Asmara Yang Terlupakan

Asmara Yang Terlupakan
Diamnya agatha..


__ADS_3

Pagi ini agatha sudah bersiap diri untuk pulang ke jakarta. Meskipun moodnya sedang buruk, entah karena hormon tamu bulanannya atau mungkin karena seorang byan.


Agatha menarik koper miliknya ke luar kamar, ia meletakkan di samping sofa ruang tamu. Agatha mengarah ke dapur untuk menyiapkan sarapan namun disana sudah ada byan duduk melemparkan senyum padanya.


"Selamat pagi tha.."


"Pagi mas!" Jawab agatha malas.


"Aku hanya bisa menyiapkan roti dan segelas susu untuk sarapan, ayo silahkan dimakan.."


"Terimakasih mas."


"Hari ini aku akan mengajakmu keliling jogja, sesuai janjiku kemarin" Byan menatap agatha yang terlihat tak bersemangat.


"Hmm.. Aku hari ini akan kembali ke jakarta mas."


"Tha, apa kau masih marah padaku?"


"Aku tidak pernah marah padamu mas.."


"Kalau begitu, tundalah dulu ke jakartanya. Minggu depan saja, aku akan mengantarmu."


"Apa? Minggu depan? itu terlalu lama mas, banyak pekerjan yang aku tinggalkan."


"Agatha, aku mohon tinggallah dulu beberapa hari disini. Aku berjanji, tidak akan berbuat macam-macam lagi!"


"Maaf mas, aku tidak bisa. Penerbanganku pukul tujuh pagi ini, aku harus berangkat sekarang jika tidak aku akan ketinggalan pesawat mas." Agatha bangkit dari tempat duduknya, menuju ke ruang tamu.


"Baiklah jika itu keinginanmu.." Timpal byan. Ia menyerah membujuk agatha. Agatha tampak keras kepala, tak dilihatnya lagi sikap lemah lembutnya.


***


Byan mengantar agatha ke bandara, di dalam mobil mereka hanya berdiam diri. Tak ada sepatah katapun yang terucap.


DRTTTTT....DRTTTTT....


Ponsel agatha brrgetar. Agatha segera menjawab panggilan telpon dari umi andryani.


"Hallo assalamualaikum umi..."


[Walaikumsalam tha, sudah berangkat ke bandara?]


"Sudah umi, lagi di jalan.."


[Diantar sama mas byan kan?]


"Iya umi."

__ADS_1


[Ya sudah, hati-hati ya nak di jalan. Asalamualaikum]


"walaikumsalam umi.."


Huft....Agatha menarik nafas panjang.


"Umi bilang apa tha?" Tanya byan penasaran.


"Tidak bilang apa-apa mas." Agatha terlihat malas berbicara pada byan.


"Hmmm... Maaf aku tidak bisa mengantarmu ke jakarta."


"Aku bukan anak kecil mas, aku terbiasa pergi sendiri."


"Oke, kalau begitu hati-hati.."


Ketika sudah sampai di bandara, byan membantu mambawa koper agatha. Byan menngantar agatha, hingga pengumuman keberangkatan pesawat ke jakarta tiba.


"Mas aku pergi dulu," Agatha menyodorkan tangan kanannya kearah byan, agatha hendak menyalami byan.


Byan pun meraih tangan agatha, dan agatha menempelkan tangan byan pada bibirnya.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam, jangan lupa kabari aku jika sudah sampai tha."


***


Byan tiba di kantor, menuju ruangannya. Melihat mejanya sudah banyak tumpukan dokumen yang harus diperiksanya membuat byan semakin pusing.


Tok...tok...! Suara ketukan dari luar.


"Masuk!" Byan mempersilahkan masuk.


"Permisi pak byan, ada karyawan dari devisi purchase ingin menemui anda"


"Siapa?" Tanya byan pada sekretarisnya yang bernama belly itu.


"Asmara pak!" jawabnya.


"Suruh dia masuk!" Jawab byan.


Aku memasuki ruangan kerja byan, ku pandangi wajahnya disanna yang terlihat serius membaca dokumen, tapi byan hari ini terlihat kusut? Apakah byan lelah? Aku pun langsung menyapanya.


"Pagi pak byan?" Tanyaku pelan.


"Ya. Ada apa mara?" Byan menjawab tanpa menolehku.

__ADS_1


"Itu, aku ingin memberikan ini ada kue buatan ibu untukmu.." Aku menyerahkan kotak berisi kue titipan ibu untuk byan.


"Ya, letakkan saja di meja. Terimakasih untuk ibumu mara.." Byan menjawab dengan pandangan yang masih tertuju pada dokumennya.


"Ii..ya.. Ibu menitip salam untukmu." Ya memang ibu mencari byan akhir-akhir ini karena byan tak pernah terlihat ke rumah lagi.


"Ya, sampailan permintaan maafku. Aku sedang sibuk belakangan ini!" Jawab byan lagi. Masih saja byan tak menoleh ke arahku. Aku pun memberanikan diri mendekatinya. Kuhampiri byan dan kini aku berdiri di sebelah kursi yang byan duduki.


"Mas byan?" Tanyaku penasaran.


"Mara? kau ada apa? kenapa kemari?" Byan terkejut dan menoleh kearahku yang kini ada disebelahnya.


"Sibuk sekali? Sampai tak menghiraukanku!" Tanyaku sambil tersenyum menatapnya. Byan memalingkan wajahnya kembali menatap dokumen itu.


"Mara, jika kau sudah selesai kau bisa kembali bekerja. Aku sedang sibuk saat ini!"


Deggggg!!! Sakit rasanya hati ini, byan mengacuhkanku.. Apakah sesakit ini bila diacuhkan seseorang? Byan mengusirku dengan halus? tapi ini begitu sakit!


"Maa..maaf!" Aku langsung berlari kecil dan keluar dari ruangan byan. Tak terasa air mata ini menetes.


"Mara? ada apa?" Tanya belly menatapku.


"Tak apa." Jawabku.


"Kau menangis?" Tanya belly lagi. Membuatku muak dengan pertanyaannya. Aku sudah jawab tak apa tadi. Apakah dia tak mengerti bahwa aku tak mau membahas apa-apa lavi jika aku sudah menjawab singkat?? Dasar tak peka!


Tanpa ku hiraukan belly yang penuh pertanyaan itu. Aku langsung pergi menuju ruangan kerjaku.


Sebelum memasuki ruangan, aku mengusap wajahku dan memasang wajah ceria. Tak ingin mendapat pertanyaan dari orang-orang didalam. Apalagi hesty, si ratu keppo itu.


"Mara? apa yang kau lakukan?" Juna mengagetkanku yang masih berdiri di samping pintu.


"Ah, tak apa. Ini mataku sepertinya kemasukan debu tadi." Aku melangkah masuk kedalam ruangan diikuti juna.


"Coba alu lihat? Matamu memerah, takut iritasi." Tanya juna.


"Tak apa pak juna." Jawabku dengan menampakkan sedikit senyum palsu. Aku melanjutkan pekerjaanku yang masih tertunda, kududukkan tubuhku pada kursi kerjaku.


"Mara, jika ada masalah kau bisa ceritakan padaku."


Juna melontarkan kata yang membuat tanya untukku. sejak kapan dia peduli padaku? Atau kepeduliannya hanya pura-pura? Hanya keingintahuannya saja tentangku? Tidak, aku tak semudah itu menceritakan atau berbagi maslah kepada orang lain.


"Maaf pak, tapi aku tak suka berbagi masalah pada orang lain." Jawabku menghormatinya.


"Oke, Aku mengerti kau sangat menjaga privasimu.. Nanti makan siang ikut denganku. Pak arman mengajak kita makan di cave seberang kantor."


"Baik pak."

__ADS_1


__ADS_2