
James pergi menemui Zian di tempat persembunyian persenjataan.
"Tuan aku ingin bicara" James
"Katakan" Zian
"Kenapa anda melakukan nya?" James
"Melakukan apa?" Zian
"Trisna bilang Rasa nya sangat sakit sekali" James
Zian berbalik menghadap James
"Lalu kenapa?" Ucap Zian dengan santai nya
"Tuan, Anda sudah tidak waras. dia masih kecil" James
"Dia sangat cengeng jadi ku lakukan saja" Zian
"Tuan, anda tidak mengerti apa jadinya ini sekarang? Apakah bisa masuk?" James
"Aku semakin tidak mengerti jalan pikiran mu, apa maksud mu?" Zian
"Tuan, Anda melakukan dengan Trisna?" James
Hening. Zian dan James saling bertatapan
"Kau sudah gila, Aku tidak kekurangan wanita untuk mempe*rkosa anak kecil!" Zian
"Terus mengapa Trisna bilang rasa nya sangat sakit?" James
"Rasa sakit bukan berarti selalu berhubungan dengan ****. seperti nya otak mu harus di cuci" Zian
"Lalu apa yang terjadi di antara kalian?" James
"Dia tenggelam di kolam renang, Aku menyelamatkan dirinya dan memarahi nya. Aku menamparnya" Zian
"Syukurlah, aku pikir kalian" James
"Hentikan otak kotor mu itu!" Zian
"Maafkan saya tuan" James
"Carikan aku wanita untuk malam ini James" Zian
"Baik tuan. Aku akan makan bersama Trisna, setelah itu aku akan mencari wanita seperti biasa" James
****
Keesokan harinya. Trisna terbangun dari tidurnya, Ia melihat sekelilingnya yang masih tampak sama.
__ADS_1
James masuk ke dalam Kamar Trisna.
"Trisna, kau sudah bangun?" James
Trisna mengangguk.
"Pergi mandi, Setelah itu kita makan" James
Trisna bangun dan segera mandi. Setelah selesai mandi, Trisna dan James pergi ke meja makan untuk sarapan pagi.
"Paman, kapan mama ku datang?" Trisna
"Paman juga tidak tau. Mulai saat ini, jangan pernah mencari mama ku lagi ya? Dan mulai lah terbiasa dengan semua ini" James
"Tapi paman, aku ingin bersekolah" Trisna.
"Jika kau ingin minta sesuatu. Katakan pada Daddy" James
"Aku takut" Trisna
Sangat panjang umur, Zian datang saat itu juga.
"Ayo Trisna katakan saja" James
Trisna kembali membisu. Ia menggelengkan kepalanya.
"Dia tidak jahat" James
"Em, Tuan. Saya mau keluar sama Trisna, Dia masih anak kecil dan seorang wanita, Dia pasti punya kebutuhan juga" James
"Sama aku aja, aku mau keluar. Kamu cari informasi tentang Richard" Zian
"Baik tuan" Richard
"Trisna, kamu pergi sama Daddy?" James
Trisna menggeleng.
"Tidak apa-apa Trisna. Daddy tidak marah" James
"Jarang Lo kamu bisa keluar rumah" James
Trisna akhirnya mengangguk.
Setelah selesai makan, Trisna mengganti baju nya.
Zian masuk ke dalam kamar.
"Ayo" Zian
Trisna mengangguk dan mengikuti Zian keluar dari rumah.
__ADS_1
Zian masuk ke dalam mobil dan Trisna berada di sebelah Zian.
Zian mengeluarkan Masker dan sebuah topi bundar yang cocok untuk Trisna.
"Kamu pakai ini, jangan dilepaskan" Zian
Trisna memakai topi dan masker nya.
Zian membawa sebuah mobil Dan membawa Trisna kesebuah salon untuk anak.
Rambut Trisna yang panjang di potong menjadi rambut pendek sebatas leher nya.
Setelah dari salon.
Zian berangkat ke sebuah Mall pusat perbelanjaan.
Ia memegang tangan Trisna dan tidak melepaskan nya sedetik pun. Zian takut jika Trisna akan kabur.
Zian dan Trisna melihat sebuah poster yang bayak tertempel di Mall. Dan itu adalah poster Anak hilang dan Sebuah foto Trisna terpajang.
"Daddy kenapa ada foto ku disana?" Trisna
"Itu bukan kamu, kebetulan mirip aja" Zian
"Itu aku Daddy. Itu kan foto Saat di taman" Trisna
"Sudah jangan bicara lagi!" Zian
Dua orang polisi datang dan menghampiri Zian dan Trisna.
"Selamat Siang Tuan. Apakah anda pernah melihat anak ini?" Polisi
Itu adalah poster gambar Trisna.
"Tidak" Zian
"Bisa tolong Buka masker nya?" Tanya polisi itu pada Trisna
Trisna menoleh pada Zian.
Zian sedikit mere*mas tangan Trisna yang ia genggam dari tadi untuk memberikan kode.
-
-
-
-
Happy reading all ❤️❤️
__ADS_1