
Zian terus mencium leher Trisna. Dan ciuman panas itu turun kebawah.
Zian melepaskan B*H yang di gunakan Trisna.
"Daddy, tidak boleh" Trisna
Namun sayang itu sudah terlepas dan memperlihatkan bukit kembar Trisna.
Zian melahap put*ing nya dan mengi*sap nya.
"Ahbdaddy jangan di gigit" Trisna
Zian menurunkan celana pendek yang digunakan Trisna.
"Malam ini, Apa yang ku katakan pada Alex akan jadi kenyataan. bukan lagi sebuah kebohongan" Zian
Zian membuka Celananya. Sampai saat ini dia benar-benar telan*jang bul*at.
Dibawah selimut tebal. Benda Pusaka milik Zian yang besar dan panjang itu sedang mencari sarang nya untuk malam ini.
Dan kebetulan sekali ada yang masih perawan di depan mata.
"Daddy, aku tidak mau melihat nya. Jangan seperti itu" Trisna menutup matanya.
"Tidak usah di lihat" Zian
Trisna merasakan sesuatu yang hangat menempel di sekitar Area kewa*nitaan nya.
"Daddy, Apa yang kau lakukan" Trisna
Zian mencari sarang nya yang masih sempit. Dan saat menemukan nya ia segera memasukkan nya secara perlahan. Namun susah untuk di tembus.
Dan mau tidak mau, Zian terpaksa melakukan nya dengan kuat agar dalam sekali hentakan langsung masuk.
"Awwhh, Daddy sakit" Trisna
Zian melakukan nya dengan gerakan Cepat.
"Ah ah ah, Daddy ku mohon hentikan. aku tidak sanggup lagi" Trisna
"Hahaha Trisna kau mengucapkan kata itu" Zian
"Ah, Daddy ini sakit jangan lakukan lagi. aku janji tidak akan bertanya tentang kata itu" Trisna
"Tidak Trisna, ini belum selesai" Zian
__ADS_1
Zian memperlambat gerakan nya.
"Ah Daddy, ahh ahh" Trisna terus mend*Esah.
Zian terpaksa melepaskan nya karna Trisna terlihat sangat kesakitan.
"Sial, baru kali ini aku tidak puas" Zian
"Daddy ini sakit" Trisna
"Tidurlah, jangan katakan ini pada siapapun" Zian
Zian turun dan masuk ke dalam kamar mandi.
Trisna menutupi tubuhnya dengan selimut dan segera tidur.
***
Keesokan harinya. Trisna terbangun dari tidurnya.
Trisna melihat Zian yang hanya memakai celana tanpa baju dan sedang tertidur sambil memeluk seperti bantal guling.
Sedangkan Trisna tidak memakai sehelai benang pun.
"Daddy aku mau berangkat ke sekolah" Trisna
Zian masih tidur.
"Daddy ayo bangun" Trisna
"Hm?" Zian
"Aku akan ke sekolah" Trisna
"Kau yakin?" Zian
"Iya" Trisna
Zian melepaskan pelukannya. Trisna hendak bangun namun Rasa nyeri di sekitar area kewa*nitaannya menyerang.
"Aww" Trisna
"Kau yakin akan pergi?" Zian
Trisna Tak menjawab. Rasa sakit ini akan membuat nya susah berjalan.
__ADS_1
"Lebih baik kau tidur saja" Zian
"Tidak, Hari ini mata pelajaran kesukaan aku. aku akan hadir" Trisna
"Kau akan susah berjalan" Zian
"Salah Daddy" Trisna
"Aku belum puas main udah susah jalan gimana kalau sampai aku puas?" Zian
"Aku patah tulang" Trisna
"pergilah, Nanti malam kita lanjut kan lagi" Zian
"Aku tidak mau lagi" Trisna
"Tidak bisa, Aku harus memuaskan ku" Zian
"Aku akan tidur dengan paman james jika Daddy memaksa ku" Trisna
"Awas saja dirimu berani tidur dengan James" Zian
"Dia sangat baik dan tidak akan membuatku kesakitan" Trisna
Zian menarik tangan Trisna dan membuat nya kembali berbaring.
"Aku akan melanjutkan nya Sekarang saja" Zian
"Tidak, Tidak Daddy aku minta maaf" Trisna
Zian menurunkan celana nya.
Tok tok tok.
"Tuan ini saya James. Trisna harus ke sekolah" James
"Ah, pria sialan itu" Zian
-
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️