Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Preman


__ADS_3

keesokan harinya Livi Alex dan Richard akan segera pulang.


"Trisna, kamu beneran gak mau pulang sama ibu?" Livi


"Aku mau buk, tapi aku takut. Aku berada dibawah ancaman Daddy Zian" Batin Trisna


"Maaf buk, Trisna akan pulang. tapi mungkin untuk saat ini belum" Trisna


"Yaudah Tris, baik-baik ya disini" Livi


"iya buk" Trisna


Livi, Alex dan Richard pulang.


"Trisna, ayo berangkat kesekolah" James


"Ayok" Trisna


Trisna berangkat ke sekolah bersama James.


Trisna sedikit sedih, ia masih merindukan kedua orang tuanya. Namun dirinya masih terpenjara dalam penjara Zian.


Tidak ada cara yang bisa membuat nya lepas dari Zian. Jika ada, sejak dulu pasti Trisna sudah melakukan nya.


Sesampainya disekolah, Trisna hanya duduk diam termenung.


ia memikirkan nasib dan masa depan nya..


"Trisna!" Dita


"Ada apa dit?" Trisna


"Nanti malam aku mau ke rumah kamu ya?" Dita


"Kok malam? siang aja pulang sekolah" Trisna


"Aku mau nginap" Dita


"Aduh gimana nih, Daddy pasti marah kalau malam ini gak jadi lagi" Batin Trisna


"Besok aja, soalnya nanti malam Daddy mau pergi sama aku dengan paman James" Trisna


"Aku ikut lah" Dita


"Besok aja, biar kita bisa main puas-puas" Trisna


"Yaudah deh" Dita


"Nah gitu dong" Trisna


****


Trisna pulang dari sekolah. dirumah tidak ada Daddy Zian.

__ADS_1


"Daddy pasti masih di kantor" Trisna


Trisna masuk ke dalam kamar dan istirahat.


Trisna tertidur pulas.


Tok tok tok...


Trisna terbangun karena mendengar suara ketukan pintu di kamarnya.


"Iya" Trisna


"Nona, di depan ada orang yang mengaku sebagai teman nona. namanya Dita"


"oh iya, itu teman ku. suruh masuk saja" Trisna


Dita akhirnya bisa masuk.


Trisna keluar dari kamarnya, dan Menuju Ruang tamu.


"Dita?" Trisna


"Jalan yuk" Dita


"Jalan? kemana?" Trisna


"Jalan kaki aja, kita keliling" Dita


Trisna mengambil ponsel dan tas nya.


Trisna membuka ponselnya dan menelfon Zian.


"Halo?" Trisna


"Aku lagi kerja" Zian


"Aku mau keluar dengan teman ku, namanya Dita" Trisna


"Iya, jangan pulang malam. jam 5 sore sudah dirumah" Zian


"Iya" Trisna


Tut Tut. sambungan teleponnya terputus.


Trisna dan Dita keluar dari rumah.


mereka mengelilingi kota dengan berjalan kaki.


Trisna dan Dita mengunjungi tempat-tempat umum seperti taman kota, pedagang ice cream, toko buku, pedagang kaki lima.


Dan sudah hampir malam mereka masih asik.


"Dita, kita pulang sekarang yah. ini sudah jam 5 sore" Trisna

__ADS_1


"Bentar lagi Tris" Dita


"Aku dimarahin kalo pulang malam" Trisna


"Yaudah deh, kita pulang sekarang" Dita


Trisna dan Dita berjalan disebuah jalanan sepi.


"Tris, kok sepi ya?" Dita


"Gatau juga dit" Trisna


Disaat itu juga, Dua orang preman menghadang jalan Trisna dan Dita.


"Hai" Preman


"Cantik-cantik mau kemana?" ucap preman itu dengan nada menggoda.


"Kamu jangan dekat-dekat!" Dita


"Tris, Lari yah. kita harus lari" Bisik Dita pada Trisna


Trisna mengangguk.


dalam hitungan ketiga 1, 2, 3. Trisna dan Dita lari. Namun tangan Trisna berhasil di tangkap oleh preman itu. sedangkan Dita terus berlari ketakutan.


"Lepas!!" Trisna


"gak usah takut" Preman


Batang rokok preman yang masih menyala itu menempel pada tangan Trisna.


"Tolong! tolong" Trisna berusaha meminta pertolongan.


Plak!! preman itu menampar wajah Trisna.


"Jangan teriak!!" Preman


"Hiks hiks, lepas!!" Trisna


"Tidak semudah itu, Kau harus bisa memuaskan kita berdua dulu. setelah itu kau bebas" Preman


Satu orang preman itu memegang wajah Trisna dan menghapus air mata Trisna


-


-


-


-


Happy reading all ❤️

__ADS_1


__ADS_2