
Zian yang baru saja pulang dari markas nya masuk ke dalam kamar dan segera mandi.
Setelah selesai mandi Zian naik keatas ranjang dengan bertela*njang dada.
Zian mengambil laptop nya dan melihat-lihat Data perusahaan nya.
Setelah selesai mengerjakan tugasnya, Trisna naik ke atas ranjang kasur nya dan bersiap-siap untuk tidur.
"Daddy" Trisna
"Hm?" Zian
"Aku ingin makan somay goreng" Trisna
"Katakan pada James" Zian
Trisna keluar dari kamar, dan mencari James di kamar nya.
"Paman" Trisna
"Paman James" trisna
Trisna mengetuk-ngetuk pintu
"Paman" Trisna
James membuka pintu
"Aku ingin makan somay goreng" Trisna
"Kau tunggu saja dikamar mu" James
Trisna mengangguk dan kembali ke kamarnya.
"Daddy, seperti nya aku akan mendapat kesempatan untuk menjadi ketua OSIS" Trisna
"Dari mana kau tau?" Zian
__ADS_1
"Buk Sri bilang pada ku jika aku anak yang baik dan cukup pintar. dan dia bilang aku akan masuk dalam pemilihan ketua OSIS" Trisna
"Iya, di sekolah kau sopan, rajin, dan baik. tapi rumah pakaian dalam mu selalu saja berserakan" Zian
"Hahahaha Daddy jangan bilang begitu. aku malu" Trisna
Tok tok tok...
Trisna membuka pintu.
"Ini somay goreng pesanan anda" Pelayan
"Terimakasih" Trisna
Trisna mendapat kan somay goreng kesukaannya. Dengan bumbu kacang, Kecap, dan saos.
Trisna makan dengan lahapnya. somay ini terasa nikmat dan masih hangat.
"Daddy, apa Daddy tidak di tangkap polisi ya kalau bawa pistol kemana-mana" Trisna
"kalau aku jadi polwan dan menangkap daddy?" Trisna
"Aku akan membuatmu menderita di bawahku" Zian
"Hahaha. jika Daddy sedang tidur apa membawa pistol juga?" Trisna
Zian mengeluarkan senjatanya dari saku celana.
"Astaga" Trisna
"Agar aku bisa membunuhmu dengan mudah jika kau membuat ku marah" Zian
"Cepat lah makan setelah itu kau harus memuaskan diriku malam ini atau aku akan membunuhmu" Zian
"Oh ya? aku tidak mau" Trisna
"Trisna" Zian
__ADS_1
"Aku tidak mau Zian, Aku tidak mau memuaskan mu. Karna aku adalah bos nya disini" Trisna
"Hahahaha baiklah, kau bos nya. tapi aku serius dengan ucapan ku, Aku ingin melakukan nya malam ini" Zian menyimpan laptopnya. Zian berbaring memeluk Trisna yang duduk dan sedang makan di atas ranjang.
"Boleh pakai pengaman?" Ucap trisna dengan hati-hati dan pelan
"James merasuki pikiran mu?" Zian
"Tidak" Trisna
"Trisna, jangan takut hamil. Aku akan sangat bahagia jika kau hamil" Zian
"Tapi aku tidak punya suami" Trisna
"Jangan memikirkan hal itu. Pikiran dulu saja sekolah mu" Zian
"Iya" Trisna
Trisna menghabiskan semua somay yang dibeli oleh James.
Setelah selesai, Zian langsung menerkam trisna detik itu juga.
"Daddy pelan-pelan" Trisna
Zian yang sudah tidak sabar menarik Bra yang digunakan trisna.
Zian melakukan nya malam ini sepuasnya, sesukanya, dan selama yang Zian inginkan.
Zian selalu membuat trisna setengah sadar saat bermain berjam-jam. hingga semua yang tenaga yang dimiliki Trisna tidak tersisa. Trisna hanya bisa menikmati nya saja. Trisna tidak seperti wanita lain yang bisa memuaskan pasangan nya. Yang bisa dilakukan Trisna hanyalah berdiam diri dan membiarkan Zian bersenang-senang di atasnya.
Hingga pagi menjelang, Zian ambruk begitu saja setelah menyelesaikan permainan nya.
-
-
Happy reading all ❤️❤️
__ADS_1