
Trisna menoleh pada Zian.
Zian sedikit mere*mas tangan Trisna yang ia genggam dari tadi untuk memberikan kode.
"Tidak" Ucap Trisna pada polisi itu.
"Tidak apa-apa aku hanya akan melihat Wajah mu" Polisi
Trisna menggeleng pada polisi.
"Sudah lah pak, jika dia adalah Trisna pasti ia akan membuka maskernya. Kita lihat anak yang di sana saja" Polisi kedua
"baiklah ayo" Polisi
Zian menarik tangan Trisna saat polisi itu telah pergi.
"Kau mau beli apa?" Zian
"Aku tidak tau" Trisna
Zian Menurunkan Tubuh nya hingga sejajar dengan Trisna.
"Gini, Kamu semenjak tinggal sama aku. Kamu ada ngerasa sesuatu yang kurang di kamar? Sesuatu yang biasanya ada dirumah kamu? tapi gak ada di rumah aku" Zian
"Banyak" Trisna
"Apa itu?" Zian
"Aku gak ada buku buat belajar Daddy. tugas aku belum kelar, Di rumah Daddy juga gak ada boneka yang nemenin aku tidur" Trisna
"Buku? Berapa banyak?" Zian
"Semua mata pelajaran" Trisna
"Kita beli buku nanti aja. kamu emang mau sekolah lagi?" Zian
Trisna mengangguk.
"Saya bakalan buat kamu pindah sekolah" Zian
__ADS_1
"Kenapa?" Trisna
"Sudah jangan banyak bicara" Zian
Zian menarik tangan Trisna dan mengajak nya di sebuah toko boneka.
Trisna di biarkan untuk memilih boneka yang ia suka.
Trisna memilih sebuah boneka beruang yang lumayan besar.
"Yang ini?" Trisna
Zian mengangguk dan membayarnya dengan sebuah Kartu.
"Daddy, Beli buku gambar boleh? sama buku tulis 1 aja" Trisna
"Iya" Zian
Zian juga mengajak Trisna untuk pergi ke pusat perbelanjaan sepatu.
Trisna tidak tau memilih sepatu begitu juga dengan Zian yang bingung.
Zian juga membeli Baju dan dalaman untuk Trisna.
"Daddy beli ice cream?" Trisna
"ia" Zian
Setelah dari sana. Zian membawa Trisna ikut dengan nya di sebuah markas pribadi untuk menghukum orang yang sudah berani dengan nya.
Ruangan itu begitu ketat dengan penjagaan dan Sangat menyeramkan.
Trisna mengikuti Zian di belakang nya.
Semua penjaga yang berada di sana berbaris mengahadap pada Zian.
"Mike, Bagaimana perkembangan Kelurga Alex?" Zian
"Alex mencari putri nya dengan sangat ketat tuan. Sudah 2 hari perusahaan nya di ambil alih oleh Sekretaris kepercayaan nya karna ia sibuk mencari anak nya" Mike
__ADS_1
"Bawa sekretaris nya ke hadapan ku" Zian
"Baik tuan, Kami akan membawa nya ke rumah anda" Mike
"Mike, pastikan tidak ada media yang menyorot kepada ku. Dan jangan sampai ada jejak yang mengarah pada ku" Zian
"Tentu saja Tuan" Mike
Zian mengambil sebuah senjata yang ada di meja nya dan mengarahkannya pada seseorang yang berada di barisan belakang.
Zian menembak kepala orang itu.
"Jadikan itu sebagai pelajaran untuk kalian semua. Jangan ada yang berani mengangkat wajah nya dihadapan ku" Zian
"Baik tuan" ucap seluruh anak buah Zian.
Trisna yang terkejut memeluk Zian dari belakang. Ia begitu ketakutan.
Zian yang melihat Trisna memeluk nya sambil ketakutan langsung menggendong tubuh Trisna dan berjalan keluar dari markas menyeramkan itu.
"Jangan menangis!! Aku tidak suka mendengar nya" Zian
Zian menurunkan Trisna di dalam mobil.
"Anak perempuan sangat cengeng" Zian
Zian melajukan mobil nya untuk kembali pulang ke rumah yang berada di tengah hutan itu.
Sesampainya dirumah, Zian menurunkan semua barang-barang yang di beli nya untuk Trisna.
-
-
-
-
Happy reading all ❤️❤️
__ADS_1