku itu..
Sadarkanlah dia...
Agatha berbicara tentunya didalam hati. Tentunya banyak keluhan yang ada pada dirinya saat ini. Namun mau tidak mau agatha menyimpannya dalam diam.
Agatha hingga sekarang belum memberitahu byan jika sedang mengandung. Hal itu dikarenakan byan selalu sibuk bekerja dan pulang malam.
Hari inipun agatha ingin memberitahu byan, namun byan malah memotong ucapan agatha dan seolah tak mau mendengarkan penjelasan apapun dari agatha.
Juna maupun byan hari ini sama-sama melakukan penerbangan menuju korea. Juna ingin memulai mencari asmara disana, sedangkan byan akan mewakili abinya untuk mengurus bisnis raihan.
🍒 Pantengin terus karya thor ya readers.. Jangan lupa vote, hadiah, like dan komentarnya..
Meskipun sudah memasuki bulan ramadhan, thor akan usahakan untuk terus Up, kalo puasa nggak boleh malas yaa readers.. Jangan malas ya buat baca novel aku.. 🤭🤭
__ADS_1
Selamat menunaikan ibadah puasa readers.