
Malam ini, Zian dan Trisna menginap di sebuah Vila yang mewah.
tentu saja, Setiap malam Zian seakan tak bisa tidur tanpa Trisna di sisinya. Satu kesalahan Zian karna mulai bergantung pada trisna.
Dan pikiran nya mulai dikuasai oleh Trisna.
Zian berbaring dengan memeluk tubuh Trisna dengan erat menghadap nya.
Trisna menunggu malam ini, entah apa lagi yang akan di katakan Zian untuk melakukan nya.
Namun sepertinya tidak ada tanda-tanda jika Zian akan melakukan nya malam ini.
Zian tau maksud Trisna yang masih tetap tidak tidur dan terus melihatnya.
"Aku tidak akan main malam ini" Zian
"Kenapa?" Trisna
"Malas" Zian
"Oohh" Trisna
"Tidur saja trisna" Zian
"Iya" Trisna
Meskipun Zian pria dingin, Namun Trisna selalu merasa hangat dalam pelukan Zian di malam hari.
****
Keesokan harinya. Trisna terbangun lebih Cepat dari biasanya.
Zian masih tidur nyenyak sambil memeluk perut nya. Zian nampak gelisah dan menggosok-gosokkan junior nya yang mulai menegang ke ************ Trisna.
"Aku tidak mau melakukan nya pagi ini. Bagiamana ini?!" Batin Trisna
Trisna Segera bangun dan masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Trisna berendam di dalam Bathtub. Melakukan Ritual mandi nya dengan sangat lembut dan baik.
Tok tok tok...
Terdengar suara ketukan.
"Ah tidak, dia bangun" Batin Trisna
"A-aku mandi dad" Trisna
"Iya aku tau, cepat buka pintunya" Zian
"Sebentar lagi aku selesai" Trisna
"Tidak, Buka sekarang" Zian
"Tapi aku tidak pakai apa-apa" Trisna
"Itu lebih bagus lagi" Zian
Mau tidak mau Trisna menarik handuk dan memakai nya kemudian membuka pintu.
Zian menahan pergelangan tangan trisna.
Zian menutup pintu kamar mandi, dan bahkan mengunci nya.
Zian menarik lilitan handuk yang di pakai Trisna. Zian menggendong tubuh Trisna dan membuat nya duduk di atas wastafel dengan kaki yang terbuka menghadap nya.
"Daddy, jangan di lihat" Trisna
"Kau diam saja" Zian
Zian membuka celana nya dan mengeluarkan junior besar nya yang panjang dan berdiri tegak.
Trisna belum pernah mau melihat nya hingga saat ini. Trisna selalu menutup matanya. namun Trisna bisa tau jika itu berukuran jumbo.
Zian melakukan pemanasan dengan membuat Trisna basah agar tidak terlalu menyakitkan bagi Trisna jika Zian menancapkan nya.
__ADS_1
Ketika Trisna sudah basah. Zian memposisikan junior nya ke dalam sarang nya itu yang berukuran kecil.
"Ah.." Trisna
"Ini tidak akan lama" Zian
Ucapan tidak sesuai dengan kenyataan. Zian Melakukan nya hingga hitungan Jam di kamar mandi.
****
Setelah selesai memuaskan Zian di pagi hari. saat Zian membantu Trisna membersihkan dirinya. karna Trisna telah kehabisan tenaga.
Setelah mandi, Zian juga mengambil Baju untuk digunakan Trisna dan memakaikan nya.
Bel rumah berbunyi. itu tanda nya ada orang yang datang.
"Biar aku saja" Trisna
Trisna berjalan mendekati pintu dan membuka nya.
Ternyata dia adalah Qaila, Revan, dan Cindi bayi mereka.
"Trisna, Kau segar sekali pagi ini. Tolong gendong Cindi sebentar. Aku akan menyiapkan makanan yang ku bawa dari rumah" Qaila
Trisna mengambil Cindi yang bayi dari gendongan Qaila sang ibu.
Trisna menggendong nya dengan penuh kasih sayang.
Zian yang baru saja selesai berganti baju, keluar dari kamar nya. Matanya pertama kali terpaku pada Sosok Trisna yang menggendong seorang bayi. Zian merasakan kehangatan di hati nya melihat hal itu. Wajah Trisna terus tersenyum pada sang bayi yang di gendong nya.
-
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️❤️