
"Aku gak mau pulang. Kamu udah jahatin aku, dirumah aku lagi" Trisna
"Aku mabuk banget pas itu" Zian
"Aku gak suka Daddy mabuk-mabukan. Aku juga gak suka Daddy marah-marah" Trisna
"Iya sayang, aku minta maaf" Zian
Alex yang melihat adegan ini seperti tidak percaya melihat Zian yang sangat berbeda.
Hening...
"Trisna, Kamu beneran gak mau pulang?" Zian
Tatapan mata Zian mulai berbeda. Dan aura nya juga mulai lain. Trisna sangat menghapal perbedaan Zian saat ini.
"Ya-yaudah. Aku siap-siap dulu" Trisna
Trisna masuk kembali ke kamar nya dan bersiap-siap untuk pulang.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Trisna keluar dari kamar.
"Ayah mertua, aku pulang dulu" Zian
"Jangan sok baik" Alex
Zian tak menghiraukan perkataan Alex dan berjalan keluar bersama James dan Trisna.
Mereka masuk ke dalam mobil.
Didalam mobil, Zian dan Trisna duduk di bangku belakang bersama Zian dan James yang mengemudikan mobil.
"Sayang, maaf ya" Zian
Trisna diam saja.
"Aku Benar-benar gak sadar" Zian
__ADS_1
"Iya" Trisna
"Kamu masih marah kan? Aku lagi banyak masalah" Zian
"Masalah apa?" Trisna
"Kamu gak usah tau" Zian
Trisna melihat Zian dengan tatapan memelas.
"Iya deh, Emas dan berlian aku dari luar negeri ketahuan polisi di dalam kapal. Emas dan berlian nya diambil deh, terus di jadikan milik negara. Dan anak buah aku meninggal, dan sekarang aku lagi jadi buronan polisi." Zian
"Gitu doang?" Trisna
"Iya" Zian
"Daddy takut sama polisi?" Trisna
"Gak" Zian
"Terus kenapa Sampai mabuk-mabukan pas jadi buronan?" Trisna
"Permisi tuan ada telfon dari Jonatan" James
James memberikan ponsel nya pada Zian.
"Halo tuan Zian yang terhormat. Saya sebagai ketua mafia hitam di India ingin memberi tahu anda jika saya dan anggota ingin bergabung dengan anda. Musuh saya terlalu kuat. Kami tidak bisa melawan nya sendiri" Jonatan
"Kamu gak kenal saya?" Zian
"Kenal, sangat kenal. Siapa yang tidak kenal dengan pemimpinan mafia di seluruh dunia?" Jonatan
"Di india sudah ada 5 mafia yang berhasil berkembang. 2 mafia besar sudah bergabung dengan anda sejak dulu. Dan saya sekarang ingin bergabung karna 2 mafia lain nya adalah musuh saya. Dia memiliki rencana yang berbeda dari saya" Jonatan
Zian memberikan ponsel James pada James kembali. dan James memutuskan panggilan telepon nya.
Zian melihat pada Trisna, ternyata Trisna sudah tidur lagi di pangkuan Zian.
__ADS_1
***
Mereka sudah sampai di Bali dan pulang kerumah.
Zian menggendong Tubuh Trisna masuk ke dalam kamar. dan membaringkan tubuhnya diatas ranjang, Zian menarik selimut dan ikut tertidur dibawah selimut dengan Trisna Siang ini
Zian membuat dirinya nyaman berada dalam tubuh orang yang sangat dicintainya. meskipun Zian tidak percaya cinta, tapi sepertinya Zian telah jatuh cinta untuk pertama kalinya pada orang yang sudah berstatus sah menjadi istri nya.
Sore harinya,
Trisna terbangun dari tidurnya, Ia melihat Zian yang masih tidur nyenyak dengan tangan nya yang masuk ke dalam baju Trisna.
Zian juga terbang saat itu.
Zian mengecup kening Trisna dengan lembut dan memeluk tubuh nya lagi.
"Daddy" Trisna
"Hm?" Zian
"Aku pengen kencing" Trisna
"Kencing sini saja, gak usah jauh-jauh ke sana" Zian
"Gak ah, bau nanti sprei nya" Trisna
"Nanti diganti" Zian
"Gak mau Daddy" Trisna
Zian akhirnya melepaskan pelukannya dan membiarkan Trisna pergi.
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️