
James yang baru saja pulang dari perusahaan milik Zian melihat trisna.
"Apa yang kau lakukan disini?" James
"Paman buka mulut mu" Trisna
Trisna menyuapkan donat pada James.
"Enak, kau memesan nya?" James
"Iya" Trisna
"Ayo masuk" James
James dan Trisna masuk ke dalam rumah.
"Paman aku ingin ke luar negeri" Trisna
"Apa?" James
"Aku ingin bertemu Daddy. ada yang harus ku bicarakan" Trisna
"Katakan pada ku apa itu" James
"Hanya Daddy yang boleh tau" Trisna
"Trisna, ayo bilang. kita tidak bisa asal ke sana. bagaimana jika Daddy mu merasa terganggu dengan kedatangan Kita?" James
"Tidak apa-apa aku akan mengurus nya. ini penting banget" Trisna
"baiklah, Kita akan ke luar negeri" James
Trisna memeluk James.
"Terima kasih paman" Trisna
"Iya" James.
Trisna masuk ke kamar nya dan bersiap.
Mereka berangkat menggunakan jet pribadi milik Zian.
Trisna pertama kali nya melihat dunia luar.
__ADS_1
James dan Trisna langsung menuju ke Rumah Zian.
Rumah itu begitu mewah dan bertingkat.
Rumah itu juga di jaga sangat ketat.
James dan trisna masuk ke dalam.
Mereka datang tanpa sepengetahuan Zian.
James dan trisna mencari keberadaan Zian.
"Seperti nya dia ada di kamar nya. kau masuk lah. Aku akan istirahat di kamar ku" James
"Oke" Trisna
Trisna masuk kedalam kamar Zian. Kamar nya kosong dan tidak ada orang di dalam nya.
Namun ada sebuah pintu yang terbuka.
Trisna mendekat dan melihat ruangan apa yang ada di balik pintu itu.
Trisna merasa kagum melihat isi ruangan itu. Pemandangan yang sangat luar biasa indah nya. Dan Zian sedang Membaca koran di dalam kolam renang.
Trisna membuka baju nya dan hanya menyisakan pakaian dalam nya.
Zian yang mendengar ada orang masuk ke dalam kolam bersama nya. Sangat marah, Siapa yang berani masuk bersama nya.
Ia menutup koran nya dan melihat Trisna yang menggiurkan.
Trisna mendekat pada Zian.
"Trisna? bagaimana kau bisa ada disini?" Zian
"Aku datang bersama paman James" Trisna
"Oh ya" Zian
"Tentu saja" Trisna
Trisna Mendekat pada Zian dan mengecup pipi kiri Zian.
"Aku ingin ikut olimpiade" Trisna
__ADS_1
Zian menatap Trisna yang selalu mencium pipi nya jika menginginkan sesuatu.
Zian memperhatikan tubuh berisi milik Trisna.
Zian mengangkat tubuh Trisna ke tepi kolam.
"Aku menginginkan mu" Zian
"Tentu saja, Aku selalu jadi milik Daddy" Ucap Trisna polos tidak mengerti apa-apa.
Zian melingkarkan tangan nya di pinggang Trisna.
Zian mendekatkan wajah dengan dengan wajah Trisna kemudian Zian mencium bibir Trisna dan ******* nya.
Perlahan-lahan Ciuman itu turun ke leher Trisna.
"Eghh" Trisna
Zian terus turun kebawah. Hingga pada kedua bukit kembar milik Trisna yang ditutupi oleh B*h.
Zian membuka tali nya. Trisna menahan nya.
"Daddy, apa yang kau lakukan?" Trisna
"Kau harus memuaskan ku hari ini" Zian
Trisna mengingat perkataan James saat mengantar nya di mobil.
Zian hanya membutuhkan wanita untuk memuaskan nya. apakah ini yang di maksud James saat itu?.
"Tidak, Apa maksud nya" Trisna
Zian tak menjawab lagi ucapan Trisna. Ia melanjutkan Aksi nya mencu*mbui Trisna.
Zian membuat tanda kepemilikan di sekitar payu*dara trisna.
Zian menurunkan Trisna di dalam Kolam dan menghempit tubuh Trisna di tembok kolam.
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️❤️