
"Kita tidak bisa melakukan nya sebelum menikah, Karena para pria disini sangat pemilih. Mereka hanya menikahi wanita yang masih suci. Pria yang mendapat kan wanita nya sudah tidak suci setelah menikah akan pelit pada wanita itu. entah pelit materi ataupun kasih sayang" Jenny
"Iya sih, kata mama aku. pria bakalan pelit kalo kita masih sempit hahaha" Yosepha
"Aduh, udah deh haha ngapain bahas gituan" Jenny
"Iya nih, eh orang itu udah pergi" Alie
"Kamu sih berisik amat" Yosepha
"Hahaha bagus lah kalo mereka pergi" Trisna
****
Sudah 2 bulan trisna disini, Namun Zian belum juga tau kapan akan pulang.
Pagi ini, trisna yang baru bangun tidur. Hanya menyikat gigi dan mencuci wajah saja. Ia harus menjemur baju nya sebelum matahari benar-benar muncul dan menyinari bumi.
Trisna mengangkat keranjang nya dan membawa nya ke jemuran belakang rumah. dan mulai menggantung semua baju nya di jemuran tali.
Saat Trisna sedang fokus pada pekerjaan nya. Tiba-tiba saja ada yang memeluk nya dari belakang. Sebuah tangan yang kekar melingkar ditubuhnya dengan jam tangan mewah yang menghiasi tangan itu.
"Dad" Trisna
"Rajin sekali pagi-pagi" Zian
"Aku haru rajin, Untuk setiap hari" Trisna
Napas Zian yang terasa hangat di leher Trisna membuat rasa geli.
Zian mencium leher milik trisna yang menjadi tempat favorit. Leher putih bersih dan panjang.
__ADS_1
"Aku benar-benar merindukan mu" Zian
Trisna berbalik dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Zian.
"Aku ingin bertanya satu hal" Trisna
"Apa?" Zian
"Jika aku ingin memiliki semua koleksi mobil Daddy bagaimana?" Trisna
"Pakai saja sayang. semua punya mu" Zian
"Gak bukan gitu, Aku mau semua nya atas nama aku" Trisna
"Yaudah nanti aku ubah ya nama nya" Zian
"Kalau perusahaan Daddy gimana? aku mau yang di Italia, Indonesia, Jerman, Korea Selatan, Paris, America, Brazil, Rusia" Trisna
"Daddy lah yang urus, nanti aku gaji kok" Trisna
"Hahahaha jadi sekarang kamu bos nya?" Zian
"Iya, Aku mau jadi bos" Trisna
"Yakin? nanti aku urus. Lagian tanpa semua itu aku masih kaya" Zian
"Gak jadi deh" Trisna
"Kenapa?" Zian
"aku cuma ngetes Daddy aja" Trisna
"Ngetes aku? maksudnya?" Zian
__ADS_1
"Em, gak ada. Cuma pengen tau" Trisna
"Iya deh tuan putri, terserah kamu aja" Zian
"Daddy mau nyoba masakan aku gak? aku bisa masak sekarang" Ucap Trisna dengan senyum diwajah nya yang begitu polos dan manis.
"Boleh, tapi aku pengen nyobain kamu dulu" Zian
"Nyobain aku?" Trisna
Zian membungkam mulut Trisna dengan ciuman nya yang begitu lembut. Saat Trisna akan kehabisan napas, Zian melepaskan ciuman nya.
Zian memikul tubuh trisna dipunggung nya. tubuh Trisna sangat kecil bagi Zian. Mudah diangkat dan dibawa kemana-mana.
"Daddy turunkan aku" Trisna
Zian membawa Trisna masuk kedalam kamarnya. Zian menarik Celana dal*am milik Trisna.
"Makan dulu yah?" Trisna
"Udah negang, gak bisa di tunda" Zian
Zian akhirnya melakukan nya dan melampiaskan rindu dan penat nya bekerja.
Dengan melakukan aktifitas yang membuat seluruh tenaga nya tercurahkan. Ini adalah satu-satunya pekerjaan yang membuat Zian ambruk hanya dengan 3-4 jam.
Sedangkan Trisna merupakan wanita yang tidak terbilang sangat cantik. Namun ia sangat lembut dalam bertutur kata dan karakter nya yang sopan. Memiliki attitude yang baik, mampu membuat seorang mafia kejam luluh pada ketulusan hati nya.
-
-
Happy reading all ❤️
__ADS_1