
"Ayah?" Trisna
Alex, Richard dan Livi berjalan mendekati Trisna dan Zian.
Zian yang melihat nya merangkul pinggang Trisna yang nampak Takut.
"Alex, Alex, Alex..Seorang ayah yang tidak punya malu" Zian
"Tutup mulut mu sialan! Kembalikan Trisna pada ku!" Alex
"Trisna, Sayang. Ini mama, kau ingat kan? Ini mama mu" Livi
"Pasti akan ku kembalikan Setelah aku puas bermain dengan Trisna" Zian
"Sial! Kau memang penjahat!" Richard
"Ku rasa kalian semua mengenal ku dengan baik" Zian
"Trisna, Ini ayah. Kau ikut pulang bersama ku ya, Aku tau kau pasti merindukan Keluarga mu" Alex
"Trisna, Masuk ke mobil" Zian membelai rambut Trisna dengan lembut.
James memegang tangan Trisna dan menarik nya agar Trisna segera masuk ke dalam mobil.
"Paman! Apa yang kau lakukan? Dia orang tua ku" Ucap trisna saat Dia telah duduk di dalam mobil.
"Jika kau bertemu dengan Alex dan istrinya. Maka entah apa yang akan terjadi pada mu di rumah nanti" James
Trisna melihat ke arah jendela. Ia melibat ayah nya dan ibu nya yang berada di luar.
"Kau jahat! Seorang pembunuh! Mafia! Tidak ada kebaikan yang bisa menghapus dosa-dosa mu yang sangat banyak itu!!" Alex
__ADS_1
Trisna mendengar semua ucapan nya. Apa Daddy nya begitu kejam?
"Alex, Urusan Kita belum selesai. Perlahan-lahan Keluarga mu akan ku hancurkan dan terkahir aku akan menggantung diri mu seperti bendera di depan rumah ku" Ucap Zian Santai Namun penuh penekanan dan terdengar menakutkan.
"Ku mohon kembalikan Putri ku. dia tidak bersalah, Dia tidak tau apa-apa. Dia hanya gadis polos yang belum mengerti semua nya hiks hiks" Livi
"Namun sayang nya Trisna bukan gadis polos Setelah tinggal bersama ku. Trisna Bahkan sangat menyukai Permainan ku tiap hari, Tanpa ku suruh pun dia sudah tau apa tugas nya. Dan Trisna Tau tentang kejahatan mu di masa lalu dan dia mulai ilfill dengan dirimu" Zian
"Sialan kau!!! berani sekali kau menyentuh putri ku!!" Alex
"ah Zian, ku mohon hentikan. Aku tidak sanggup lagi Hahahahaha" Zian tertawa puas
"Brengsek!!! Kau benar-benar Iblis!! Kau bukan manusia!" Livi
"Baiklah, Om dan tante. Aku pulang dulu" Zian
"Iblis, Setan!! Anji*g" Richard
Zian Masuk ke dalam mobil bersama Trisna.
"Aku hanya membodohi mereka" Zian
"Tapi Ayah ku tidak bodoh" Trisna
"Jika dia pintar, Dia pasti tidak akan percaya. Tapi buktinya dia percaya" Zian
"Baiklah, Dan kapan aku mengatakan Zian ku mohon hentikan, aku tidak sanggup lagi" Trisna
"Kapan-kapan kau akan mengatakan nya" Zian
James menoleh pada Zian saat mendengar ucapan Zian.
__ADS_1
"Zian Sudah gila" Batin James
"Tapi apakah benar aku pernah mengatakan hal itu?" Trisna
"Kau dulu hampir mengatakan nya" Zian
"Kita sudah sampai" James
Trisna James dan Zian turun dari dalam mobil.
Trisna masuk bersama Zian.
"Hadiah apa yang kau berikan Daddy?" Trisna
"Duduk lah disini dan buka lah" Zian
Trisna duduk di sofa ruang tengah. dan membuka hadiah yang di berikan oleh Zian.
"Wah....ini Sebuah ponsel?" Trisna
Trisna berdiri dan memeluk Zian.
"Terimakasih Daddy, aku sangat menyukai ini" Trisna
"Di larang membuat akun media sosial. Kau hanya boleh memakai WhatsApp saja dan game" Zian
"Baiklah tenang saja" Trisna
"Oh ya Daddy, tentang yang tadi. Kapan aku hampir mengatakan itu?" Trisna
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️❤️