Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
ketakutan


__ADS_3

Satu orang preman itu memegang wajah Trisna dan menghapus air mata Trisna dan satunya lagi memegang kedua tangan Trisna.


"Cantik, ayo ikut Abang yah. Kita kekosan" Preman


"Tidak!! lepas hiks hiks" Trisna memberontak terhadap preman itu.


Preman itu marah dan menarik rambut Trisna dengan kasar!.


"Diam kamu!!" Preman


Dan kemudian Trisna kembali di tampar.


Saat itu juga, sebuah mobil melintas. James dan Dita turun dari dalam mobil itu.


James menodongkan senjata pada kedua preman itu.


Preman itu lari meninggalkan Trisna yang jatuh tersungkur di jalanan.


James dengan cepat menggendong Trisna dan memasukkan nya ke dalam mobil.


"Trisna, maafin aku yaa" Dita menangis.


James terlebih dahulu mengantar Dita pulang ke rumah. kemudian James membawa Trisna pulang kerumah juga.


Saat sampai di rumah. James berniat menggendong Trisna turun dari mobil. namun Trisna terlihat ketakutan dan menjauh dari James.


"Trisna, kau mau jalan sendiri? maafkan aku tidak becus menjaga mu" James


Trisna hanya menggeleng.


James memegang tangan trisna berniat untuk membawa nya turun dari mobil.


"Tidak! lepas!!" Trisna


James terkejut mendengar Trisna berteriak.


"Trisna, ini aku James. paman mu" James


Trisna menggeleng ketakutan.

__ADS_1


Saat itu juga, Zian datang.


"Mana Trisna?" Zian


"Di dalam mobil tuan, dia tidak mau turun" James


Zian membuka pintu mobil. Ia sangat marah mendapati Trisna dengan pakaian nya yang kotor dan rambut acak-acakan.


Zian memeluk Trisna. Trisna Berusaha memberontak.


"lepas!! jangan sentuh aku!! tidak, hiks hiks" Trisna


Zian melepaskan pelukannya.


"Kamu kenapa? ini aku Daddy" Zian


Trisna kembali menggeleng dan menangis.


"Jangan sentuh aku, hiks hiks hiks" Trisna


"James! Trisna kenapa?!" Zian


"Saya juga tidak tau tuan, seperti nya Trisna masih ketakutan" James


Zian kembali membuka pintu mobil dan mengangkat tubuh Trisna meskipun Trisna berteriak dan memukul-mukul Zian.


Zian membawa Trisna masuk ke dalam kamar.


"Lepas!! jangan membawa ku pergi!! hiks hiks hiks" Trisna


"Tidak Trisna, aku bukan preman itu" Zian


Trisna berlari ke arah kamar mandi dan mengunci pintunya.


Trisna membuka seluruh pakaian nya dan membersihkan dirinya yang telah di sentuh oleh para preman itu.


Trisna menggosok wajah nya dengan sabun untuk menghilangkan bekas tamparan preman itu. Trisna menangis di dalam sana. Trisna menggosok seluruh tubuhnya.


setelah itu trisna melihat di dari pintu, apakah ada orang di dalam kamar atau tidak.

__ADS_1


Saat merasa aman, Trisna keluar dan mencari bajunya.


Trisna mengambil baju lengan panjang dan celana panjang juga. Trisna memakainya untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Zian masuk ke kamar dengan membawa makanan.


Ia melihat Trisna yang baru saja selesai mengganti pakaiannya.


"Trisna, makan dulu" Zian


Trisna mundur dan masuk kembali ke dalam kamar mandi kemudian mengunci pintunya.


Zian mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi itu.


"Trisna, makan dulu. aku gak jahat, aku bukan preman itu" Zian


"Jangan ganggu aku!" Trisna


"Tidak, aku akan keluar. tapi kau harus makan yah" Zian


Zian meninggalkan kamar.


Setelah tak mendengar suara apapun lagi. Trisna membuka pintu kamar mandi, ia melihat makanan yang di bawa oleh Zian.


Trisna makan dengan lahap nya karna kelaparan.


***


Zian menelfon james di ruang kerja nya.


"Halo! kau dimana!! Trisna bahkan tidak mau melihat ku lagi!" Zian


"Saya sedang mencari kedua preman itu" James


"Cepatlah, aku bisa gila karna semua ini!" Zian


-


-

__ADS_1


-


Happy reading all ❤️❤️


__ADS_2