Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
pidato atau surat?


__ADS_3

****(Rumah Alex)


"Akhirnya, Kita telah kembali sukses. meskipun tidak sesukses dulu" Alex


"Kita tidak menyia-nyiakan waktu 4 tahun ini" Richard


"Aku harap ini terkahir kali nya kita berjuang untuk melihat Trisna kembali" Livi


"Aku tidak yakin Trisna mengingat kita" Alex


"Trisna pasti merindukan keluarganya tuan, jangan berkata seperti itu" Richard


"Kenapa kau berkata seperti itu Alex?" Livi


"Ini sudah 9 tahun Trisna menghilang dan pergi dengan Zian dan James! Sedangkan Trisna saat bersama kita hanya 8 tahun. Dia lebih lama bersama penjahat itu" Alex


"Trisna bersama kita saat dia masih kecil dan belum mengenal apa-apa pun. Sedangkan Trisna tumbuh menjadi seorang gadis bersama penjahat seperti Zian" Alex


"Alex, Trisna pasti merindukan kita" Livi


"Aku juga yakin Trisna merindukan keluarganya" Richard


"Kita harus mencari tau dimana Trisna berada sekarang" Richard


"Baiklah, Kita harus semangat" Alex


"Aku akan mendoakan kalian" Livi


*****(Bali)


Sepulang sekolah, Trisna di jemput oleh James.


"Bagaimana sekolah mu?" James

__ADS_1


"Buruk" Trisna


"Benarkah, Apa kau sudah siap bertemu dengan Daddy mu setelah apa yang kau lakukan" James


"Aku selalu siap, aku sudah biasa" Trisna


"Siapa suruh mencium singa" James


"Aku mencium Daddy ku bukan singa" Trisna


"Kau bagaikan tikus kecil yang mencium singa lapar" James


"Biarkan saja, sebentar lagi dia akan baik-baik saja" Trisna


"Dia akan senang setelah menerkam mu" James


"Daddy tidak mungkin membunuh ku dirumah" Trisna


"Coba nanti kau masuk ke dalam kamar nya, dan minta maaf lah" James


Sesampainya nya dirumah. Zian tak ada dirumah.


Trisna makan dan mengganti baju nya. dengan baju kaos polos dengan celana pendek.


Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah.


Zian keluar dari mobil dengan berpakaian hitam dan kacamata hitam.


Trisna yang sudah bersiap-siap untuk minta maaf menunggu Zian masuk ke dalam kamarnya.


Saat Zian masuk ke dalam kamarnya. Trisna keluar dari kamarnya dan masuk ke dalam kamar Zian.


"Daddy" Trisna

__ADS_1


Zian nampak sedang mengetik sesuatu di laptop nya.


"Aku minta maaf" Trisna


"Aku salah, Aku em..aku sudah sangat bersalah" Trisna


"Aku minta maaf yang sebesar-besarnya untuk Daddy. Aku tidak tau jika Daddy akan semarah itu. Aku hanya mencoba nya, Dan ingin merasakan nya. Jika Daddy sangat marah pada ku dan tidak bisa memaafkan ku tidak apa-apa. aku akan mengerti. Paman James sudah memarahi ku sepanjang perjalanan dari rumah ke sekolah. aku sudah sangat mengerti dan aku benar-benar paman" Trisna


Zian melihat kearah Trisna.


"Kau baca pidato?" Zian


Trisna terdiam. apakah Zian tau jika dia menulis pidato permohonan maaf kemudian menghapal nya.


"Maafkan aku Daddy, aku juga menyesal karna aku menghapal naskah permohonan maaf ku. lain kali aku akan menulis surat permohonan maaf saja untuk daddy. dan jika Daddy memaafkan ku, maka Daddy bisa menandatangani surat nya" Trisna


Zian berdiri dan mendekati Trisna. Jarak mereka sangat dekat.


Trisna menundukkan kepalanya.


"Apa mau mu sebenarnya?" Zian


"Aku tidak mau apa-apa. pe-percayalah padaku Daddy" Trisna


"Bukan kah mau ini"


Zian mengangkat Dagu milik Trisna dan mencium bibirnya.


-


-


-

__ADS_1


-


Happy reading all ❤️


__ADS_2