Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
lingkungan baru


__ADS_3

Keesokan paginya trisna terbangun dari tidurnya. ia melihat ruangan nya sangat berbeda sekali.


Dan Zian tertidur disebelah nya dengan posisi yang sangat nyaman.


Trisna melihat jam dinding menunjukkan pukul 03:59


Trisna berniat tidur kembali karna merasa ini masih sangat pagi. Trisna bergerak mengubah posisi nya, Dan Zian terbangun saat merasakan ada pergerakan dari banyak guling nya.


Zian melihat jam yang menunjukkan pukul 04:00. Zian bangun dan masuk ke dalam kamar mandi.


Trisna yang belum tidur kebingungan melihat Zian yang mandi sepagi ini.


tak berselang lama, Zian keluar dari kamar mandi dan membangun Trisna. Ia juga menyuruh Trisna mandi dan bersiap-siap.


"Kita mau kemana pagi-pagi begini?" Tanya trisna pada Zian.


Zian melihat pada Trisna, akhirnya Trisna mau bicara juga.


Zian langsung memeluk trisna saat itu juga.


"Kita harus berangkat jam 5 pagi agar bisa melihat pemandangan alam pagi. Kita akan sampai ditujuan jam 9 pagi" Zian


Trisna hanya mengangguk.


Tepat jam 5 pagi, Zian dan trisna berangkat.


Zian akan membuat trisna nyaman sepanjang perjalanan.


Ia melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


ditengah perjalanan, Matahari terbit begitu indah nya.


__ADS_1


Meskipun bukan jalanan aspal, akan tetapi ini menjadi suasana baru yang membuat Trisna tersenyum sepanjang jalan.


"Daddy, boleh berhenti? aku ingin mengambil bunga itu" Trisna


Zian menghentikan mobil nya, Trisna turun dari mobil dan memetik setangkai bunga yang cantik namun tubuh liar disepanjang jalan.


Zian tersenyum saat melihat Trisna begitu antusias disepanjang jalan.


Trisna masuk kembali kedalam mobil setelah memetik bunga itu.


Mereka akan pergi ke kota Pandora (Kota fiksi, dalam kata lain hanya sebuah kota imajinasi dan tidak berdasarkan fakta).


Hamparan gunung dengan warna yang hijau alami membentang disepanjang jalan. Tumbuhan dan bunga-bunga mekar sepanjang jalan. Serangga-serangga kecil hidup bebas tanpa gangguan.


Rumah-rumah kecil namun rapi yang jaraknya berjauhan menjadi hiasan tersendiri.


Hingga saat jam 8 pagi. Zian me hentikan mobilnya disebuah rumah makan kecil yang sangat unik.


Mereka memesan makanan apa saja yang disediakan.


Trisna bercerita banyak disepanjang jalan, Hidup nya benar-benar akan kembali sebentar lagi.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan setelah beristirahat di rumah makan itu.


Dan seperti waktu yang diucapkan Zian. mereka benar-benar sampai di tujuan sekitar jam 9 pagi.


Zian memarkir mobil nya di sebuah rumah bertingkat dengan pagar-pagar rumah yang terbuat dari kayu dan dihiasi oleh bunga-bunga yang indah.



"Ayo masuk" Zian


Trisna begitu terpesona dengan keindahan alam yang dilihat nya.

__ADS_1


Zian mengajak Trisna masuk ke dalam rumah, Rumah nya tidak mewah seperti rumah yang ada di kota namun sangat nyaman, rapi dan bersih.


Seorang pria tua yang usia nya 50 tahun datang menghampiri Zian dan Trisna. Namanya adalah Frans, Dia sudah menganggap Zian sebagai anak nya sendiri. Frans memiliki istri bersama Mery. Dan mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Rama dan menantu perempuan bernama Petro.


"Bagaimana perjalanan mu?" Frans


"Sangat baik" Zian


"Jadi dia istri mu?" Frans memperhatikan Trisna yang yang sedang melihat-lihat buku di rak.


"Iya, Dia seperti nya menyukai tempat tinggal baru nya" Zian


"Trisna, ayo kesini dulu" Zian


Trisna berbalik dan melihat Zian yang sedang bersama Frans.


Trisna berjalan mendekat.


"Halo paman" Trisna


"Panggil saja kakek, aku orang tua angkat suami mu" Frans


"ah iya" Trisna mengangguk.


"Jika kau butuh sesuatu, rumah ku berjarak 100 meter dari sini" Frans


-


-


-


-

__ADS_1


-


Happy reading all ❤️


__ADS_2