
Malam hari nya.
Trisna yang dikurung sejak pagi berusaha menggedor-gedor pintu.
"Paman, buka" Trisna
"Paman!" Trisna
"Paman! buka" Trisna
Zein yang kebetulan lewat di depan kamar Nya mendengar Suara Trisna.
"Astaga! Anak ku di kurung sejak pagi" Zian
Zian membuka pintu yang dikunci dari luar.
Dan nampak lah seorang gadis kecil dengan pakaian yang sama sejak pagi.
"Daddy, Aku belum mandi" Ucap Trisna sengan sedikit ragu
"Kenapa tidak mandi!" Zian
"A-aku tidak punya baju ganti" Trisna
"Mandi saja, tidak usah pakai baju!" Zian
Trisna terdiam.
"Cepat mandi!!" Zian
Trisna mundur dan berlari kearah Kamar mandi.
Disana Trisna kebingungan, Apakah dia harus mandi atau tidak.
Trisna memutuskan untuk mandi saja. Ia begitu takut melihat wajah Zian jika sampai dirinya tidak mandi.
Setelah Trisna selesai mandi. Ia melihat tumpukan baju di atas ranjang kasur.
Trisna melihat baju-baju itu, Trisna menyukainya.
Ia memakai salah satu baju.
Setelah itu, Trisna melihat pintu kamar nya yang sudah tidak di kunci. Trisna mencoba untuk berjalan keluar.
Rumah ini sangat menyeramkan. tidak ada foto apapun yang terpajang.
Dan sangat mengejutkan sekali. Saat Trisna melintasi sebuah jendela. Ia melihat sekeliling rumah ini seperti tengah hutan.
"Hutan? Rumah ini di hutan?" Trisna
__ADS_1
"Mama, cepat bawa aku pulang" Trisna
"Aku berjanji akan makan sayur sebanyak yang kau perintahkan" Trisna
Trisna berbalik dan melihat pintu utama rumah ini.
Trisna mencoba untuk melihat sekitar rumah.
Dan benar saja, Saat Trisna keluar. Rumah ini benar-benar berada di tengah hutan.
Di sisi Lain. Zian sedang mencari Trisna di kamar nya untuk makan.
Namun ia tak ada disana. Zian melihat pintu utama terbuka.
"Anak Sialan!" Zian
Zian berlari ke pintu utama. Namun Trisna tidak ada disana. Ia mencari ke sisi kanan rumah.
Trisna berada di samping kolam renang yang sangat Dalam untuk ukuran orang dewasa.
Zian ingin menghampiri Trisna. Namun sayang, Trisna terpeleset dan terjatuh kedalam kolam.
Zian berlari dan ikut masuk ke dalam kolam.
Zian menarik tangan Trisna dan menggendongnya.
Zian membawa Trisna ke sisi kolam.
Trisna menggeleng
"Aku sangat tidak menyukai anak perempuan seperti mu!" Zian
Zian menarik tangan Trisna dan membawanya masuk ke kamar.
Dan
Plak! Sebuah tamparan berhasil mendarat mulus diwajah Trisna.
"Hiks hiks" Trisna
"Diam!! jika seandainya tadi aku tidak melihat mu, Kau pasti sudah mati!" Zian
"Berhenti menangis!! Kau cengeng sekali!!" Zian
"Lain kali aku akan menyiapkan Cambuk untuk mu!! Lihat saja nanti, aku tidak segan-segan untuk membuat mu menderita" Zian
"Jangan" Trisna
"Jangan?!! Kau ingin melawan?! Aku membenci mu, Kau adalah anak hasil perselingkuhan yang membuat keluarga ku tersingkirkan!" Zian
__ADS_1
Di saat itu juga, James datang.
"Tuan apa yang terjadi? mengapa kalian berdua basah kuyup?" James
James mendekat ke arah Trisna.
"James! Keluar! urusan ku dengan nya belum selesai!" Zian
"tuan, Dia masih anak-anak. Jangan menyakitinya" James
"Berisik! Keluar" Zian
James keluar.
"Maafkan aku" Trisna
Zian menarik tangan Trisna dan membantingnya ke atas ranjang kasur yang sangat empuk.
"Hiks hiks" Trisna mulai menangis lagi.
"Tidak boleh ada suara tangisan dirumah ku!!" Zian
Zian melihat anak itu. Kemudian meninggalkan nya.
Setelah Zian keluar. James masuk menemui Trisna
"Trisna kau tidak apa-apa? Ayo ganti duku baju mu" James
Trisna mengganti baju nya yang basah.
Setelah itu, James kembali masuk ke kamar.
"apa yang terjadi pada kalian? Daddy mu tidak melakukan sesuatu yang terasa sakit kan?!" James
"Sakit sekali paman hiks hiks" Trisna
"Sial! Dia tidak tau batas. Dia sudah gila" James
"Apa dia gila?" Trisna
"Tidak, dia tidak gila. maksud ku dia memang sering marah" James
Istirahat lah Tris, kau pasti sangat takut.
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️❤️