
Siang ini, Trisna tidur dalam pelukan Zian.
Zian selalu takluk pada mata yang dimiliki oleh Trisna dan juga kenikmatan yang ditawarkan dari dalam tubuh milik trisna.
Zian menyadari, jika mungkin trisna belum siap untuk hamil. Ia masih terlalu muda untuk hamil. Trisna bahkan belum tamat SMA.
Terkadang Zian berpikir, bagaimana bisa Alex memiliki anak yang baik padahal kedua orang tuanya bukan lah orang yang baik.
Gadis kecil berkulit putih dan rambut panjang selalu bisa membuat Zian tunduk. meskipun di luar sana, Zian menjadi orang yang paling di takuti dan disegani banyak orang.
Hanya wanita tahan mental dan fisik yang mungkin bisa menikahi Zian dengan segala kekerasan yang mungkin di lakukan Zian.
Namun takdir yang ingin membalas dendam membuat nya bertemu dengan gadis lugu yang berhasil memporak-porandakan hati Zian dengan segala tingkah kepolosan nya.
Saat ini trisna si gadis polos ini sedang tidur di dalam pelukan pria jahat dan bertubuh besar. Rasanya seperti seekor anak kucing yang masuk ke dalam kandang singa.
Sore harinya, Trisna terbangun dari tidurnya. Zian masih ada disisinya. Trisna bangun dan segera mandi.
Setelah selesai mandi, trisna mengganti baju nya dan menyelesaikan tugas sekolah nya.
Disaat bersamaan, Zian terbangun dari tidurnya.
Zian mandi dan mengganti baju nya. Zian mendekati Trisna yang duduk di meja belajar nya. Zian mengambil sebuah ikat rambut dan mengikat rambut trisna yang panjang.
"Rambut mu mendingan dipotong saja" Zian
"Tidak boleh, nanti aku tidak cantik lagi" Trisna
"kecantikan tidak berasal dari rambut" Zian
"Seperti Rapunzel, ia punya rambut panjang yang cantik. tapi setelah di potong, Rapunzel tidak cantik lagi" Trisna
"Itu dongeng" Zian
"Iya, tapi kan aku cantik kalau rambut ku panjang" Trisna
__ADS_1
"Kau berhenti saja jadi OSIS" Zian
"kenapa?" Trisna
"Aku menyekolahkan mu untuk menjadi pintar bukan untuk menjadi babu" Zian
"Aku tidak mau" Trisna
Trisna selalu menang dalam berbagai perdebatan. tak peduli tentang semua kekuasaan yang dimiliki Zian. Trisna selalu menjadi yang diatas.
"Sama siapa kau berangkat kesekolah tadi pagi?" Zian
"Dita" Trisna
"Kenapa tidak menyuruh Supir untuk mengantar mu?" Zian
"Aku melihat nya sedang makan, aku tidak tega jika harus menyuruh nya sedangkan dia sedang sarapan pagi" Trisna
"Apa yang salah dengan mu?" Zian
"Trisna terlalu baik untukku, Aku harus menyembunyikan nya dari dunia. Kau bisa saja menjadi incaran dunia karena ku" Batin Zian
"Baiklah" Zian
****
Keesokan harinya, Trisna berangkat sekolah diantar oleh James.
"Kau mau pulang pada ayah dan ibumu?" Tanya James tiba-tiba
Trisna menoleh pada James dengan tatapan penuh tanya. Namun Trisna langsung mengabaikan nya karna merasa jika James hanya bercanda dengan nya.
"Aku bisa membantumu" James
Trisna kembali menoleh dan menatap James.
__ADS_1
"Tapi semua tanpa sepengetahuan Zian" lanjut James
"Aku tidak berani" Ucap Trisna apa adanya.
"Kenapa kau takut?" James
"Aku belum siap mati muda" Trisna
"Baiklah, cara kedua adalah meminta langsung pada Zian" James
"Apa paman yakin jika Daddy akan mengizinkan ku?" Trisna
"Tentu saja, Zian sudah takluk padamu. Dia akan menuruti apapun permintaan mu" James
"Tapi Daddy tetap saja menakutkan" Trisna
"Bagaimana kalau Kita taruhan" James
"Baiklah, Jika Daddy tidak memberi izin maka paman berhutang uang 1juta padaku" Trisna
"Namun jika Zian mengizinkan nya, kau berhutang uang 1juta padaku" James
"Oke, Deal" Trisna
-
-
-
-
-
Happy reading all ❤️
__ADS_1