
Trisna menangis mendapatkan pukulan dari Zian.
"Daddy sakit" Trisna
"Sakit?!! kau menyukai nya bukan?!! Jika kau Rindu pada ayah mu dan ibu mu maka itu artinya kau ingin mendapatkan siksaan!" Zian
Trisna menggeleng dan mengeluarkan banyak air matanya.
James datang disaat itu juga.
"Tuan, apa yang kau lakukan?!" James
James mendekati Trisna dan memeluk nya.
"James keluar!!" Zian
"Tidak tuan, dia masih anak-anak" James
"Keluar!!!" Zian
James dengan perlahan keluar dari kamar.
"Katakan apa mau mu!!" Zian
"Tidak ada" Trisna
Zian meninggalkan Trisna di dalam kamarnya dan mengunci pintu kamar.
Zian benar-benar tidak menyukai wanita yang Cengeng.
James juga tidak bisa apa-apa, Dia tidak bisa melawan tuan nya.
Di malam Hari, James membuka pintu kamar Trisna dan mengajak nya makan malam.
"Dimana Daddy paman?" Trisna
"Dia sedang keluar" James
"Aku takut sekali" Trisna
"tidak apa-apa" James.
Setelah selesai makan. Trisna dan James menonton Tv di ruang keluarga.
Zian datang dengan sebuah koper hitam di tangan nya.
Zian duduk di sebelah Trisna dan membuka kopernya di meja.
Di dalam koper terdapat tumpukan uang dolar.
Zian menghidupkan rokoknya dan mulai merokok.
Mike dan anggota nya datang.
__ADS_1
Zian mulai menghitung sejumlah uang dan di berikan nya kepada Mike dan Mike membagikan nya pada anggota nya.
Trisna menatap Zian.
Zian yang menyadari tatapan trisna. Menoleh pada Trisna dan menghembuskan Asap rokoknya di wajah Trisna.
"Wajah mu tegang sekali" Zian
Zian kembali menatap Mike dan anggota nya.
"Kalian bisa memiliki semua uang ini jika kalian bisa menyerat Richard ke hadapan kaki ku" Zian
"Dalam waktu 24 jam, Saya berjanji akan menyeret Richard kehadapan Anda tuan" Mike
"Tepati janji mu" Zian
Mike mengangguk dan mengundurkan dirinya.
"Trisna, Tugas mu sudah selesai?" Zian
"Sudah" Trisna
"Besok di sekolah jangan banyak gerak" Zian
"Ia" Trisna
"Tuan, Justru anak seusia Trisna yang seharusnya lincah dalam bergerak" James
"Masuk tidur. James ayo kita ke Club" Zian
"Baik tuan" James
Trisna memeluk Zian secara tiba-tiba.
"Daddy maafkan aku, jangan marah lagi padaku" Trisna
James dan Zian saling menatap.
Zian perlahan-lahan membalas pelukan Trisna.
"Masuk lah tidur" Ucap Zian lembut
Trisna masuk ke kamarnya.
perasaan nya cukup lega, karana zian memaafkan dirinya.
****
Keesokan harinya, Trisna bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
Zian masuk ke dalam kamar Trisna.
"Trisna, jangan bermain dengan anak laki-laki di sekolah mu" Zian
__ADS_1
"Kenapa? Mereka baik" Trisna
"Turuti saja" Zian
Trisna mengangguk.
Trisna mengikat Rambut nya yang sudah panjang kembali.
Zian memperhatikan tingkah Laku Trisna yang setiap hari semakin bertumbuh.
"Aku pergi dulu daddy" Trisna
Zian mengangguk dan melihat kepergian Trisna dari rumahnya.
****
Disiang harinya, Mike dan anggota nya berhasil menangkap Richard.
Ia membawa Richard ke rumah Zian.
Zian tersenyum puas melihat wajah Richard yang berada di kakinya.
"Siapa yang menyuruhmu?" Zian
Richard tak menjawab. Zian menendang Wajah Richard hingga mengeluarkan darah.
Trisna yang baru saja pulang sekolah masuk ke dalam rumah. Dan melihat Daddy nya. Ia memeluk Zian yang sedang marah.
"Siang Daddy" Trisna
"Trisna, masuk ke kamar mu" Zian
Richard mendengar Zian menyebut nama Trisna.
Richard melihat seorang gadis cantik, putih dan begitu mulus sedang memeluk Zian dan namanya adalah Trisna
"Trisna!" Richard
Trisna menoleh pada Richard. Trisna tidak mengenalinya.
Trisna diam Saja.
"Trisna, ikut pulang bersama ku!! Dia orang jahat" Richard
"Pulang " Batin Trisna
"Trisna! Ayah mu mencari mu selama bertahun-tahun" Richard
-
-
Happy reading all ❤️
__ADS_1