
Zian memutuskan untuk pulang hari ini.
Zian berangkat menggunakan jet pribadi nya datang ke Indonesia.
****
Trisna sedang berada di sekolah pagi ini.
"Tris, lu gak ikut malam ini?" Dita
"Gak Dit, maaf ya" Trisna
"Lea udah pindah sekolah, Dia pindah nya diam-diam lagi" Dita
"Beneran dit? kok bisa?" Trisna
"Kakaknya Leo yang menyekolahkannya disini katanya sudah meninggal, Lea tak punya siapa-siapa lagi" Dita
"Kasian banget yah Lea" Trisna
"Iya" Dita
"Permisi" Anggi
"Eh iya Anggi?" Trisna
"Tris, lu dipanggil tuh sama guru pembimbing" Anggi
"Oh iya" Trisna
Trisna berjalan pelan menuju ruang guru.
Sesampainya disana, Trisna mendapat penyampaian jika ia harus mempersiapkan diri untuk mengadakan rapat koordinasi OSIS, Mpk, dan ekskul.
Sebagai OSIS di Sekolahnya, Trisna harus menjaga nama baik dan martabat sekolah. Namun apa jadinya jika seluruh sekolah mengetahui jika Trisna hamil? diluar nikah? dan masih sekolah? Trisna sudah memikirkan semua itu. Namun Trisna tidak memikirkan nya terus menerus. Trisna tetap berpikiran positif untuk masa depan nya. Trisna yakin jika semua masalah pasti ada jalan keluarnya.
***
__ADS_1
Trisna pulang dari sekolah, Hari sudah sore.
Trisna mandi kemudian mengganti baju nya dengan baju ungu.
Trisna duduk di bangku taman yang berada di halaman depan rumah
Dengan sebuah buku catatan, Trisna menuliskan apa saja yang harus ia katakan dalam rapat koordinasi yang akan di langsungkan.
Saat Trisna Sedang fokus dengan buku dan pulpen dan pikiran nya, tiba-tiba saja. ada mobil mewah yang memasuki halaman rumah dan berhenti tepat di depan pintu rumah.
"Daddy?" Trisna
Trisna berjalan menuju arah mobil. Seorang pria gagah turun dari mobil dengan kacamata nya.
Trisna berjalan mendekati pria itu dan berdiri dibelakang nya.
Zian berbalik dan melihat Trisna dibelakangnya.
"Tuan, malam ini ada pertemuan dengan pemimpin kelompok mafia black. Dia berencana untuk bergabung dengan kita" James
"Kita sedang menyelidiki nya" James
"Tuan ini data perusahaan yang anda minta untuk di analisis secara detail" James memberikan sebuah dokumen tebal. Zian mengambil dokumen tersebut
Zian merangkul pinggang trisna dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Siapa yang memerintahkan Kelompok kita di Amerika untuk merampok berlian milik negara? Polisi sedang menyelidiki kasus perampokan ini dan aku menjadi orang yang paling di incar" Zian
"Saya tidak tau tuan, seperti nya salah satu orang kita berkhianat" James
"Aku sudah memerintahkan Jordan untuk membunuh semua anggota yang merampok agar tidak ada bukti apapun" Zian
"Kau harus menyelidiki nya James" Zian
"Baik tuan" James
__ADS_1
Zian masuk ke dalam kamar nya bersama Trisna yang sedari tadi hanya diam mendengarkan percakapan antara James dan Zian.
"Dan dirimu?" Zian
Trisna menggeleng sambil tersenyum. Sedetik kemudian trisna memberanikan dirinya untuk memeluk Zian. Zian juga membalas pelukan Trisna.
"Daddy, kau pernah punya ayah kan?" Trisna
"Iya" Zian
"Dengan sebutan apa kau memanggil nya?" Trisna
Zian melepaskan pelukannya. dan menatap Trisna.
"Papa" Zian
Hening...
"mm, Bagaimana jika...ada yang" Trisna
"memanggil mu papa?" trisna menunduk.
Zian tersenyum. Rasanya Zian seperti akan gila mendengar nya.
"Apa? kau hamil?" Zian
Trisna mengangguk pelan.
Zian mengangkat tubuh Trisna dan berputar. Entah apa yang dirasakan Zian saat ini, mereka sangat bahagia.
-
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️❤️❤️