Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Bioskop


__ADS_3

Trisna masuk ke kamarnya dan bersiap-siap untuk berangkat. Trisna mengganti baju nya.


Setelah itu ia pergi dengan teman-teman nya menggunakan mobil milik Lea.


"Kita kemana?" Trisna


"Ke bioskop" Dita


"Mau nonton flim apa?" Trisna


"Film romantis" Lea


sesampainya di bioskop. mereka menyadari jika bioskop terasa lebih sepi dari biasanya.


"Tumben, kok sepi banget ya. udah kayak kuburan aja" Dita


Mereka duduk di kursi penonton, Lea di tengah, Dita di sisi kiri Lea dan Trisna di sisi kanan Lea.


Tak berselang lama. terdengar bunyi suara tembakan senjata api yang sangat nyata. Lampu dibioskop tiba-tiba saja menyala, dan flim nya dihentikan.


Terlihat lah sekelompok orang berbaju hitam dengan penutup wajah dan membawa senjata di tangan nya sedang mengejar 3 orang pria yang berdarah.


Dita dan Lea terlihat ketakutan. Penonton lain di dalam bioskop banyak yang lari keluar, dan ada yang diam di tempat.


Trisna seperti nya mengenali 2 orang yang memakai penutup wajah itu.


"Daddy? Paman?" Batin Trisna


"Trisna, kita pulang. Pulang sekarang" Dita


"Iya aku juga mau pulang, kita bisa mati" Lea


Pria berbaju hitam itu yang dikenali Trisna sebagai Daddy zian menembak di kaki seorang pria yang sedari tadi dikejar.


Tak berselang beberapa lama, Ketiga pria yang sedang di kejar itu tertangkap.


Dan seorang pria yang dikenali Trisna sebagai daddy Zian menendang orang itu dengan kasar. hingga orang-orang itu mengeluarkan Darah dari wajah mereka. Pria berbaju hitam yang dikenali Trisna sebagai paman James terlihat membuka tas yang dibawa ketiga pria itu.

__ADS_1


James terlihat sangat kasar.


"Bawa mereka" Zian


Saat Zian itu melihat ke arah penonton yang hanya beberapa orang. Ia tak bisa melepaskan tatapan matanya dari seorang wanita yang duduk di bangku penonton.


"Trisna?" Batin Zian


Zian yang sedang memakai penutup wajah mendekati Trisna.


"Trisna, penjahat itu mendekat. kita harus lari" Bisik Dita pada trisna


"Lea, Kita harus lari" Bisik Dita pada Lea


"Tidak" Trisna


Zian berdiri di depan Trisna.


"Kau mengganggu flim nya" Trisna


"Aku tidak tau ada wanita cantik yang sedang menonton disini" Zian


"Kau gila? ayo pergi sekarang" Dita


Zian menarik tangan Trisna keluar dari sana. Zian masuk ke dalam sebuah toilet bersama Trisna.


Di sana, Zian membuka penutup wajahnya.


Zian menghempit tubuh trisna di wastafel. Zian mengirup aroma tubuh trisna dilehernya.


"Keluar dari rumah dengan bebas hm?" Zian


"Aku sudah bilang pada paman James" Trisna


Zian memasukkan jangan nya ke dalam baju yang digunakan trisna.


"Daddy jangan di sini, aku tidak bisa berdiri berjam-jam" ucap Trisna seolah-olah tau apa yang ingin di lakukan oleh Zian.

__ADS_1


"Aku tidak butuh izin mu" Zian


"Daddy sekali ini saja" Trisna


Zian mengeluarkan tangan nya yang sedang menikmati bulatan kenyal itu.


Zian mencium kening Trisna.


"jangan pulang malam" Zian


"Iya" Trisna


Zian keluar dari toilet, begitu juga dengan trisna.


Trisna kembali masuk ke dalam bioskop. Film nya di lanjutkan kembali.


"Trisna, apa yang dilakukan orang itu padamu?" Dita


"Tidak ada" Trisna


"Kau yakin? kenapa dia menarik tangan mu? dan keluar dari sini?" Lea


"Aku juga bingung" Trisna


"Bagus lah, aku tidak apa-apa kan? kau tau betapa takut nya aku yang ingin mengejar mu malah di todong pistol?" Dita


"Maaf ya, lebih baik kita makan. aku traktir" Trisna


"Yuhui" Dita


"Makan bisa membuat kita melupakan apa yang terjadi" Lea


"Kau tepat sekali" Dita


-


-

__ADS_1


Happy reading all ❤️


__ADS_2