
"Trisna, Ibu menyesal. Andai saja saat itu kau tidak di culik. Pasti Keluarga kita tidak akan mengalami semua ini" Livi
"Tidak ibu, meskipun aku tidak di culik. tetap saja Daddy akan balas dendam pada ayah, dan kita semua juga pasti akan menjadi korban" Trisna
"Trisna, Kau mau kan tidur dengan ibu malam ini? Ibu sangat merindukan mu nak. sudah lama sekali kau tidak tidur dipangkuan ibu. ibu merindukan setiap waktu bersama mu" Livi
Tanpa sadar, Trisna meneteskan air matanya mendengar ucapan Livi.
Livi adalah ibu kandung nya, namun entah mengapa sekarang seperti ada tembok diantara mereka.
Trisna mengangguk dan memeluk Livi.
Setelah itu. Trisna kembali ke kamarnya.
Dengan iseng ingin mengerjai Zian.
Trisna menempelkan botol kaleng minuman yang dingin itu pada wajah Zian.
Zian sedikit kaget. Dan membuka matanya yang memerah karena mengantuk.
Zian memegang tangan Trisna, Dan mencium nya.
"Daddy, aku hanya bercanda. ini untukmu" Trisna
Zian mengambil minuman itu dari Trisna dan membukanya. Zian meminum nya agar merasa lebih segar.
"Daddy, aku ingin tidur dengan ibu malam ini yah?" Trisna
"Bagaimana dengan ku?" Zian
"Besok saja aku tidur dengan Daddy" Trisna
"Sudah beberapa hari kau tidak menyentuhku. aku tidak bisa menahan lebih lama lagi" Zian
"Daddy, ibu akan pulang besok. tolong mengerti sekali ini saja" Trisna
"Tapi besok aku tidak akan mengerti lagi" Zian
__ADS_1
"Ia Daddy, aku akan melakukan nya tanpa kau suruh besok" Trisna
"Gadis pintar" Zian
***
Saat jam makan malam, Para pelayan memanggil setiap orang dirumah untuk makan malam.
Trisna, Zian, James, Livi, Richard, dan Alex telah berkumpul di ruang makan.
Mereka makan malam tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulut masing-masing.
Hanya keheningan yang melanda.
"Daddy, kau ingin makan yang mana? biar aku ambilkan" Trisna
"Biar aku yang mengambilkan makanan untuk mu" Zian
"Baiklah" Trisna
Zian mulai mengambil nasi dan sayur.
"Hanya ini? Aku bukan vegetarian" Trisna hendak mengambil ayam panggang
"tidak, bagiamana jika kau tekanan darah tinggi?! Kau sudah 17 tahun, kau harus menjaga batasan makan mu. sudah beberapa hari ini kau terus makan daging" Zian
Alex dan Livi menyaksikan kedua nya yang sedang bertengkar.
"Aku bisa membunuhmu jika kau tidak mengizinkan ku" Trisna
"Ayo bunuh aku, mau ku ambilkan pisau untuk mu? Atau pistol ku?" Zian
"Apa-apaan ini! Trisna, jangan mencari masalah dengan orang seperti dia" Alex
"Ayah benar, lebih baik aku tidak usah makan" Trisna
"Trisna, makan saja. aku akan mengambil kan nya untukmu" James
__ADS_1
James memotong bagian ayam itu.
Livi, Alex, dan Richard mulai makan juga.
"Ini" James
"Tidak usah" Trisna
"Oke baiklah, makan saja. besok jangan atau aku yang akan membunuhmu" Zian
Trisna tersenyum dan kemudian tertawa.
"Pagi-pagi sekali Daddy tidak akan melihat matahari terbit. karna aku akan membunuh mu" Trisna
"Bunuh saja, aku tidak takut mati" Zian
Trisna mulai makan dengan lahap nya.
Setelah selesai makan, Trisna masuk ke kamar ibunya.
Livi duduk dan memangku kepala Trisna.
"Trisna, kau harus menjadi wanita yang baik" Livi
"Aku baik ibu, aku tidak akan mengecewakan mu. aku juga mendapat peringkat pertama Disekolah ku" Trisna
"Benarkah? ibu sangat bahagia mendengar nya" Livi
"Di kamar ku, Ada 3 mendali yang ku dapat kan saat memenangkan pertandingan bulutangkis. Aku juga sering mengikuti olimpiade Sains" Trisna
"Kau anak yang hebat, ibu bangga padamu"Livi
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️