Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
menjemput ajal


__ADS_3

"Anda tidak akan bertanggung jawab pada anak itu? anda ayah nya" James


"Dia masih sekolah, tidak mungkin dia hamil" Zian


"Jika dia hamil, Maka apa yang akan Anda lakukan?" James


"Aku akan menikahinya" Zian


"Baik tuan, Saya permisi" James


James keluar dari ruangan Zian. begitu juga Zian yang langsung masuk ke dalam kamar.


"Daddy apa yang kau bicarakan dengan paman?" Trisna


"Tidak ada, tidur lah" Zian


Trisna mengangguk dan menarik selimut.


Zian juga naik ke ranjang kasur dan memeluk Trisna di dalam selimut.


Zian merasa bersalah, Hidup nya benar-benar di penuhi oleh Trisna yang hanya di anggap sebagai tawanan nya saja.


***


Keesokan harinya, Zian dan Trisna. kembali pulang ke Bali. Trisna harus masuk sekolah.


Siang ini, mereka telah sampai di bali. Trisna sangat menyukai pemandangan sawah di Bali.


"Dad, bagaiman jika kita pergi melihat sawah?" Trisna


"nanti ya. kamu mendingan tidur aja dulu. Nanti malam kamu harus punya banyak tenaga" Zian


"TapiHmp" Trisna


Zian membungkam mulut Trisna dengan ciuman.


"Aku tidak butuh izin mu" Zian


James datang.

__ADS_1


"Tuan, Seperti nya Alex tau keberadaan kita. Dia sedang menuju kesini" James


"Oh ya, bagus dong. dia sedang mendekati ajal nya sendiri tanpa perlu ku paksa" Zian


"Mereka membawa polisi" James


"Hanya polisi? kenapa dia tidak sekalian membawa presiden ke sini" Zian


Tok tok tok...


Ketukan itu begitu kuat di depan pintu.


"Biar aku yang buka" Trisna


"Awas kau macam-macam trisna" Zian


Trisna menggeleng.


Trisna mendekati pintu dan membukanya. Lantas, Dua orang Polisi sudah siap dengan pistol di tangannya.


Zian juga datang bersama Trisna


"Trisna!" Alex


"Pak! ini Trisna anak kami yang diculik sejak kecil" Alex


"Apakah anda korban nya?" Polisi


"Aku tidak merasa menjadi korban disini" Trisna


Zian melihat Alex dengan tatapan Mengejek.


"Trisna, Apa yang kau katakan? Dia orang jahat yang telah memisahkan mu dari keluarga mu sejak kecil, apa kau tidak merindukan Keluarga mu Trisna?" Richard


"Kau bisa pulang pak, tidak ada yang di culik" Trisna


"Baiklah, seperti nya ini hanya kesalahpahaman saja" polisi


Polisi itu pulang.

__ADS_1


Alex hendak melayangkan pukulan di wajah Zian. Namun Dengan cepat James menahan tangan Alex.


Trisna memeluk ibunya Livi.


Livi menangis saat berpelukan dengan Trisna.


"Alex, jangan macam-macam" James


"Alex, Alex, kau ini bodoh sekali. untung saja putri mu tidak sebodoh dirimu yang datang jauh-jauh untuk mencari ajal" Zian


"Aku akan melakukan apapun untuk putriku" Alex


Disisi lain, Trisna tidak mengeluarkan air matanya meskipun ingin sekali rasa nya dia menangis saat ini.


"Trisna, Kau ikut ibu pulang Nak. ibu mohon hiks hiks hiks" Livi


"Mendingan kalian pulang, tidak ada guna nya datang kesini" Zian


Livi tak henti-hentinya mengecup kening Trisna anaknya dan mengusap-usap punggung Trisna.


"Zian, kau tega! Mereka orang tua kandung Trisna. kau tidak bisa memisahkan nya dari orang tua nya!!" Richard


Seorang pelayan datang membawa minuman untuk semuanya.


"Siapa yang menyuruhmu?!" Zian


"Sa-saya" Pelayan


DORRR!!! Zian menembak kepala pelayan itu.


"Bisa-bisanya dia membawa minuman untuk orang-orang ini" Zian


Dua orang pria berbaju hitam masuk dan mengangkat mayat pelayan itu. kemudian datang seorang pelayan wanita yang membersihkan darah mayat itu dan tumpahan minuman.


-


-


Happy reading all ❤️

__ADS_1


__ADS_2