
Trisna menuruti perkataan Daddy Zian.
Ia mengganti baju nya dan keluar dari kamarnya.
"Daddy, Kita mau ke mana?" Trisna
"Bali" Zian
"Apa?! Bagaimana bisa? aku belum bersiap" Trisna
"Tadi aku telah menyuruh mu bersiap" Zian
"Daddy" Trisna
"Baiklah, Tidak usah bersiap. Kita berangkat sekarang" Zian
"Tapi bagaimana dengan baju ku?" Trisna
"Tidak usah pakai baju" Zian
"Daddy aku tidak mau" Trisna
"Nanti aku belikan disana" Zian
"Janji ya" Trisna
"Iya" Zian
Zian dan Trisna segera masuk ke dalam mobil.
"Paman?" Trisna
"kau ikut juga?" Trisna
"Tentu saja. Aku adalah orang penting" James
"terserah saja" Trisna
Sepanjang perjalanan Hanya ada keheningan.
"Daddy, boleh ku pinjam ponsel mu?" Trisna
Zian yang sedang mengemudi mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku celana nya dan memberikan nya pada Trisna.
Trisna dengan mudah membuka ponsel yang Daddy Karena ia telah mengganti kata sandi nya menjadi nama nya.
__ADS_1
Trisna membuka kamera dan berfoto.
Trisna pindah ke bangku belakang untuk berfoto bersama James yang di panggil nya paman itu.
Setelah berfoto trisna membuka galeri dan melihat fotonya.
"Galeri Daddy penuh dengan foto ku. Daddy tidak pernah berfoto" Trisna
"Wajah Datar nya tidak cocok untuk di foto" James
Trisna tersenyum kecil.
"Kontak nomor yang ada di Daddy juga cuma berisi paman James, paman Mike, ada juga Ericsson, Rizella, Zikel, Michael, Jordan. Hanya itu saja? kenapa sedikit sekali" Trisna
"Karena Daddy Zian tidak tau memakai ponsel" James
Trisna tertawa geli mendengar ucapan James.
Sepanjang perjalanan di pesawat, Trisna tertidur karna ia sangat mengantuk.
Hingga mereka sampai disebuah di sebuah hotel.
"Aku tidak mau tidur sendiri" Trisna
"Aku sudah memesan 3 kamar" James
"Trisna, kau sudah besar. Tidur sendiri saja" James
"Tidak mau" Trisna
"Biarkan saja James" Ucap Zian dan mengedipkan sebelah matanya.
"Tuan selalu menang banyak. Gimana Nabati kalau Trisna sudah dewasa" Batin James
****(Rumah Alex)
"Tuan" Richard datang dengan tubuh yang babak belur
"Richard apa yang terjadi padamu" Livi (Istri Alex)
"Nyonya, Trisna!" Richard
"Trisna?! Anakku?? dimana dia Richard? katakan pada ku" Livi
"Trisna diculik oleh musuh terbesar Tuan Alex" Richard
__ADS_1
"A-apa?!!" Alex yang baru saja datang sangat terkejut mendengar ucapan Richard
"Ya tuan, Zian ingin balas dendam dengan mengambil Trisna dari anda" Richard
"Sial!! Dia seorang mafia besar. Sedangkan aku tidak bisa melawan nya dengan keuangan yang semakin menurun tiap hari" Alex
"Perusahaan ku telah di ambil alih oleh Zian" Richard
"Apa!! bagaimana bisa?!" Alex
"Aku juga tidak tau. dia sangat pandai" Alex
"Dan satu lagi tuan, Zian telah menjadikan Trisna sebagai mainan nya! Dia sudah merenggut kesucian seorang anak kecil" Richard
"Brengsek!! Zian memang sangat kejam!" Alex
"Kau melihat Trisna? bagaimana wajah nya?" Livi
"Trisna sudah besar dan memakai seragam SMP. Aku melihat Trisna yang baru pulang sekolah mengucapkan salam dan memeluk Zian. Dan Trisna memanggil Zian dengan sebutan Daddy" Richard
"Zian menyekolahkan nya? Apa kau tau nama sekolah nya?" Livi
"Seperti nya aku tau, Seragam olahraga yang digunakan Trisna sama persis dengan seragam Milik Rayana adikku" Richard
"Ya tuhan, setelah bertahun-tahun akhirnya kita akan segara bertemu dengan Trisna" Livi meneteskan air matanya.
"Apa ada lecet ditubuhnya?" Alex
"Tidak ada tuan, Trisna sangat bersih dan mulus. Kulit nya putih dan tidak ada lecet. Hanya saja Trisna selalu dijadikan sebagai mainan Zian" Richard
"Zian berkata pada ku, Jika Trisna sudah sangat menjadi candu bagi nya. Karna Trisna sangat sempit untuk ukuran nya" Richard
"Putriku,... hiks hiks hiks" Livi
"Zian!! Dia benar-benar membalaskan dendam nya. Trisna menjadi korban" Alex
"Lebih baik kita laporkan ke polisi. Karena untuk saat ini kita tidak bisa apa-apa untuk bertindak sendiri" Richard
"Kau pergilah dulu ke dokter Richard. wajah mu babak belur" Livi
"Baik" Richard
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️