Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
bibir tanpa lipstick


__ADS_3

keesokan harinya, Zian terbangun dari tidur nya yang nyenyak.


Zian melihat Trisna yang msih tidur sambil memeluk erat tubuh Zian.


"Trisna, bangun" Zian


Trisna membuka matanya. kemudian memperbaiki posisi tidurnya dan kembali tidur lagi.


Zian bangun dan membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi, Zian keluar dan melihat Trisna yang masih tidur nyenyak.


"Trisna, bangun" Zian


"Aku tidak sekolah hari ini. Hari ini aku akan mengikuti perlombaan badminton" Trisna


"Dimana?" Zian


"Disekolah tetangga, jarak nya tidak terlalu jauh dari sekolah ku" Trisna


"Jam berapa kau berangkat?" Zian


"Jam 8, perlombaan jam 9 pagi dan ini masih jam setengah 6" Trisna


"Mau olahraga jalan pagi?" Zian


Trisna membuka matanya dan bangun.


"Ayo" Trisna


Zian tersenyum.


Pagi ini, Zian akan mengajak trisna olahraga pagi disekitar rumah.


Trisna sudah siap dengan setelan olahraganya yang memperlihatkan bagian perut nya.


Zian berlari pelan sambil menggenggam erat tangan Trisna.

__ADS_1


mereka melakukan olahraga pagi dengan bersemangat.


"Daddy, stop dulu" Trisna


"Kenapa?" Zian


"Capek banget" Trisna


"Baru sebentar udah capek aja" Zian


"Iya huh huh" Trisna mengatur napas nya


"Minum dulu?" Zian memberikan sebotol air minum


Trisna mengambil nya dan minum di pinggir jalan.


Zian adalah pria yang sangat anti pada wanita. apalagi jika wanita itu memperlihatkan jika dia sangat lemah. Zian tidak suka pada wanita karena bagi nya wanita itu lemah.


Namun semua cara pandang nya mulai berubah saat melihat apa yang dilakukan Trisna pagi ini. Mereka baru saja joging sebentar dan belum jauh dari rumah namun Trisna sudah seperti orang lari maraton.


"Mau pulang saja?" Zian


"Iya, aku lelah sekali" Trisna


Trisna mencoba berdiri namun ia duduk lagi.


"Aku tidak kuat lagi Daddy" Trisna


Zian menggendong Trisna di belakang punggung nya dan berjalan pulang.


Saat melewati sebuah pedagang Bakso, Trisna merasa ingin makan.


"Daddy kita beli bakso dulu yuk" Trisna


Zian menurunkan trisna.


Trisna memesan bakso tanpa kuah dan mie. Entah berapa banyak bulatan bakso yang dimakan oleh Trisna.

__ADS_1


"Daddy juga mau?" Trisna


"Tidak" Zian


Trisna melanjutkan makan nya.


Setelah selesai makan, Zian membayar bakso yang dimakan trisna dan mereka kembali pulang kerumah.


Trisna mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah nya.


Trisna hanya membawa Raket Yonex untuk dipakai bertanding.


"Daddy aku berangkat dulu" Trisna


"Suruh paman James mengantar mu" Zian


"Oke" Trisna menge*cup bibir Zian


Zian sangat menyukai bibir ini. Apalagi saat menempel nya di bibirnya. Warna bibir yang merah alami belum pernah tersentuh oleh lipstick seperti wanita lain nya. itu lah kenapa Zian sangat menyukai nya. Zian tak suka jika berc*iuman dengan wanita yang menggunakan lipstick di bibirnya, karna Zian merasa seperti sedang memakan lipstick.


Zian menahan Trisna, Ia menjadikan sebuah kecupan menjadi sebuah ciuman mesra.


Cukup lama Zian memuaskan bibirnya di pagi ini.


"Permisi" James


Trisna kaget dan melepaskan ciuman nya dengan Zian.


-


-


-


-


Happy reading all ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2